Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
215. Selalu Ribut


__ADS_3

Sementara itu, Kinara masuk ke kelas 12 IPS dua yang merupakan kelas Andrew setelah mendengar suara bel pertanda jam pelajaran pertama berbunyi. Semua siswa berdiri saat melihat Kinara memasuki kelas itu.


" Selamat pagi semua " ucap Kinara setelah berdiri di samping meja guru.


" Pagi, Bu " balas mereka semua.


Setelah itu Kinara duduk di kursinya dan para siswa pun duduk di tempat duduk masing-masing.


" Seperti yang ibu katakan minggu lalu, hari ini Ibu akan mengadakan kuis matematika dengan materi yang sudah kita bahas sebelumnya. Untuk yang berhasil menjawab kuis dengan benar, akan Ibu beri coklat sebagai hadiah " ucap Kinara pada para siswanya.


Kinara memang sudah menyiapkan satu kotak coklat untuk diberikan sebagai apresiasi pada para siswanya yang berhasil menjawab kuis dengan benar.


" Asik, kasih kuis yang banyak, Bu. Biar saya bisa dapat coklatnya banyak " ucap Jeni yang suka matematika dan yakin akan bisa menjawab semua kuis yang diberikan oleh Kinara.


" Jangan, Bu. Kalau banyak-banyak gimana nasib kita " ucap Andrew yang tidak setuju dengan Jeni.


" Ih, ya elo gak usah dapat coklatnya. Kan lo yang gak jawab nanti " ucap Jeni pada Andrew.


Andrew menatap tajam ke arah Jeni dan ia hendak membalas ucapan Jeni tetapi Kinara sudah berbicara lebih dulu.


" Sudah, sudah, semuanya bisa mendapatkan coklat ini. Satu orang hanya bisa menjawab satu soal dengan benar dan setelah itu boleh keluar dan istirahat sebentar sebelum masuk pelajaran selanjutnya. Untuk yang terus salah, maka akan tetap Ibu berikan soal hingga jam pelajaran matematika habis " ucap Kinara agar Andrew dan Jeni tidak ribut lagi.


Setelah itu kuis matematika pun dimulai dan Kinara mulai memberikan soal-soal untuk dijawab dengan cara rebutan. Jeni dan Calvin yang merupakan siswa yang pintar bisa menjawab lebih dulu dan jawabannya benar.


" Ini untuk Jeni dan Calvin " ucap Kinara memberikan coklat pada Jeni dan Calvin karena menjawab soal yang diberikannya dengan benar.


" Terima kasih, Bu " ucap Jeni senang mendapatkan coklat itu.


" Sama-sama, Jeni " jawab Kinara.


Sedangkan Calvin hanya diam dan pergi keluar dari kelas diikuti oleh Jeni dibelakangnya.


Jeni menjulurkan lidahnya pada Andrew yang masih duduk di tempatnya bersama dengan Ibil karena belum bisa menjawab soal dari Kinara.


" Awas ya lo " ucap Andrew pelan dengan tangan ingin memukul Jeni.


Jeni tertawa senang melihat Andrew yang begitu kesal lalu segera keluar dari kelas.


Kinara yang melihat itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya karena Andrew dan Jeni selalu saja ribut jika bertemu.


" Baik, kita lanjutkan " ucap Kinara setelah Jeni dan Calvin keluar dari kelas.


Kinara memberikan soal-soal lagi dan sebagian besar siswanya sudah bisa menjawab dan keluar dari kelas.


Kini hanya tinggal Andrew dan Ibil serta beberapa siswa yang lainnya di dalam kelas itu.

__ADS_1


" Kali ini lo harus bisa jawab, Calvin pasti sudah nungguin kita " ucap Andrew karena jam pelajaran sudah hampir habis.


Sebenarnya Andrew bisa menjawab soal-soal yang diberikan oleh Kinara karena ia juga termasuk siswa yang pintar, tapi ia harus menunggu Ibil menjawab terlebih dahulu karena otak sahabat itu sekecil biji kacang. Andrew juga memanfaatkan itu untuk bisa memandang wajah cantik Kinara lebih lama, karena jujur saja ia masih memiliki rasa untuk Kinara.


" Iya, iya, lagi usaha nih. Makanya lo bantuin gue " jawab Ibil yang sedang berusaha menjawab soal dari Kinara.


" Soal selanjutnya, Nilai rata-rata, median, dan modus 6, 4, 5, 8, 8, 4, 7, 6, 6 berturut-turut adalah.... " ucap Kinara membacakan soal untuk siswanya.


Ibil pun mulai mencoret-coret kertas untuk menemukan jawaban dari soal itu, sedangkan Andrew sudah mendapatkan jawabannya tanpa harus menulis di sebuah kertas.


" Saya, Bu " ucap Ibil mengangkat tangannya setelah mendapatkan jawabannya.


" Iya Ibil, berapa jawabannya? " tanya Kinara pada Ibil.


" Jawabannya 6,6,6 " jawab Ibil yakin.


" Betul. Kamu bisa ambil coklat ini dan keluar " ucap Kinara karena jawaban Ibil benar.


Ibil langsung berdiri dan menghampiri Kinara tanpa memperdulikan Andrew yang kesal karena ditinggalkan.


" Udah ditungguin malah ninggalin nih anak " gerutu Andrew pelan.


Setelah Ibil keluar dari kelas, Kinara kembali membacakan soal selanjutnya.


" Saya, Bu " ucap Andrew langsung mengangkat tangannya.


" Berapa, Andrew? " tanya Kinara pada Andrew.


" 9, Bu " jawab Andrew.


" Betul. Ambil coklat ini dan kamu boleh keluar " ucap Kinara setelah Andrew menjawab benar.


Andrew segera bangkit dari duduknya dan menghampiri Kinara lalu mengambil coklat itu.


" Terima kasih, Bu Kinara " ucap Andrew tersenyum menerima coklat itu.


" Sama-sama, Andrew " jawab Kinara.


Setelah itu Andrew pun keluar dan Kinara lanjut memberikan soal kepada siswa-siswanya yang tersisa di dalam kelas.


" Ibu senang sekali kalian bisa menjawab semua. Kalian tunggu di kelas dan Ibu akan panggil teman-teman kalian untuk mata pelajaran selanjutnya " ucap Kinara setelah semua siswanya menjawab soal-soal yang ia berikan dengan benar.


" Baik, Bu " jawab beberapa siswa yang berhasil menjawab terakhir.


Kinara pun keluar dari kelas itu dan ingin memanggil siswa-siswanya yang lain yang berada di luar kelas.

__ADS_1


Saat Kinara sampai di koridor sekolah, Kinara melihat Andrew yang sedang ribut dengan Jeni. Di sana juga ada Ibil dan Calvin tetapi mereka diam saja saat melihat Jeni menarik rambut Andrew. Kinara pun langsung bergegas untuk menghampiri mereka.


" Ada apa ini? " tanya Kinara saat sudah berada di dekat mereka.


Spontan Jeni pun langsung melepaskan tangannya yang sedang menarik rambut Andrew dan Andrew mengusap kepalanya yang terasa sakit.


" Jeni menganiaya saya, Bu. Saya dijambak sampai rambut saya mau lepas " jawab Andrew dengan tangan yang masih mengusap kepalanya.


" Jangan percaya, Bu. Dia tadi jegal kaki saya dan saya hampir aja jatuh, jadi saya balas dia biar gak ngerjain saya terus " ucap Jeni tidak terima dituduh menganiaya Andrew.


Kinara pun menghela napasnya. " Kalian ini ya selalu saja ribut kalau sudah bertemu " ucap Kinara tidak habis pikir.


Jika dilihat-lihat Andrew dan Jeni ini persis seperti Raka dan Elsa yang selalu ribut jika bertemu.


" Dia duluan, Bu " ucap Andrew menyalahkan Jeni.


" Elo ya, kok nyalahin gue " ucap Jeni tidak terima.


Kinara pun menjadi pusing melihat Andrew dan Jeni yang malah saling menyalahkan.


" Jangan saling menyalahkan dan sekarang kalian saling minta maaf. Atau kalian mau Ibu hukum karena selalu ribut? " ucap Kinara pada Andrew dan Jeni.


" Enggak, Bu " jawab Andrew dan Jeni kompak.


Akhirnya Andrew dan Jeni pun bersalaman dan saling meminta maaf walaupun terpaksa karena ada Kinara.


" Bagus. Setelah ini jangan ribut lagi, karena dua orang yang sering ribut malah bisa saling jatuh cinta " ucap Kinara setelah Andrew dan Jeni bersalaman.


" Gak mungkin, Bu. Saya gak mau sama cowok kayak dia " jawab Jeni cepat.


" Gue juga gak mau ya punya cewek galak kayak elo " ucap Andrew tidak terima.


" Sudah, lebih baik kalian masuk kelas sekarang. Kalian berdua juga " ucap Kinara pada mereka berempat.


" Baik, Bu " jawab mereka.


Setelah itu Kinara segera pergi menuju ruang guru untuk beristirahat sebentar sebelum ia mengajar di kelas selanjutnya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘

__ADS_1


__ADS_2