
Satria memeluk tubuh Kinara di dalam selimut dengan keadaan mereka yang belum menggunakan apa-apa. Kinara bahkan menyusupkan kepalanya di ceruk leher Satria dan menghirup wangi tubuh sang suami.
" Mas, ini masih sakit? " ucap Kinara mengusap bekas luka tusukan di dada sebelah kanan Satria.
" Enggak, Sayang " jawab Satria yang masih asik memainkan rambut panjang sang istri.
Kinara terus melihat luka itu dengan mata yang berkaca-kaca karena luka tusukan itu yang hampir saja membuat Satria meninggalkan dirinya untuk selama-lamanya.
" Kenapa, Sayang? " tanya Satria karena Kinara hanya diam dan mengusap bekas lukanya.
" Gak papa, Mas " jawab Kinara tidak ingin Satria mengetahuinya apa yang ia rasakan.
" Kalau begitu lebih baik kita tidur. Kita harus mandi wajib sebelum orang-orang rumah bangun " ucap Satria mempererat pelukannya.
Kinara menganggukkan kepalanya lalu melingkarkan tangannya di pinggang sang suami. Kinara mulai tertidur dengan menjadikan lengan Satria sebagai bantal.
***
Satria dan Kinara bangun saat pukul setengah empat pagi. Mereka berdua harus segera mandi wajib sebelum waktu subuh tiba dan sebelum orang-orang yang ada di rumah itu terbangun.
" Ayo Mas, cepat " ucap Kinara dengan suara pelan agar tidak menimbulkan keributan.
" Iya Sayang " jawab Satria sembari melilitkan sebuah handuk untuk menutupi tubuhnya yang polos.
Satria dan Kinara akan mandi di kamar mandi belakang karena di kamar Kinara itu tidak terdapat kamar mandi.
" Kita mandi bareng aja, Sayang. Kalau gantian nanti kelamaan " ucap Satria saat sudah berada di depan kamar mandi.
Kinara pun menyetujuinya agar lebih mempersingkat waktu. Lagipula mereka tidak memiliki banyak waktu lagi karena sebentar lagi Mama Santi pasti akan bangun.
Kemudian Satria dan Kinara langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi bersama. Di sela-sela kegiatan mandi mereka, tangan nakal Satria mencuri-curi kesempatan untuk menyentuh tubuh sang istri.
" Mas, tangannya " ucap Kinara kesal saat Satria meremas kedua dadanya.
__ADS_1
" Aku cuma bantu kamu gosok badan, Sayang " jawab Satria memberikan pembelaan.
" Kalau mau gosok ya gosok aja, jangan yang lain-lain " ucap Kinara karena dari tadi Satria terus menyentuh titik-titik sensitifnya dan bila tidak dihentikan maka ia pun akan terpancing.
" Sambil menyelam minum air, Sayang " jawab Satria tersenyum.
Kinara menghela napasnya panjang. Satria memang selalu bisa memberikan alasan dan modus untuk bisa membuatnya terperangkap dalam sentuhannya.
" Sekarang jangan lagi, kita harus cepat selesai mandi " ucap Kinara pada Satria.
" Iya Sayang " jawab Satria melanjutkan menggosok tubuh sang istri.
Setelah itu Satria dan Kinara segera membilas tubuh mereka dengan air bersih dan menyelesaikan kegiatan mandi mereka. Kinara segera menggunakan bathrobe dan membungkus rambutnya yang basah dengan menggunakan handuk. Satria juga menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya bagian bawah.
" Semoga Papa Mama sama Alina belum bangun " gumam Kinara sebelum keluar dari kamar mandi.
Kemudian Satria dan Kinara segera keluar dari kamar mandi, tetapi baru beberapa langkah terlihat Alina yang berjalan mendekat ke arah mereka. Sepertinya Alina ingin pergi ke kamar mandi dan Kinara pun langsung panik.
" Alina? Gimana ini? " gumam Kinara panik.
" Kakak sama Kak Satria ngapain pagi-pagi buta udah mandi? Pakai keramas segala, emang gak dingin ya? " tanya Alina heran.
Alina melihat penampilan Satria yang rambutnya basah dan Kinara yang membungkus rambutnya dengan handuk, sudah tentu mereka keramas.
" Em, kita kepanasan. Cuacanya kan lagi panas banget ini " jawab Satria mencari alasan yang pas.
" Iya, panas banget ini " tambah Kinara mengipaskan tangannya agar lebih meyakinkan.
" Panas? Perasaan dingin tuh " ucap Alina tidak percaya.
Alina merasa jika udara malam itu sangat dingin dan bisa-bisanya dua orang itu mengatakan jika mereka kepanasan, Alina sungguh sangat heran. Tentu saja Satria dan Kinara merasa panas karena mereka melakukan olahraga di atas ranjang, Alina yang baru beranjak dewasa jelas belum berpikir ke arah sana.
Satria dan Kinara bingung harus memberikan alasan apa lagi karena sepertinya Alina tidak mempercayai ucapan mereka.
__ADS_1
" Ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul di depan kamar mandi? " tanya Mama Santi yang tiba-tiba datang menghampiri mereka.
Kinara memejamkan matanya, ia sungguh sangat malu Mama Santi melihat mereka seperti ini dan sudah pasti tahu apa yang mereka lakukan hingga harus mandi sepagi ini.
" Mampus, pake ketahuan Mama mertua lagi " ucap Satria di dalam hati.
" Ini, Ma. Masa Kak Satria sama Kak Ara bilang kalau cuacanya panas, padahal kan dingin. Mana mereka mandi pagi-pagi buta terus keramas lagi " jawab Alina.
Wajah Kinara sangat malu dan begitu pun Satria yang menjadi salah tingkah. Apalagi Mama Santi begitu memperhatikan mereka lalu tersenyum.
" Sepertinya sebentar lagi aku akan punya cucu " ucap Mama Santi dalam hati karena ia sudah bisa menebak apa yang terjadi.
" Ya mungkin saja Kak Satria sama Kak Ara memang benar kepanasan, kan di kamar mereka gak ada kipas angin atau AC. Jadi mereka harus mandi dan sampai KERAMAS juga " ucap Mama Santi menekan kata keramas.
Satria dan Kinara tidak bisa menahan rasa malu mereka lagi, Mama Santi juga tersenyum seperti menggoda mereka.
Alina pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti setelah mendengar ucapan Mama Santi.
" Kalau gitu aku ke kamar mandi dulu, udah kebelet " ucap Alina langsung masuk ke kamar mandi.
Alina memang sudah ingin buang air besar dan harus ia tahan sebentar karena melihat Satria dan Kinara mandi di pagi buta.
" Lebih baik sekarang kalian segera ke kamar dan berpakaian, nanti kalian bisa masuk angin " ucap Mama Santi pada Satria dan Kinara.
" Iya Ma " jawab Satria dan Kinara bersamaan.
Setelah itu Satria dan Kinara segera pergi ke kamar mereka dan meninggalkan Mama Santi karena mereka sudah sangat malu. Sedangkan Mama Santi hanya tertawa kecil melihat itu dan ia juga merasa sangat bahagia melihat putri dan menantunya menjalani rumah tangga mereka dengan sebenarnya. Mama Santi hanya berharap Kinara segera mengandung dan memberikannya seorang cucu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘