
Hari ini Kinara akan pergi ke kampus dengan diantar oleh Satria. Kinara sudah kembali ke rumah setelah dua hari berada di rumah kedua orang tuanya. Sekarang Kinara sedang menunggu Satria di teras rumah.
Tit tit tit.
Satria membunyikan klaksonnya setelah berada di depan pagar rumah itu. Kinara pun langsung keluar dari pagar dan menghampiri Satria.
" Assalamualaikum, calon istri Mas Satria yang paling cantik " ucap Satria saat Kinara sudah berdiri di sampingnya.
Kinara tersenyum. " Walaikumsalam, Mas " jawab Kinara.
" Mau berangkat sekarang? " tanya Satria.
Kinara pun menganggukkan kepalanya lalu memakai helm di kepalanya.
" Ayo naik sekarang " ucap Satria pada Kinara.
Kinara naik ke atas motor Satria di jok belakang. Setelah memastikan Kinara duduk dengan nyaman, Satria pun langsung melajukan motornya untuk mengantar Kinara pergi ke kampus.
Lima belas menit kemudian, mereka pun sudah sampai. Satria mengantar Kinara hanya sampai depan kampus saja. Kinara turun dari motor Satria tapi ia tidak segera masuk ke dalam kampus, ia akan menunggu teman-temannya dulu dan Satria pun menemani Kinara.
" Kamu pergi aja kalau sibuk mah, aku bisa tungguin Raka sama Elsa di sini sendiri " ucap Kinara pada Satria.
" Enggak kok. Aku juga pengen ketemu mereka dulu " jawab Satria.
Tak lama kemudian, terlihat Riko dan Gerry menghentikan motor mereka tepat di samping Satria dan Kinara. Satria merasa bingung karena ia tidak mengenal mereka berdua. Sedangkan Kinara sedikit khawatir karena Riko pernah memiliki perasaan kepada dan sekarang bertemu dengan Satria yang menjadi pemilik hatinya.
" Kamu ngapain di sini, Ra? " tanya Riko setelah melepaskan helmnya.
" Lagi nungguin Raka sama Elsa, Kak " jawab Kinara.
Riko pun turun dari motornya agar bisa berbicara dengan Kinara, begitu juga dengan Gerry yang mengikuti sahabatnya itu.
Pandangan Riko beralih pada seorang laki-laki yang masih duduk di motornya di samping Kinara. Begitu juga dengan Satria, ia sedikit tidak suka dengan tatapan mata Riko pada Kinara. Dari tatapan matanya, Satria bisa melihat jika Riko memiliki perasaan pada Kinara.
" Yang sama kamu siapa? " tanya Riko pada Kinara sambil melihat Satria.
" Oh, ini kenalin Mas Satria " ucap Kinara memperkenalkan Satria pada Riko.
Satria turun dari motornya dan mengulurkan tangannya pada Riko. " Satria " ucap Satria menyebutkan namanya.
" Riko " ucap Riko membalas uluran tangan Satria.
Satria mencoba mengingat nama itu dan ia teringat dengan pesan-pesan yang dikirimkan oleh Kinara. Kinara mengatakan bahwa kakak tingkatnya ada yang menyukainya dan itu bernama Riko. Jadilah Satria merasa waspada pada Riko jika Riko mencoba mendekati Kinara lagi.
" Kalo gitu aku duluan ya, Ra " ucap Riko pada Kinara.
__ADS_1
" Iya Kak " jawab Kinara.
Setelah itu Riko dan Gerry naik kembali ke motor mereka dan menjalankannya memasuki area kampus.
" Jadi itu kakak tingkat kamu yang suka sama kamu? " tanya Satria dengan nada yang sedikit kesal.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Lumayan juga, yakin gak tertarik sama dia? " tanya Satria pada Kinara.
" Enggak lah. Kalo aku tertarik sama dia, sudah aku pacarin dia dari awal masuk kuliah " jawab Kinara.
" Jadi kamu mau pacarin dia? Kamu juga suka sama dia? " tanya Satria bertambah kesal.
" Enggak Mas. Aku gak suka sama dia, kan hati aku cuma buat kamu " jawab Kinara tersenyum manis agar Satria tidak kesal lagi.
Rasa kesal di hati Satria akhirnya pun berkurang setelah mendengar ucapan dan melihat senyum manis Kinara.
" Aku tu cemburu Sayang, aku lihat dari matanya kalau dia itu masih suka sama kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Biarin aja Mas, kita kan gak bisa melarang dia buat suka sama aku. Yang penting aku gak suka sama dia dan dia juga gak berbuat yang macam-macam sama aku " ucap Kinara.
" Iya, kamu bener " jawab Satria menghela napasnya panjang.
" Iya sayang " jawab Satria.
" Senyum dong " ucap Kinara menarik kedua sudut bibir Satria dengan tangannya agar tersenyum.
Satria pun tersenyum sesuai dengan ucapan Kinara yang menyuruhnya untuk tersenyum.
" Ganteng banget sih calon suami aku " ucap Kinara agar mood Satria kembali membaik.
Satria tersenyum lebar karena jarang-jarang Kinara memujinya seperti itu. " Kamu ni ya yang paling bisa buat mood aku balik lagi " ucap Satria mencubit hidung Kinara pelan.
" Jangan dicubit ih " ucap Kinara memegang hidung dan Satria pun hanya tertawa.
Tak lama kemudian, terdengar suara Raka yang memanggil nama Satria.
" Satria " panggil Raka.
Satria dan Kinara langsung menoleh ke sumber suara dan di sana ada Raka dan Elsa yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka. Di belakangnya ada satu laki-laki yang Satria tidak kenal.
" Raka, Elsa " ucap Satria melihat kedua sahabatnya itu.
Raka langsung memeluk Satria dan Satria pun membalasnya.
__ADS_1
" Selamat, Bro. Sorry banget gue gak bisa dateng ke acara lo kemarin " ucap Raka pada Satria setelah melepaskan pelukan mereka.
" Makasih, Ka " jawab Satria.
" Selamat ya, Sat. Jadi Pak Polisi sekarang " ucap Elsa menyalami Satria.
" Makasih ya, Elsa " jawab Satria membalas salam dari Elsa.
" Dia siapa? " tanya Jeki yang dari tadi hanya memperhatikan mereka.
" Ini Satria, sahabat gue " jawab Raka.
" Oh. Halo gue Jeki " ucap Jeki mengulurkan tangannya.
" Gue Satria " ucap Satria membalas uluran tangan dari Jeki.
Setelah itu, mereka pun harus segera masuk ke dalam kelas masing-masing. Satria juga akan pergi dan nanti kembali akan menjemput Kinara.
" Jadi itu cowok yang buat lo nolak Kak Riko? " tanya Jeki saat mereka sedang berjalan menuju kelas.
" Iya " jawab Kinara.
" Pantes sih, Satria lebih keren dari Kak Riko " ucap Jeki.
Kinara hanya tersenyum mendengar itu dan melanjutkan langkahnya untuk menuju kelas.
***
Sementara itu, Riko memperhatikan Satria dan Kinara hingga mereka berpisah di suatu tempat yang tidak diketahui orang bersama Gerry.
" Jadi itu cowok yang ada di hati Kinara " gumam Riko yang masih di dengar oleh Gerry.
Riko bisa melihat itu dari tatapan mereka berdua yang penuh cinta. Berbeda dengan tatapan Kinara padanya.
" Gak salah sih emang, gue liat cowok itu keren " ucap Gerry.
Riko langsung menatap tajam Gerry, ia tidak suka mendengar itu. Hatinya terasa sesak, apalagi ia masih menyimpan perasaan pada Kinara hingga saat ini. Ia berusaha mendekati Kinara lagi dengan berkedok teman tapi Kinara tetap saja menjaga jarak dengannya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1