
Satria dan Kinara kembali ke bengkel tempat mereka memperbaiki motor Satria setelah selesai melaksanakan sholat magrib di mushola terdekat.
" Gimana, Bang? " tanya Satria pada seorang montir yang memperbaiki motornya.
" Sudah beres. Tadi businya mati tapi sudah saya ganti dengan yang baru " jawab montir itu.
Setelah melakukan pembayaran perbaikan motor itu, Satria dan Kinara pun langsung pergi. Satria harus segera mengantar Kinara pulang karena langit terlihat sangat mendung dan akan segera turun hujan.
Dan benar saja, tiba-tiba saja hujan turun begitu deras saat mereka masih berada di perjalanan.
" Mau neduh dulu atau lanjut? " tanya Satria dengan sedikit berteriak karena hujan begitu deras.
" Lanjut aja, ini juga udah deket " jawab Kinara juga berteriak agar Satria mendengarnya.
Satria pun tetap melajukan motornya di bawah derasnya hujan. Memang jarak mereka saat ini sudah dekat.
Sesampainya di rumah, Kinara segera membuka pagar rumah itu agar Satria mudah memasukkan motornya. Seluruh tubuh mereka basah karena air hujan.
" Ayo masuk, Mas. Hujannya makin deres, ada petir juga " ucap Kinara saat melihat petir di langit malam itu.
Kinara segera masuk ke dalam rumah walaupun mereka basah kuyup. Kinara segera masuk ke dalam kamar mandi setelah mengambil sebuah pakaian ganti. Kinara segera mandi dan mengganti pakaiannya. Ia mengambil handuk untuk Satria mengeringkan rambut dan tubuhnya.
" Cepet kamu mandi, Mas. Nanti malah kamu sakit " ucap Kinara memberikan handuk itu pada Satria.
" Makasih ya, Ra " ucap Satria menerima handuk itu.
__ADS_1
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria pun segera pergi ke kamar mandi dengan membawa handuk dari Kinara.
Selagi Satria mandi, Kinara mengepel bekas air hujan yang menetes dari pakaian mereka saat masuk ke dalam rumah tangga. Setelah selesai Kinara pergi ke dapur untuk membuat teh hangat untuk dirinya dan Satria. Kinara juga akan merebus mie instan dengan sayur sawi untuk makan malam karena hanya itu yang ada. Kinara belum sempat berbelanja bulanan karena sibuk kuliah dan pergi ke cafe.
" Sudah selesai " ucap Kinara meletakkan mangkuk berisi mie instan rebus di atas meja makan.
" Mas Satria sudah selesai belum ya? " ucap Kinara pada dirinya sendiri.
Kinara keluar dari dapur untuk melihat Satria tapi saat ia melewati kamar mandi, bertepatan dengan Satria yang baru selesai mandi. Satria keluar hanya menggunakan sebuah handuk di pinggangnya karena ia lupa mengambil pakaiannya yang ada di rumah itu.
Kinara langsung membulatkan matanya melihat itu. Walaupun itu bukan pertama kalinya ia melihat Satria dengan penampilan seperti, tetap saja ia merasa sangat malu. Kinara sempat terpesona karena Satria terlihat sangat tampan dengan air yang menetes mengenai dadanya yang bidang, tapi setelah itu ia langsung menundukkan kepalanya. Wajahnya memerah dan ia merasa sangat malu melihat sesuatu yang begitu menggiurkan di matanya tapi tidak seharusnya ia lihat.
" Sayang " panggil Satria karena Kinara hanya diam dan menundukkan kepalanya.
Kinara pun langsung mendongakkan kepalanya walaupun dengan wajah yang masih merah karena malu.
" Ah iya, kenapa? " jawab Kinara mengalihkan pandangannya agar tidak melihat dada bidang Satria.
" Kamu kenapa diem? " tanya Satria pada Kinara.
" Eng-Enggak papa, Mas " jawab Kinara gugup.
Satria pun menganggukkan kepalanya. Ia bisa mengerti sekarang, apalagi melihat Kinara gugup. Ia bisa melihat Kinara yang sedang malu dan mungkin karena penampilannya.
__ADS_1
" Maaf ya aku lupa ngambil baju ganti " ucap Satria pada Kinara.
" Eh iya gak papa, Mas " jawab Kinara tanpa menatap Satria.
" Bentar, aku ambil kunci kamar kamu " ucap Kinara berlalu meninggalkan Satria.
Kinara pergi ke kamarnya untuk mengambil kunci kamar Satria. Ia memang selalu mengunci kamar Satria dan hanya masuk ke sana untuk membersihkannya walaupun Satria membebaskan untuk masuk ke dalam kamar itu kapan saja.
Setelah mendapatkannya, Kinara pun langsung memberikannya kepada Satria.
" Kalau sudah selesai langsung ke meja makan. Aku sudah bikin mie instan rebus sama teh anget " ucap Kinara lalu segera pergi meninggalkan Satria.
Satria hanya tersenyum melihat Kinara yang sedang malu seperti itu.
" Rasanya gak sabar mau aku jadiin istri " ucap Satria terkekeh.
Satria sebenarnya ingin sekali segera menikahi Kinara tetapi ia tidak bisa karena ia harus bertugas dulu selama dua tahun. Kinara juga masih berkuliah dan Papa Lukman tidak mengizinkan Kinara menikah sebelum menyelesaikan pendidikannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1