
Kinara yang baru kembali ke ruang guru setelah mengajar tiba-tiba mendapatkan sebuah telepon dari pihak kampus tempat dirinya mengajar. Mereka mengabarkan jika Kinara mendapatkan sebuah beasiswa penuh untuk program magister di Singapura. Kinara tentu saja merasa sangat senang mendengar kabar baik itu karena ia bisa berkuliah di luar negeri tanpa biaya sepeser pun. Tapi ada rasa sedih di hatinya karena jika ia mengambil beasiswa itu maka ia harus pergi ke Singapura dan meninggalkan Satria.
Kinara tidak bisa mengambil keputusan untuk menerimanya atau tidak secara langsung. Ia harus memikirkannya dan membicarakan semua itu dengan Satria dan juga kedua orang tua mereka. Mereka sudah hampir menikah dan itu artinya Kinara meninggalkan Satria ketika sudah menjadi seorang istri. Apalagi mereka baru bertemu kembali setelah sekian lama dan Kinara merasa tidak sanggup jika harus berpisah dengan Satria lagi.
" Saya belum bisa memutuskannya sekarang, Pak. Saya akan segera menghubungi Anda jika sudah memutuskan untuk menerimanya atau tidak " ucap Kinara pada seseorang dari pihak kampus karena belum bisa memberikan keputusan sekarang.
" Baiklah, kami menunggu keputusan dari kamu. Saya hanya berharap kamu menerimanya karena ini merupakan kesempatan yang besar untuk kamu " ucap orang itu.
" Baik Pak " jawab Kinara.
Panggilan telepon itu pun terputus dan Kinara meletakkan ponsel miliknya di atas meja kerjanya.
" Aku harus bagaimana? Sayang sekali kalau aku tidak menerima beasiswa ke luar negeri ini, tapi aku juga gak bisa meninggalkan Mas Satria yang nanti sudah menjadi suamiku. Aku harus membicarakan ini sama Mas Satria " ucap Kinara merasa bingung.
Setelah itu Kinara memutuskan untuk pergi ke kantin sekolah dan mencari minuman dingin untuk menyegarkan kepalanya. Sekalian juga ia ingin memantau anak-anak didiknya di sana.
" Mbak, tolong jus jeruknya satu ya " ucap Kinara pada penjaga kantin.
" Baik Bu " jawab penjaga kantin itu.
Tidak butuh waktu lama, jus jeruk pesanan Kinara pun telah siap dan Kinara segera membayarnya.
" Terima kasih, Mbak " ucap Kinara menerima jus jeruk itu.
" Sama-sama, Bu Kinara " jawab penjaga kantin.
Kinara melihat ke seluruh kantin dan hampir seluruh siswanya sedang menikmati makanan mereka di jam istirahat. Kinara tersenyum saat melihat Andrew dan kedua temannya berada di kantin dan tidak pergi ke atap sekolah untuk merokok.
__ADS_1
" Syukurlah mereka sedikit demi sedikit mulai berubah menjadi lebih baik " gumam Kinara melihat ketiga siswanya itu.
Saat Kinara ingin keluar dari kantin, Jeni memanggilnya untuk bergabung dengannya dan juga siswa yang lainnya. Akhirnya Kinara pun segera bergabung dengan mereka, lagipula jam masuk masih cukup lama berbunyi. Mereka mengobrol begitu nyaman dengan Kinara karena Kinara bukan hanya memposisikan dirinya sebagai seorang guru tetapi juga seorang teman.
Di meja yang lain, Andrew sedang memperhatikan Kinara yang sedang mengobrol bersama dengan Jeni dan yang lainnya.
" Semoga Ibu selalu bahagia bersama Bang Satria. Aku akan bahagia kalau melihat Ibu bahagia " ucap Andrew dalam hati.
Andrew sedang berusaha mengikhlaskan Kinara bahagia bersama pilihannya. Biarlah ia pendam perasaan ini hingga hilang dan Kinara tidak perlu mengetahuinya.
" Lo pasti bisa lupain Bu Kinara, cuma butuh waktu aja " ucap Calvin menepuk pundak Andrew.
Calvin menyadari jika dari tadi Andrew terus memperhatikan Kinara yang tidak jauh dari meja mereka.
" Gue yakin lo juga bakal dapet yang lebih dari Bu Kinara " tambah Ibil yang juga menyadari itu.
***
Saat jam pulang sekolah, Kinara segera keluar dari ruang guru dan menuju parkiran. Sebelum ia pergi meninggalkan sekolah, Kinara menyempatkan untuk mengirimkan pesan pada Satria dan mengatakan jika ia ingin bertemu. Kinara meminta Satria datang ke danau yang biasa mereka datangi karena di sana adalah tempat yang pas untuk membicarakan sesuatu hal yang penting.
Setelah pesan itu terkirim, Kinara segera memakai helm miliknya lalu melajukan motornya menuju danau.
" Semoga Mas Satria bisa datang " ucap Kinara di tengah perjalanan.
Sesampainya di danau itu, Kinara segera memarkirkan motornya lalu menuju sebuah bangku di tepi danau. Di sana tidak ada siapa pun selain dirinya dan ia akan menunggu Satria di sana.
Setelah menunggu sekitar tiga puluh menit, akhirnya Satria datang juga. Satria pun langsung duduk di samping Kinara.
__ADS_1
" Maaf ya kamu nunggu lama. Aku baru liat pesan dari kamu saat aku keluar dari kantor " ucap Satria merasa bersalah karena membuat Kinara cukup lama menunggunya.
" Gak papa, Mas " jawab Kinara tersenyum.
Satria langsung menanyakan tujuan Kinara mengajaknya ke danau. Biasanya mereka akan pergi ke danau jika ingin membicarakan hal penting atau hari yang spesial. Hari ini bukan hari yang spesial untuk mereka sehingga pasti ada hal penting yang ingin Kinara sampaikan kepadanya.
" Tadi aku mendapatkan telepon dari pihak kampus. Mereka memberikan kabar jika aku mendapat beasiswa untuk program magister ke Singapura " ucap Kinara memberitahu Satria.
Satria terlihat senang setelah mendengar itu dari Kinara.
" Wah, selamat ya Sayang. Aku bangga sama kamu " ucap Satria memberikan selamat pada calon istrinya itu.
Kinara pun hanya menganggukkan kepalanya dengan sebuah senyum tipis. Satria pun merasa heran karena sepertinya Kinara tidak merasa senang mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
" Tapi kok kamu kelihatan gak senang sih. Ini kan berita baik dan kamu bisa melanjutkan pendidikan kamu di luar negeri " ucap Satria pada Kinara.
" Kalau aku menerima beasiswa itu dan pergi ke Singapura, itu artinya aku harus ninggalin kamu. Kita sudah terpisah cukup lama dan aku gak sanggup kalau jauh dari kamu lagi. Apalagi nanti statusku sudah berubah menjadi seorang istri " ucap Kinara menundukkan kepalanya.
Satria pun terdiam karena yang dikatakan oleh Kinara. Satria baru terpikir jika memang mereka harus berpisah lagi jika Kinara menerima beasiswa itu dan pergi keluar negeri. Tapi Satria juga tidak ingin egois dan melarang Kinara untuk melanjutkan pendidikannya. Ia pun tidak bisa jika harus mengikuti Kinara pergi ke Singapura karena tugas dan tanggung jawabnya ada di sini.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1