Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
98. Tidak Akan Menganggu Lagi


__ADS_3

Setelah kepergian Tuan Bambang dan keluarganya, Ayah Arif segera menghubungi anak buah untuk tetap mengawasi mereka terutama Ela agar tidak mengganggu keluarganya lagi terutama Satria.


" Ara mana, Bun? " tanya Satria karena tidak melihat keberadaan Kinara.


" Ara kayaknya ada di dapur " jawab Bunda Wulan.


" Ya sudah, Satria susul dulu " ucap Satria.


" Sebentar ya, San " ucap Satria pada Sandi.


Sandi pun menganggukkan kepalanya.


Satria segera pergi menyusul Kinara ke dapur. Ia melihat Kinara yang berdiri di dekat meja dapur. Sepertinya ia sedang melamun.


" Sayang " panggil Satria mendekat ke arah Kinara.


" Eh iya Mas " jawab Kinara setelah sadar dari lamunannya.


" Kamu melamun? " tanya Satria pada Kinara.


" Enggak kok " elak Kinara.


Kinara memang sempat melamun memikirkan apa yang terjadi di ruang tamu dan apakah Ela masih ingin merebut Satria darinya.


" Tamunya sudah pergi, Mas? " tanya Kinara.


" Sudah dan mereka tidak akan ke sini lagi. Mereka juga tidak akan mengganggu kita " jawab Satria.

__ADS_1


Kinara pun menganggukkan kepalanya mengerti.


" Maaf ya karena kehadiran dia jadi nambah pikiran kamu. Buat hati kamu sakit karena liat aku sama dia. Aku minta maaf sama kamu sayang " ucap Satria merasa bersalah.


Kinara menggelengkan kepalanya. Ia merasa jika itu bukanlah kesalahan Satria.


" Kamu gak harusnya minta maaf, Mas. Ini semua bukan kesalahan kamu, kamu juga korbannya di sini " jawab Kinara.


" Aku gak tau harus ngomong apa lagi tapi aku bersyukur karena aku mencintai perempuan kayak kamu " ucap Satria tersenyum.


" Aku juga Mas " jawab Kinara dengan senyum manisnya.


" Kita ke ruang tamu aja yuk. Kasian nih minuman sudah dibuat kalau gak diminum " ucap Kinara pada Satria.


" Iya Sayang " jawab Satria.


" Silahkan diminum, Nak Sandi " ucap Bunda Wulan pada Sandi.


" Iya Tante " jawab Sandi lalu meminum minuman itu.


Tiba-tiba Ayah Arif mendapatkan telepon penting dari kantor dan mengharuskan Ayah Arif untuk pergi.


" Ayah pergi dulu ke kantor. Ada meeting penting " ucap Ayah Arif pada Bunda Wulan.


Setelah Ayah Arif pergi, Bunda Wulan juga pamit untuk memasak makan malam. Kinara ingin membantunya tapi Bunda Wulan melarangnya.


" Jadi itu tadi cewek yang jebak lo, Sat? " tanya Sandi pada Satria.

__ADS_1


Satria pun menganggukkan kepalanya.


" Gila ya padahal cantik tuh, kalau aja kelakuannya gak kayak gitu gue pacarin tuh cewek " ucap Sandi karena ia baru melihat Ela.


" Kalau mau ya pacarin aja " ucap Satria.


" Ogah " jawab Sandi.


Kinara hanya diam mendengarkan obrolan dua laki-laki itu. Satria yang melihat Kinara diam mengira Kinara marah karena mereka membahas tentang Ela.


" Sudahlah gak usah dibahas lagi " ucap Satria.


" Kamu kenapa diem aja, Ra? " tanya Satria karena Kinara hanya diam.


" Gak papa, Mas. Aku cuma bingung mau masuk ke obrolan kalian " jawab Kinara.


" Santai aja kali, Ra. Anggap gue temen lo juga sekarang " ucap Sandi pada Kinara.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Setelah itu mereka pun mengobrol hal yang lain seperti mereka akan ditempatkan di mana untuk bertugas.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2