
Pagi-pagi sekali Kinara sudah bersiap-siap untuk pergi ke kampus karena ia ada jadwal mata kuliah pada pukul tujuh pagi. Dan sebelum itu ia juga harus mencari beberapa buku di perpustakaan kampus jadi ia harus berangkat lebih pagi.
" Berangkat sekarang aja deh daripada nanti telat " ucap Kinara lalu meraih tas miliknya dan keluar dari kamar.
Sebelum keluar dari rumah, Kinara terlebih dahulu mengambil kotak bekal yang sudah ia siapkan dan juga helm miliknya. Tapi saat ia baru membuka pintu, ia melihat ada Fajar sudah berada di depan pagar rumah itu. Kinara pun langsung menutup pintu itu kembali.
" Kenapa Fajar ada di sini? Dan kenapa dia bisa tau kalau aku tinggal di sini? " gumam Kinara sambil kembali melihat Fajar dari sela-sela pintu.
Kinara sebenarnya sudah sangat malas jika harus bertemu Fajar lagi tapi ia harus segera pergi ke kampus sekarang. Kinara pun memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Raka agar menjemputnya sekarang untuk menghindari jika Fajar mengajaknya pergi atau apa ia bisa menolaknya dengan alasan sudah ada janji dengan Raka. Jika ia hanya sendiri, Fajar tidak akan percaya dan akan memaksa Kinara seperti biasanya.
" Semoga Raka cepet dateng deh " ucap Kinara memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas.
Kinara memutuskan untuk keluar dari rumah dan mencoba mengusir Fajar sebelum Raka datang.
Terlihat sekali Fajar langsung turun dari motornya saat melihat Kinara keluar dari rumah. Kinara seolah tidak mengetahui keberadaan Fajar dan mengunci pintu rumah itu.
" Kinara " panggil Fajar.
Kinara langsung menoleh dan bersikap seolah terkejut dengan keberadaan Fajar di sana. Kinara berjalan mendekati Fajar.
" Fajar? Kok kamu di sini? " tanya Kinara pada Fajar.
" Sengaja, aku mau jemput kamu dan anter kamu ke kampus " jawab Fajar.
Kinara menganggukkan kepalanya seolah mengerti. " Tapi kok kamu tau kalau aku tinggal di sini? " tanya Kinara dengan tatapan menyelidik.
" Kamu gak perlu tau aku bisa tau kamu tinggal di sini dari mana. Sekarang mending kita berangkat aja yuk " ucap Fajar.
" Sorry ya, aku gak bisa. Aku sudah janjian mau berangkat bareng Raka " tolak Kinara dengan alasan itu.
Wajah Fajar berubah kecewa sekaligus kesal mendengar itu.
" Bilang aja sama Raka kalau kamu berangkat bareng aku, Ra " ucap Fajar berusaha agar Kinara mau ia antar.
" Gak bisa. Lagian Satria juga percayain Raka buat jaga aku selama dia tugas jadi aku harus sama Raka " jawab Kinara tidak ingin Fajar memaksanya lagi.
__ADS_1
Terlihat wajah Fajar bertambah kesal saat ia menyebutkan nama Satria.
" Ra, sebenernya ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu " ucap Fajar karena sepertinya Kinara tidak ingin pergi bersama dirinya.
" Ngomong aja " jawab Kinara.
Fajar meraih kedua tangan Kinara dan menggenggamnya, Kinara ingin menariknya tapi Fajar menahannya dengan erat.
" Fajar, lepas tangan aku. Gak enak kalau ada yang lihat " ucap Kinara gelisah melihat ke sekeliling karena takut jika Rendra atau Puspa melihat Fajar yang memegang tangannya.
Tapi Fajar tetap memegang tangan Kinara dan tidak ingin melepaskannya.
" Ra, aku cinta sama kamu. Aku dulu nyesel lebih milih Rena dan gak peka sama perasaan kamu. Tapi sekarang aku juga sudah cinta sama kamu, kamu mau kan jadi pacar aku. Kita bisa hubungan sama-sama karena sekarang kita saling cinta " ucap Fajar pada Kinara.
Kinara terkejut, walaupun ia sudah merasa jika Fajar berusaha mendekatinya tapi ia tidak menyangka jika Fajar akan menyatakan cinta kepadanya.
" Aku gak bisa dan aku juga sudah punya orang yang harus aku jaga hatinya. Kamu tau itu juga kan " tolak Kinara melepaskan tangannya dari genggaman Fajar.
" Tapi kamu cinta kan sama aku, Ra. Kamu tinggalin aja Satria, dia juga gak di deket kamu sekarang " ucap Fajar seperti tidak menerima penolakan Kinara dan masih menyakini jika Kinara mencintai dirinya.
" Aku gak bisa tinggalin Satria. Aku memang cinta sama kamu tapi itu dulu bukan sekarang. Sekarang laki-laki yang aku cintai adalah Satria " jawab Kinara tegas.
" Kau kamu gak bisa tinggalkan dia gak papa, Ra. Kami bisa selingkuh sama aku dan kita bisa sama-sama tanpa kamu harus ninggalin Satria. Lagian Satria gak ada di sini dan gak tau kalau kamu selingkuh sama aku. Aku yakin kamu masih cinta sama aku dan kalau kita sama-sama, cinta itu pasti kembali lagi kayak dulu " ucap Fajar tetap memaksa agar Kinara mau menjalin hubungan dengan dirinya.
Plak.
Sebuah tamparan keras Kinara hadiahkan di pipi Fajar agar Fajar tidak berbicara sembarangan. Kinara bukan wanita bodoh yang mau diajak selingkuh oleh laki-laki yang sudah menorehkan luka dan mengkhianati laki-laki yang begitu mencintainya.
" Denger ya, Fajar. Aku gak sudi buat selingkuh sama kamu yang udah buat hati aku sakit dulu dan khianati laki-laki sebaik dan sesempurna Satria. Aku mau jadi teman kamu lagi sekarang juga karena kamu dulu baik sama aku tapi kamu malah ngelunjak ya. Aku nyesel banget pernah jatuh cinta sama orang kayak kamu. Sekarang aku gak mau liat wajah kamu apalagi berteman sama kamu lagi " ucap Kinara pada Fajar dengan emosi.
" Sekarang mending pergi dari sini dan jangan pernah tunjukkin diri kamu di depan aku lagi " usir Kinara yang sudah tidak ingin melihat wajah Fajar lagi.
Fajar hanya diam dan memegangi pipinya yang terasa perih setelah ditampar oleh Kinara dengan keras. Ia tidak menyangka Kinara yang ia kenal sebagai perempuan yang lembut akan menampar dirinya.
" Ra, kamu benar-benar nolak aku? " tanya Fajar tidak menerima kenyataan.
__ADS_1
" Iya, aku nolak kamu dan sekarang kamu pergi " jawab Kinara dengan tatapan tajam.
Bertepatan dengan itu, Raka baru sampai dengan motornya dan langsung menghampiri mereka.
" Ngapain lo di sini heh? Lo mau gangguin Kinara? " ucap Raka yang melihat wajah Kinara tidak bersahabat pada Fajar.
" Bukan urusan lo dan lo gak perlu ikut campur " jawab Fajar tidak suka dengan kedatangan Raka.
Mendengar itu Raka langsung menarik kerah baju Fajar. " Kinara tanggung jawab gue sekarang dan jelas itu urusan gue " ucap Raka tidak terima dengan yang dikatakan oleh Fajar.
" Sudah, Ka " ucap Kinara menarik tangan Raka.
Kinara tidak ingin sampai terjadi perkelahian di sana nantinya antara Raka dan Fajar.
" Dan kamu sekarang pergi dari sini atau aku panggil keamanan di kompleks ini. Kamu tau kan ini kompleks apa dan kamu pasti bakal terkena masalah nanti " ucap Kinara menunjuk Fajar.
Raka melepaskan tangannya dari kerah baju Fajar agar Fajar cepat pergi. Dan Fajar mau tidak mau harus pergi sekarang karena ia tidak ingin terkena masalah.
Kinara bernapas lega saat Fajar sudah benar-benar pergi dari sana. Beruntung saat itu masih pagi sehingga tidak ada tetangganya yang melihat keributan karena Fajar.
" Lo gak papa kan, Ra? " tanya Raka memastikan keadaan Kinara.
" Iya, gue gak papa " jawab Kinara.
" Dia ngomong apa aja sama lo? " tanya Raka pada Kinara.
" Nanti gue ceritain. Sekarang gue harus cepet sampai kampus " jawab Kinara.
Setelah itu mereka pun langsung mengendarai motor masing-masing untuk menuju kampus karena Kinara sudah hampir terlambat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘