
Kinara ikut bersama keluarga Satria untuk pulang ke rumah mereka. Kebetulan juga Kinara memang akan pulang ke rumah orang tuanya karena ia tidak memiliki jadwal kuliah selama tiga hari. Ia juga sudah lama tidak pulang ke rumah orang tuanya karena sibuk kuliah dan bekerja.
Mereka sekarang sedang makan siang bersama di rumah keluarga Satria. Bunda Wulan juga sudah memasak banyak sekali macam makanan untuk mereka.
" Masakan Bunda emang gak ada yang ngalahin " ucap Satria memakan masakan Bunda Wulan dengan sangat lahap.
Satria memang sangat merindukan masakan Bunda Wulan yang selama lima bulan ini tidak terasa di lidahnya.
" Kalau gitu kamu harus makan yang banyak " ucap Bunda Wulan tersenyum.
Ia sangat bahagia bisa melihat lagi putranya itu makan masakannya dengan sangat lahap.
Semua orang yang ada di sana pun tersenyum melihat itu, termasuk Kinara. Kinara bahkan tidak bisa berhenti menatap wajah laki-laki yang ia harapkan untuk menjadi jodohnya nanti.
Setelah selesai makan siang, Kinara langsung berpamitan untuk pulang ke rumah kedua orang tuanya.
" Biar aku anterin kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Gak usah Mas, aku bisa naik taksi online. Kamu baru aja kembali ke rumah, keluarga kamu pasti masih kangen sama kamu " tolak Kinara.
" Gak papa, Sayang. Biar Satria aja yang antar kamu, sekalian juga buat undang kedua orang tua kamu ke acara syukuran Satria yang sudah berhasil menjadi seorang polisi " ucap Bunda Wulan agar Kinara mau diantar oleh Satria.
Bunda Wulan sangat paham jika Satria ingin pergi berdua dan melepaskan rindu pada Kinara setelah lima bulan mereka tidak bertemu.
Akhirnya Kinara pun mau diantar pulang oleh Satria setelah mendengar ucapan Bunda Wulan.
" Sebentar ya, aku ambil jaket sama hp di kamar " ucap Satria pada Kinara.
Satria pun langsung pergi ke kamarnya dan tak lama kemudian Satria sudah kembali dengan menggunakan sebuah jaket di tubuhnya.
" Ara pamit dulu ya Tante, Om " ucap Kinara pada Ayah Arif dan Bunda Wulan.
" Iya Sayang " jawab Bunda Wulan dan Ayah Arif hanya menganggukkan kepalanya.
" Kak, aku duluan " ucap Kinara pada Rendra dan Puspa.
Rere dan Risa sedang tidur siang di kamar mereka yang ada di rumah itu.
" Iya Ra " jawab Puspa.
Satria dan Kinara pun mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan secara bergantian.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Satria dan Kinara akan pergi dengan menggunakan mobil. Satria tidak ingin menggunakan motor karena motor miliknya sudah lama tidak dipakai dan ia takut jika ada sesuatu yang rusak dan malah membahayakan mereka berdua.
__ADS_1
" Kita ke danau dulu ya, Sayang. Aku kangen pengen ngobrol berdua sama kamu " ucap Satria pada Kinara saat mereka berada di tengah perjalanan.
" Iya Mas " jawab Kinara menoleh ke arah Satria yang sedang fokus menyetir.
Jujur saja Kinara juga merasa sangat rindu untuk sekedar mengobrol dengan Satria. Ia juga ingin mengobrol dengan Satria untuk melepaskan rindunya.
Lima belas menit kemudian, mereka sudah sampai di danau buatan milik keluarga Satria. Mereka pun langsung turun dari mobil dan mendekati tepi danau.
" Kita naik perahu yuk " ajak Satria pada Kinara.
Kinara tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Satria naik ke atas perahu terlebih dahulu lalu Kinara juga naik dengan berpegangan pada tangan Satria.
" Hati-hati, Sayang " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Setelah Kinara naik ke atas perahu dan duduk dengan nyaman, Satria pun mendayung perahu itu untuk pergi ke tengah danau. Kinara tersenyum melihat danau itu yang terlihat semakin indah karena sejak terakhir ia ke danau itu bersama dengan Satria. Bunga-bunga yang ada di pinggir danau juga semakin memperindah danau buatan itu.
" Danau ini tambah bagus ya, Mas " ucap Kinara sambil melihat sekeliling danau.
" Iya Sayang " jawab Satria yang masih menggerakkan dayung di tangannya.
Saat mereka sudah berada di tengah danau, Satria membiarkan mereka terombang-ambing di tengah danau.
" Iya Mas " jawab Kinara menatap Satria.
" Aku bener-bener kangen sama kamu, Ra. Setiap hari sebelum tidur aku selalu liat foto kamu buat mengurangi rasa kangen aku sama kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Aku juga Mas, aku bahkan mencoba untuk terus menahan kangen sama kamu. Aku selalu kirim pesan ke kamu dan ceritain semua yang aku lakuin setiap hari " jawab Kinara.
" Kamu serius? " tanya Satria memastikan.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria belum membuka ponselnya dari tadi karena ponselnya habis daya. Satria pun langsung mengambil ponselnya di dalam kantong celananya dan menyalakannya dan benar begitu banyak pesan dari Kinara yang menceritakan semua kegiatannya pada dirinya.
" Aku pasti akan membaca semuanya nanti " ucap Satria saat melihat begitu banyak pesan dari Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum.
Satria dan Kinara pun menghabiskan waktu cukup lama di danau itu. Mereka berdua mengobrol banyak sekali hal untuk melepaskan semua rindu yang mereka rasakan selama ini. Satria juga menceritakan hari-hari saat menjalani pendidikan di sana.
****
Hari sudah semakin sore dan Satria pun mengajak Kinara untuk pulang.
__ADS_1
" Kita pulang sekarang ya. Ini sudah sore " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria mendayung perahu itu lagi untuk kembali ke tepi danau. Satria turun terlebih dulu dari perahu lalu memegang tangan Kinara agar Kinara tidak terjatuh saat turun dari perahu itu.
Kemudian Satria dan Kinara masuk ke dalam mobil Satria lalu Satria melajukannya meninggalkan danau dan menuju rumah kedua orang tua Kinara.
Sesampainya di rumah itu, Satria dan Kinara pun langsung turun dari mobil. Mereka berjalan menuju pintu rumah.
Tok tok tok.
Kinara mengetuk pintu rumah itu dan tak lama pintu itu pun dibuka oleh Alina.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara.
" Walaikumsalam " jawab Alina.
" Kakak " ucap Alina lalu memeluk Kinara.
Kinara tidak pulang hampir selama satu bulan sehingga membuat Alina merindukan kakaknya itu.
" Loh, Kak Satria sudah selesai pendidikannya? " tanya Alina saat melihat Satria berdiri di belakang Kinara.
" Iya Lin " jawab Satria tersenyum.
Setelah itu mereka pun masuk ke dalam rumah. Alina pergi memanggil Papa Lukman dan Mama Santi.
Kinara langsung memeluk kedua orang tuanya saat melihat mereka memasuki ruang tamu lalu setelah itu bergabung dengan Satria duduk di sofa yang ada di ruang tamu.
" Selamat ya, Satria. Om bangga sama kamu " ucap Papa Lukman pada Satria.
" Terima kasih, Om " jawab Satria tersenyum.
Setelah berbasa-basi menanyakan kabar sebentar, Satria pun langsung menyampaikan tujuannya untuk mengundang Papa Lukman dan Mama Santi serta Alina untuk datang ke acara syukurannya besok.
" Begini Om, Satria ke sini sekalian mau mengundang Om dan Tante sekeluarga untuk datang ke acara syukuran besok di rumah " ucap Satria pada Papa Lukman dan Mama Santi.
" Insya Allah kami semua akan datang besok " jawab Papa Lukman.
Setelah itu Satria pun langsung pamit untuk pulang karena ia ingin sampai rumah sebelum magrib.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘