Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
147. Dijadikan Tawanan


__ADS_3

Benar saja saat sampai di pelabuhan semua anak buahnya dan semua barang-barang yang akan Tuan Bahadur kirim tidak ada. Itu membuat Tuan Bahadur sangat marah karena lagi-lagi ia kecolongan sehingga semua rencananya untuk menjual semua itu pada kelompok mafia pun gagal.


" Kurang ajar, siapa yang melakukan semua ini " amuk Tuan Bahadur memukul salah satu anak buahnya.


Memang jika sedang marah Tuan Bahadur akan memukul siapapun sebagai pelampiasan amarahnya. Para anak buahnya itu pun terpaksa hanya diam dan menuruti semua keinginan Tuan Bahadur karena mereka diancam jika melawan maka keluarganya akan dicelakai.


Sedangkan Satria dan Sandi serta kelompok mereka keluar dari persembunyian mereka dan menodongkan senjata api kepada Tuan Bahadur dan anak buahnya.


" Kalian semua angkat tangan " ucap Satria bersiap dengan senjatanya.


Tuan Bahadur dan anak buahnya sangat terkejut dengan kemunculan Satria dan rekan-rekannya yang tiba-tiba. Apalagi Tuan Bahadur sangat terkejut saat melihat jika itu adalah kelompok mahasiswa yang sempat ia curigai.


" Sialan, ternyata memang benar mereka yang melakukan ini semua " gumam Tuan Bahadur dengan gigi yang menggelatuk menahan emosi.


" Ternyata kalian pelakunya, berani-beraninya kalian bermain-main dengan saya " ucap Tuan Bahadur sangat marah.


" Anda lah pelaku yang sebenarnya. Anda melakukan kejahatan yang merugikan banyak orang, termasuk mengorbankan beberapa nyawa orang tidak bersalah untuk semua kejahatan Anda " jawab Satria semakin melangkah maju.


Tuan Bahadur memundurkan tubuhnya, walaupun ia membawa senjata api tetapi jumlah mereka sudah kalah karena sebagian anak buahnya kemungkinan besar sudah Satria tangkap.


" Sekarang lebih baik aku melarikan diri " batin Tuan Bahadur lalu memberikan kode pada anak buahnya untuk melarikan diri juga.


Kemudian Tuan Bahadur pun langsung berlari diikuti oleh para anak buahnya agar mereka tidak tertangkap oleh Satria dan rekan-rekannya.


" Jangan kabur kalian " teriak Sandi saat melihat Tuan Bahadur dan anak buahnya melarikan diri.


" Kalian kejar anak buah Tuan Bahadur. Biar saya dan Bripda Sandi yang mengejar Tuan Bahadur " ucap Satria memberikan perintah kepada rekan-rekannya karena Tuan Bahadur dan anak buahnya melarikan diri dengan berpencar.

__ADS_1


" Baik " jawab mereka.


Setelah itu Satria dan Sandi segera mengejar Tuan Bahadur agar mereka tidak kehilangan jejak. Mereka berdua tidak akan membiarkan itu terjadi karena rencana mereka akan gagal untuk menangkap Tuan Bahadur.


Tuan Bahadur yang sudah cukup jauh berlari pun menghentikan langkahnya karena ia merasa lelah. Ia melihat ke belakang dan seperti ia berhasil melarikan diri karena ia tidak melihat tanda-tanda keberadaan Satria dan rekan-rekannya.


" Mereka benar-benar berhasil mengecoh ku dan anak buahku semuanya bodoh karena tidak bisa mengawasi mereka dengan benar. Aku harus melakukan rencana lain " ucap Tuan Bahadur setelah berhasil mengatur napasnya.


Tuan Bahadur teringat dengan warga-warga desa yang mendukungnya. Tuan Bahadur segera menghubungi mereka dan meminta mereka semua menjadikan warga lain sebagai tawanan untuk bisa mengancam Satria dan rekan-rekannya.


" Setelah ini mereka pasti tidak akan berani lagi padaku " ucap Tuan Bahadur dengan seringai licik.


Tak lama kemudian, ia melihat Satria dan Sandi yang bisa menemukan keberadaan tetapi ia tidak kabur karena ia merasa sudah memiliki senjata untuk bisa melepaskan diri dari mereka.


" Anda tidak akan bisa melarikan diri lagi " ucap Satria pada Tuan Bahadur.


" Saya memang tidak berniat melarikan diri " jawab Tuan Bahadur santai.


" Lebih baik kalian lepaskan saya atau saya akan membunuh seluruh warga desa. Mereka sekarang sudah menjadi tawanan saya " lanjut Tuan Bahadur dengan sebuah tawa.


Satria mengeratkan giginya karena ia sudah memperkirakan ini sebelumnya dan di saat itu juga Sandi mendapatkan informasi jika memang warga desa sudah menjadi tawanan dan akan dibunuh. Komandan Anton memerintahkan Satria dan Sandi untuk mengikuti keinginan Tuan Bahadur karena mereka tidak bisa membahayakan seluruh warga desa yang tidak bersalah.


" Sekarang apa yang Anda inginkan? " tanya Satria pada Tuan Bahadur.


Tuan Bahadur tersenyum karena rencananya berhasil dan ia akan melenyapkan Satria dan rekan-rekannya nanti agar tidak mengganggunya lagi.


" Panggil semua teman kalian dan bebaskan anak buah saya. Kalian juga harus mengembalikan semua barang-barang yang akan aku seludupkan. Kalau tidak, saya memerintahkan anak buah saya membunuh seluruh warga desa " jawab Tuan Bahadur.

__ADS_1


Seperti yang dikatakan Tuan Bahadur, sekarang semua rekan Satria sudah berkumpul di tempat itu dan sekarang berbalik mereka yang ditangkap oleh anak buah Tuan Bahadur tanpa bisa melawan karena jika mereka melawan maka warga desa akan mereka bunuh.


" Hajar mereka sebelum kita ke tempat persembunyian mereka " perintah Tuan Bahadur kepada anak buahnya.


Anak buah Tuan Bahadur pun segera menghajar Satria dan rekan-rekannya tanpa ada sedikit pun perlawanan dari mereka. Satria dan rekan-rekannya hanya bisa menerima pukul di seluruh tubuh mereka.


" Akh " pekik Sandi saat punggungnya di tendang oleh salah satu anak buah Tuan Bahadur.


" Bertahanlah, kita harus bisa memikirkan cara lain untuk melawan mereka " ucap Satria sambil menahan rasa sakit di seluruh tubuhnya, apalagi bekas luka tusukan di dada kanannya yang sepertinya terbuka karena luka itu belum tertutup sempurna. Itu disebabkan oleh tendangan salah satu anak buah Tuan Bahadur tepat di bekas luka itu.


Terlihat dengan jelas di mata Sandi jika darah segar mengalir membasahi pakaian Satria.


" Sat, luka lo kayaknya kebuka. Lo bisa kehabisan darah " ucap Sandi panik saat melihat darah di pakaian Satria.


" Gue gak papa " jawab Satria meringis menahan rasa sakit.


Setelah puas menghajar Satria dan rekan-rekannya, Tuan Bahadur memerintahkan anak buahnya untuk membawa Satria dan rekan-rekannya ke tempat dimana warga desa menjadi tawanan. Di sana juga Tuan Bahadur akan menukar warga desa dengan anak buahnya baru jika anak buahnya sudah bebas semua ia akan membunuh Satria dan rekan-rekannya serta warga desa agar tidak ada yang menghalangi semua rencananya lagi.


" Cepat berdiri " ucap salah satu anak buah Tuan Bahadur menarik tubuh Satria akan berdiri.


Mereka menarik Satria dan rekan-rekannya dengan paksa. Satria berusaha tetap berjalan mengikuti mereka walau dengan langsung tertatih.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2