Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
121. Rindu Tertahan+Visual


__ADS_3

Hari terus berganti dan tidak terasa enam bulan sudah Satria dan Kinara berpisah. Dalam waktu enam bulan itu hanya tiga kali Satria menghubungi Kinara saat keluar dari desa itu. Selama berada di sana, Satria dan rekan-rekannya cukup kesulitan mendapatkan bukti dan juga hanya mendapatkan petunjuk tentang pengedaran narkoba itu karena sepertinya ada pihak-pihak yang membantu mereka menutupi itu semua termasuk warga desa di sana. Penyelidikan mereka juga lambat karena mereka harus membantu warga untuk mengelola kebun sawit. Beberapa warga sempat curiga karena rombongan Satria tidak kunjung pergi dari desa itu tapi mereka memberi alasan jika mereka ingin mengabdi di desa itu sampai waktu yang tidak di tentukan.


Sore ini, Satria baru saja kembali dari kebun. Sedangkan Sandi pergi bersama dua orang lainnya untuk mencari markas para pengedar narkoba itu. Satria duduk di teras rumah yang selama enam bulan ini ia tempati. Ia memandangi foto Kinara dari ponselnya untuk mengurangi rindu yang tertahan di hatinya.


" Aku kangen banget, Sayang. Mungkin minggu depan aku baru bisa denger suara kamu lagi saat ke kota buat ambil persediaan senjata " ucap Satria dalam hati.


Sebenarnya di desa itu ada satu jaringan Wi-Fi di kantor desa tapi itu hanya boleh dipakai untuk kepentingan desa. Kata Pak Agus, hanya ada beberapa orang yang boleh menggunakan Wi-Fi itu dan mereka adalah orang-orang yang Satria curigai sebagai komplotan pengedar narkoba itu. Pak Agus juga sependapat dengan Satria, karena orang-orang itulah yang berkuasa di daerah sana selalu menekankan pada warga agar tidak terhubung dengan orang luar. Sepertinya mereka takut jika orang luar mengetahui tentang desa itu dan juga mengetahui tentang kejahatan mereka.


Satria memasukkan ponselnya ke dalam kantong celananya lalu mulai memikirkan lagi bagaimana cara yang harus ia lakukan. Ia juga menunggu kabar baik dari Sandi dan Sandi pulang dengan membawa petunjuk.


Saat Satria sedang fokus berpikir tentang cara menemukan markas pengedar narkoba itu, tiba-tiba ada seorang gadis yang datang menghampiri Satria.


" Satria " panggil gadis itu.


Satria pun langsung menoleh ke sumber suara itu. " Ada apa, Ayla? " tanya Satria pada gadis itu.


Ayla adalah seorang gadis dari desa itu yang juga merupakan anak dari kepala desa. Ayla tertarik pada Satria sejak pertama kali bertemu dan ia mencoba untuk mendekati Satria tanpa tahu jika hati Satria sudah terisi penuh dengan Kinara. Satria sebenarnya tidak terlalu menanggapi Ayla dan bersikap sama seperti pada orang yang lainnya tapi Ayla yang menganggapnya berbeda.


" Kamu sibuk gak sore ini? Aku mau aja kamu jalan-jalan " ucap Ayla pada Satria.


" Maaf Ayla, aku capek banget hari jadi gak bisa " tolak Satria.


Satria memang sedang lelah dan juga malas pergi bersama Ayla. Bukan hanya sekali Ayla mengajaknya jalan-jalan berdua tapi Satria selalu menolaknya, kecuali Sandi juga ikut dengan mereka.


" Kalau gitu aku masuk dulu " ucap Satria lalu masuk ke dalam rumah meninggalkan Ayla.


Satria tidak ingin berlama-lama dengan Ayla, apalagi mereka hanya berdua. Lebih baik ia mandi dan beristirahat. Baru setelah itu ia akan terus memandangi wajah cantik Kinara dari ponselnya, itu yang Satria lakukan setiap sore sampai malam jika tidak ada kegiatan.


***


Di malam yang dingin, rindu yang tertahan juga dirasakan oleh Kinara. Ia hanya bisa merasakan rindu tanpa bisa meluapkannya kepada Satria. Walaupun Satria hanya mengubunginya beberapa kali saja tapi tidak menyurutkan perasaannya untuk Satria.

__ADS_1


" Semoga kamu di sana baik-baik aja dan selalu di dalam lindungan Allah, Mas. Aku kangen banget sama kamu " ucap Kinara mengusap foto Satria di tangannya.


Selama ini Kinara berusaha menahan semua rindu yang semakin lama semakin terasa pada Satria. Mereka pernah berpisah cukup lama tapi kali ini terasa begitu berat.


Karena tidak ingin berlarut dalam merindukan Satria, Kinara memilih untuk menyibukkan dirinya di cafe. Ia bahkan sering pulang malam karena membantu karyawan yang lain melayani pengunjung.


" Mending sekarang aku ke cafe aja " ucap Kinara lalu meletakkan bingkai foto Satria kembali di atas nakas.


Kinara segera mengganti pakaiannya lalu setelah itu ia keluar dari rumah untuk pergi ke cafe. Kinara melajukan motornya dengan kecepatan sedang.


Saat baru memasuki cafe, Kinara bisa melihat Fajar yang sedang bersama dengan teman-temannya. Entah mengapa Kinara tidak nyaman dengan keberadaan Fajar. Fajar hampir setiap malam datang ke cafe dan seperti sedang berusaha untuk mendekatinya.


" Hai, Ra " sapa Fajar berdiri dari duduknya saat melihat Kinara.


Kinara pun hanya tersenyum untuk menanggapinya.


" Aku masuk dulu ya " ucap Kinara lalu langsung pergi dari hadapan Fajar.


Kinara masuk ke dalam ruangannya dan langsung melempar tubuhnya di atas sofa yang ada di sana. Baru saja hendak memejamkan matanya, tiba-tiba ada sebuah pesan yang masuk ke dalam ponselnya.


" Ra, kamu di cafe kan? Aku sama Raka mau ke sana sekarang " ucap Elsa dalam pesannya.


Kinara pun langsung membalas pesan dari Elsa itu. " Iya, kalian ke sini aja " balas Kinara.


Kinara pun keluar dari ruangannya setelah sepuluh menit karena Raka dan Elsa sudah sampai. Mereka memilih duduk di roof too cafe itu agar tidak terganggu dengan pengunjung.


" Lo kenapa, Ra? " tanya Raka yang melihat wajah lesu Kinara.


" Iya, kayak gak semangat hidup gitu " tambah Elsa.


" Gak papa, cuma entah kenapa hari ini aku ngerasa kangen banget sama Satria " jawab Kinara menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Emang Satria belum ada hubungin lo lagi? " tanya Raka pada Kinara.


Kinara menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


" Sabar Ra, mungkin dia belum ke kota lagi " ucap Elsa mengusap pundak Kinara.


" Kayaknya kasus ini bener-bener sulit deh, sudah setengah tahun lo tapi Satria belum juga bisa balik " ucap Raka karena sahabatnya itu tidak kunjung kembali.


" Iya, kata Satria pelakunya punya bekingan gitu jadi susah buat nemuinnya " ucap Kinara karena Satria menceritakan sedikit tentang keadaan di sana.


Mereka pun terus mengobrol dengan sesekali Raka dan Elsa mencoba untuk menghibur Kinara.


***


Hai guys aku baru kasih tunjuk visual Satria dan Kinara sesuai dengan imajinasi aku ya. Kalau kalian kurang suka, kalian bisa bayangkan sendiri Satria dan Kinara seperti apa.


Satria Bimantara



Kinara Larasati



Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2