
Keesokkan paginya, Satria pergi ke Pelabuhan Merak, Banten bersama dengan keluarga dan Kinara yang mengantar keberangkatannya. Satria dan rekan kerjanya yang lain akan menaiki kapal laut yang sudah disiapkan oleh satuannya dari Pelabuhan mereka Banten menuju Pelabuhan Belawan, Medan.
Satria duduk bersebelahan dengan Kinara di kursi penumpang, sedangkan Ayah Arif menyetir mobil dengan Bunda Wulan di sampingnya. Rendra dan Puspa serta anak-anak mereka berada di mobil yang berbeda.
Satria terus menggenggam tangan Kinara selama perjalanan, ia ingin menikmati waktu itu sebelum mereka harus terpisah oleh jarak yang entah sampai kapan.
" Makasih ya sudah mau genggam tangannya, Ra " bisik Satria agar Ayah Arif dan Bunda Wulan tidak bisa mendengarnya.
Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
***
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di Pelabuhan Merak Banten. Di sana juga sudah ada banyak rekan-rekan Satria yang juga diantar oleh keluarga dan orang-orang terkasih. Mereka semua turun dari mobil dan mengeluarkan barang-barang yang akan Satria bawa.
" Ayah, Bunda, sebentar ya. Aku mau ngomong berdua sama Ara " izin Satria pada Ayah Arif dan Bunda Wulan.
Ayah Arif dan Bunda Wulan pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Kemudian Satria menarik pelan tangan Kinara berjalan sedikit menjauh dari keluarganya.
" Sayang " ucap Satria setelah mereka menjauh dan berdiri berhadapan.
" Iya Mas " jawab Kinara.
Satria mengeluarkan sesuatu dari kantong celananya. Sebuah kotak persegi panjang berwarna merah yang mungkin sudah bisa Kinara tebak apa isinya.
__ADS_1
" Sebenarnya aku mau kasih ini saat kita ulang tahun satu bulan lagi, tapi karena aku harus pergi jadi aku kasih ini sekarang aja " ucap Satria membuka kotak itu yang berisi kalung yang sangat indah.
(Kira-kira seperti itu kalung yang diberikan Satria untuk Kinara?)
Satria dan Kinara lahir di hari, tanggal, bulan dan tahun yang sama. Mereka hanya berbeda dua jam saja saat lahir. Satria ingin merayakan ulang tahun mereka berdua bersama-sama seperti tahun-tahun sebelumnya tapi tahun ini tidak bisa.
" Gimana? Kamu suka? " tanya Satria pada Kinara.
" Suka banget, Mas " jawab Kinara dengan mata berkaca-kaca.
Ia sangat terharu, Satria memberikannya sebuah kalung yang begitu indah untuk kado ulang tahunnya.
" Kamu pakai ya nanti " ucap Satria menutup kembali kotak itu dan memberikannya pada Kinara.
" Makasih ya, Mas " ucap Kinara tersenyum lalu menghapus air mata dari pipinya.
" Iya Sayang " jawab Satria.
" Kamu jangan menangis dong, Ra " ucap Satria yang tidak ingin Kinara menangisi kepergian dirinya.
" Aku cuma terharu Mas, aku seneng banget terima hadiah ini dari kamu " jawab Kinara.
Satria tersenyum lalu mengusap sisa-sisa air mata di wajah Kinara.
__ADS_1
" Oh iya, aku juga sudah siapin kado ulang tahun buat kamu " ucap Kinara pada Satria.
Kinara memasukkan hadiah dari Satria ke dalam tasnya lalu mengambil hadiah untuk Satria. Kinara mengeluarkan sebuah kotak kecil berisi jam tangan dari dalam tasnya.
" Ini Mas, semoga kamu suka " ucap Kinara memberikan itu pada Satria.
Satria menerimanya dengan begitu bahagia. Ia membuka kotak itu dan terlihat sebuah jam tangan yang ia inginkan.
" Sayang, ini kan jam yang aku pengen tapi belum sempat aku beli " ucap Satria dengan mata berbinar.
" Aku sengaja beliin ini buat kamu karena kamu pernah cerita pengen banget jam tangan itu " ucap Kinara tersenyum.
" Makasih banyak ya Sayang " ucap Satria sangat senang.
" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum.
Setelah itu mereka berdua kembali menghampiri keluarga Satria sebelum ada pemberitahuan keberangkatan Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘