Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
196. Bulan Madu


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Satria dan Kinara sudah berada di bandara internasional Soekarno Hatta karena penerbangan mereka itu pada jam tujuh pagi. Tidak ada satu pun yang mengantar mereka ke bandara karena itu memang permintaan dari Satria dan Kinara sebab tidak ingin merepotkan kedua orang tua mereka dan yang lainnya.


" Makan dulu sandwich nya " ucap Kinara menyuapi Satria.


Mereka menyempatkan untuk mengisi perut selagi menunggu untuk boarding dan mereka akan lanjut makan nanti di pesawat.


Satria dengan senang hati membuka mulutnya dan menerima suapan dari sang istri. Apalagi itu adalah sandwich coklat buatan Kinara yang merupakan makanan favoritnya.


" Rasanya benar-benar gak berubah dari dulu. Aku bahkan bisa membedakan sandwich coklat buatan kamu atau bukan " ucap Satria sambil mengunyah sandwich coklat yang sudah di dalam mulutnya.


Kinara pun tersenyum karena memang dari dulu Satria sangat menyukai sandwich coklat buatannya.


Beberapa saat kemudian Satria dan Kinara segera melakukan boarding ke dalam pesawat yang akan membawa mereka ke Paris, Perancis. Satria memilih berada di kelas satu walaupun harganya cukup mahal karena ia ingin mereka merasa nyaman dan memiliki privasi bersama sang istri.


" Aku sengaja pilih di sini supaya kamu nyaman " ucap Satria saat pesawat baru lepas landas.


" Aku akan merasa nyaman dimana pun asal bersama kamu, Mas. Di kelas ekonomi pun aku gak masalah " jawab Kinara tersenyum.


Kinara tidak berbohong dan memang benar adanya jika ia akan merasa nyaman di mana pun jika bersama dengan Satria, sang belahan jiwa.


Satria dan Kinara menikmati semua pelayanan yang diberikan saat mereka berada di kelas satu, mulai dari makanan, kursi yang bisa dijadikan tempat tidur, dan masih banyak lagi karena waktu penerbangan mereka yang cukup lama. Satria dan Kinara juga menyempatkan untuk beristirahat dan tidur selama berada di dalam pesawat.


***


Setelah menempuh perjalanan udara sekitar kurang lebih enam belas jam lima belas menit, pesawat yang ditumpangi Satria dan Kinara sudah mendarat di Bandar Udara Charles de Gaulle Paris, Paris, Perancis. Satria dan Kinara tiba di Paris pada jam enam sore waktu Perancis.


Kota Paris merupakan ibu kota dari negara Prancis. Kota ini dikenal sebagai pusat fashion, budaya, serta karya seni di dunia. Di setiap sudut kota Paris layaknya keindahan yang tidak memiliki batas. Maka itu, wajar saja Paris menjadi destinasi liburan favorit bagi kalangan traveler. Termasuk Satria yang memilih kota Paris untuk menghabiskan waktu bulan madu bersama Kinara.

__ADS_1


Paris memiliki banyak landmark romantis, seperti Tour D'Eiffel dan Le Pont Des Arts, yang menambah perasaan romantis. Bukan hanya dikenal sebagai Kota Cinta, Paris juga dikenal sebagai Kota Cahaya, karena banyaknya monumen bercahaya yang menandai Sungai Seine yang berkelok-kelok melintasi kota.


Rasanya sudah tidak sabar Satria mengajak Kinara untuk pergi ke tempat-tempat romantis yang ada di kota Paris dan membuat momen indah serta penuh cinta di sana.


" Capek, Sayang? " tanya Satria saat keluar dari bandara.


" Iya, sedikit capek " jawab Kinara karena perjalanan yang cukup panjang membuat tubuhnya terasa lelah.


Setelah itu Satria segera memesan taksi untuk membawa mereka ke sebuah apartemen yang sudah Satria sewa selama mereka berbulan madu di Paris. Satria benar-benar menyiapkan semuanya dari lama agar mereka bisa langsung beristirahat setelah sampai di Paris.


" Tidurlah dulu " ucap Satria menarik kepala Kinara untuk bersandar di bahunya.


Waktu yang dibutuhkan untuk sampai di apartemen mereka yang berada di pusat kota sekitar tiga puluh menit sehingga ada sedikit waktu untuk tidur selama perjalanan.


Kinara menganggukkan kepalanya karena ia merasa sangat mengantuk dan juga lelah, karena jika di Indonesia sekarang ini sudah jam sebelas malam. Perbedaan waktu lima jam antara Indonesia dan Perancis membuat Kinara tidak terbiasa dan ingin tidur di sore hari.


" Thank you " ucap Satria pada supir taksi setelah menurunkan semua barang-barang mereka.


Setelah itu Satria dan Kinara membawa koper mereka masing-masing memasuki lobi apartemen dan meminta kartu akses apartemen itu pada resepsionis.


" Sabar ya, sebentar lagi kita sampai " ucap Satria saat mereka sudah berada di dalam lift untuk menuju apartemen mereka di lantai lima.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Sesampainya di apartemen, Kinara langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia ingin segera beristirahat dan tidur tetapi Satria memintanya untuk membersihkan tubuhnya terlebih dahulu.


Dengan patuh Kinara segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Lagi pula ia merasa tubuhnya sangat lengket karena lebih dari dua belas jam tidak mandi.

__ADS_1


" Gimana? Udah seger? " tanya Satria saat Kinara keluar dari kamar mandi.


" Iya Mas " jawab Kinara sembari mengeringkan rambutnya dengan handuk.


" Kamu tidurlah lagi. Magrib masih sekitar satu jam lagi dan aku akan membangunkan kamu nanti " ucap Satria pada Kinara.


" Aku mandi dulu " lanjut Satria lalu masuk ke dalam kamar mandi setelah merebut handuk dari tangan Kinara.


Setelah Satria masuk ke dalam kamar mandi, Kinara membongkar koper milik Satria dan menyiapkan pakaian ganti untuk suaminya itu. Walaupun tubuhnya terasa lelah tetapi ia tidak mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri yang menyiapkan segala kebutuhan suaminya.


" Aku tidur sebentar deh, mungkin nanti bakal lebih baik kalau udah tidur " ucap Kinara setelah menyiapkan pakaian ganti untuk Satria.


Kinara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu memejamkan matanya. Tidak lama kemudian Kinara pun sudah pergi jauh ke alam mimpi karena ia benar-benar merasa lelah.


Ceklek.


Satria keluar dari kamar mandi dan tersenyum saat melihat sang istri sudah tertidur pulas di atas tempat tidur.


" Bener-bener capek ya, Sayang " ucap Satria mengusap kepala sang istri.


Kemudian Satria segera memakai pakaiannya yang sudah disiapkan oleh Kinara di atas tempat tidur. Satria memilih duduk di atas sofa agar tidak mengganggu Kinara yang sedang tidur dengan pulas. Satria juga memesan makanan karena istrinya itu pasti akan merasa lapar saat bangun nanti.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2