
Pada malam harinya, akan dilakukan acara malam Midodareni. Midodareni adalah serangkaian adat Jawa untuk menuju pernikahan. Midodareni juga disebut-sebut sebagai malam pengarip-arip atau malam terakhir bagi kedua mempelai menjalani masa lajang. Saat malam midodareni, biasanya mempelai pria dan keluarga akan menyambangi kediaman mempelai perempuan untuk memberikan aneka seserahan.
Sama seperti itu, Satria sekeluarga akan pergi ke rumah keluarga Kinara. Mereka sudah siap dengan pakaian adat Jawa. Begitu juga dengan Satria yang terlihat sangat tampan dengan beskap berwarna biru muda dan blangkon di kepala.
" Ayo kita berangkat sekarang aja, supaya tidak kemalaman " ucap Ayah Arif pada semua rombongan.
Tidak yang banyak yang ikut dalam acara ini tetapi mereka harus menggunakan lima mobil. Mobil pertama Satria dan kedua orang tuanya serta kakek dan nenek, mobil kedua keluarga Rendra dan Puspa serta orang-orang yang dipercaya Ayah Arif, mobil keempat para keluarga Satria, mobil kelima sahabat Satria yaitu Raka, Jeki, Sandi dan Ayla, lalu mobil keenam berupa seserahan dari mereka untuk Kinara.
Setelah melakukan perjalanan selama sekitar kurang lebih empat puluh lima menit, akhirnya rombongan Satria sudah sampai di rumah keluarga Kinara yang sudah dihias dengan khas Jawa dan memiliki warna biru muda, sesuai dengan tema pernikahan mereka.
Rombongan Satria langsung disambut dengan ramah oleh keluarga Kinara dan mereka diarahkan untuk duduk di tempat yang sudah disediakan untuk keluarga calon pengantin pria. Sedangkan para wanita diarahkan untuk pergi ke sebuah ruangan yang ada Kinara di sana.
Memang di malam Midodareni ini hanya wanita dari calon pengantin pria atau Satria yang boleh menemui Kinara. Walaupun berada di bawah atap yang sama, Satria dan Kinara tidak boleh bertemu sebelum akad nikah esok hari.
Bunda Wulan, Puspa dan kedua anaknya, Nenek Retno dan para Tante Satria diantar oleh salah seorang tetangga Kinara untuk menemui Kinara. Di sana Kinara sedang mengobrol bersama dengan Elsa dan juga Alina.
" Assalamualaikum " ucap Bunda Wulan dan yang lainnya.
__ADS_1
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Kinara langsung menoleh ke sumber suara dan ia tersenyum saat melihat keluarga dari calon suaminya. Kinara segera mencium tangan Bunda Wulan dan yang lainnya, ia juga memeluk kedua keponakan Satria yang sudah sangat dekat dengannya.
" Bu, ini calon cucu mantu Ibu. Cantik kan? " ucap Bunda Wulan pada Nenek Retno.
" Nek, saya Kinara " ucap Kinara tersenyum lalu menyalami tangan Nenek Retno kembali.
Kinara memang belum pernah bertemu dengan kakek dan nenek dari Satria karena mereka menetap di Semarang dan mereka tidak pernah pergi ke Jakarta setelah keluarga Satria pindah.
Aura pengantin Kinara semakin keluar dan ditambah lagi ia menggunakan kebaya modern berwarna biru muda senada dengan Satria, membuatnya semakin cantik saja.
Kinara pun tersenyum malu mendapatkan pujian dari Nenek Retno.
Setelah itu mereka mengobrol sebentar bersama dengan Kinara atau lebih tepatnya Nenek Retno karena ingin lebih mengenal calon cucu mantunya.
Acara demi acara di malam Midodareni pun dilalui dengan baik dan lancar. Hanya tinggal esok hari saja Satria mengucapkan kalimat ijab kabul dan mereka resmi menjadi pasangan suami istri.
__ADS_1
" Kamu harus langsung tidur nanti dan jangan begadang, ben besok kamu seger. Besok hari penting buat kamu " ucap Kakek Santo pada Satria di perjalanan pulang.
" Siap Kek " jawab Satria.
Satria merasa sangat bersyukur karena semua rangkaian acara menuju hari pernikahannya dengan Kinara berjalan dengan lancar. Ia harus benar-benar mempersiapkan diri untuk hari esok yang merupakan hari yang sangat ia tunggu setelah mengenal Kinara.
***
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1