Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
38. Kecewa


__ADS_3

Hari sudah berganti malam. Kinara sekarang sedang bersiap-siap untuk pergi ke kafe tempat mereka akan berkumpul. Kinara memoleskan make up tipis di wajahnya agar terlihat lebih segar. Ia mengepang rambut di bawah karena Satria sangat suka jika rambut di kepang. Kinara juga menambahkan jepit rambut berbentuk bunga mata hari di rambutnya.


" Selesai " ucap Kinara tersenyum di depan meja rias.


Kinara memakai jam tangan di pergelangan tangannya dan yang terakhir ia menyeprotkan parfum di seluruh tubuhnya.


Kinara mengambil tas kecilnya dan menaruh ponselnya dan dompet di dalamnya.


Setelah itu Kinara keluar dari kamarnya untuk berpamitan pada kedua orang tuanya lalu berangkat.


" Pa, Ma, Ara berangkat dulu ya " ucap Kinara pada Papa Lukman dan Mama Santi yang sedang menonton tv di ruang keluarga.


" Kamu hati-hati ya, Sayang " ucap Mama Santi.


" Iya Ma " jawab Kinara.


" Ingat, jangan pulang terlalu malam " ucap Papa Lukman pada Kinara.


" Iya Pa " jawab Kinara.


Kinara mencium tangan Papa Lukman dan Mama Santi.


" Assalamualaikum " ucap Kinara.


" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman dan Mama Santi.


Kinara keluar dari rumah dan menuju motornya yang berada di halaman. Kinara memakai helm terlebih dahulu lalu menaiki motornya menuju tempat dimana mereka semua akan berkumpul.


Hanya dua puluh menit waktu yang di tempuh Kinara untuk sampai di tempat itu. Terlihat kafe itu adalah kafe yang cukup mewah. Kinara turun dari motornya dan melihat ke sekeliling. Ia melihat sudah ada motor Satria di sana.


" Satria udah datang " ucap Kinara tersenyum.


Ia pun langsung memasuki kafe tersebut. Ia juga sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Satria.


Saat Kinara masuk ke kafe itu, di sana terlihat sepi dan hanya ada beberapa temannya.


" Kok mereka gak ada sih? Tapi motor mereka ada di luar " ucap Kinara mencari Satria, Elsa dan Raka.


Tak lama ada seorang temannya yang mendekatinya, mungkin karena melihat ia sedang kebingungan.


" Hai, Ra " sapa Sisil teman sekelasnya.


Kinara pun membalas sapaan itu dengan tersenyum.


" Kemana yang lain? Kok sepi sih? " tanya Kinara.


" Oh, mereka ada di privat room. Aku nunggu teman-teman disini biar gak pada bingung " jawab Sisil.

__ADS_1


" Aku anterin ke yang lain yuk " ajak Sisil.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Kinara mengikuti Sisil yang membawanya ke sebuah ruangan dari belakang.


" Kamu masuk aja " ucap Sisil setelah mereka sampai.


" Aku mau ke depan lagi, takut teman yang lain dateng terus pada bingung " lanjut Sisil.


" Iya, makasih ya " jawab Kinara.


Sisil pun pergi meninggalkan Kinara di depan ruangan itu.


Setelah Sisil pergi, Kinara pun membuka pintu ruangan itu.


Deg.


Hal yang pertama dilihatnya di dalam ruangan itu adalah sebuah hal yang sangat menyakiti hati. Senyum yang tadi tersungging di bibirnya kini sudah menghilang. Ia melihat Alisa yang sedang menyandarkan kepalanya di dada Satria dan Satria pun seperti tidak menolaknya.


" Satria " ucap Kinara dengan bibirnya bergetar.


Air matanya bahkan kini sudah jatuh membasahi pipinya. Hatinya begitu hancur melihat itu, baru saja ia akan memulai tapi ia harus langsung melihat hal yang sangat menyakitkan seperti itu.


Semua orang yang ada di ruangan itu pun langsung menoleh ke arah pintu dimana Kinara berada.


Sedangkan Alisa diam dan menarik sudut bibirnya.


Satria langsung mendorong tubuh Alisa yang bersandar padanya. Ia berdiri dan mendekati Kinara. Kinara yang sudah tidak bisa menahan tangisnya lagi pun langsung berlari meninggalkan ruangan itu.


Satria yang melihat Kinara pergi pun langsung mengejarnya.


" Ra, tunggu " ucap Satria mengejar Kinara yang terus berlari sambil menangis.


Kinara sangat kecewa pada Satria. Ia menganggap Satria benar-benar mencintainya tapi ternyata tidak. Ia lagi-lagi dikecewakan oleh laki-laki yang ia cintai. Apalagi saat ia juga melihat banyak botol alkohol di sana. Semua yang melihat itu pun pasti menganggap mereka sedang mabuk. Kinara pun bertambah kecewa dengan Satria.


" Ra tunggu, aku bisa jelasin " ucap Satria memegang tangan Kinara setelah berhasil mengejarnya.


" Lepasin " ucap Kinara memberontak.


Ia terus berusaha melepaskan tangannya dari Satria. Ia hanya ingin pergi saat ini dan meluapkan tangisnya.


" Ra, kamu salah paham. Itu gak seperti yang kamu lihat " ucap Satria mencoba menjelaskan.


" Gak ada yang salah paham. Aku liat sama mata kepala aku sendiri kalo Alisa sandarin tubuhnya di dada kamu dan kamu diam aja gak nolak. Aku kecewa sama kamu Sat, aku kira kamu beneran cinta sama aku tapi kenyataannya kamu sama aja sama Fajar. Kamu buat hati aku sakit, Sat " ucap Kinara sambil menangis.


" Enggak Ra, itu gak bener. Aku beneran cinta sama kamu Ra " jawab Satria menarik Kinara dalam pelukannya.

__ADS_1


Kinara berusaha lepas dari pelukannya Satria. " Lepasin aku. Aku mau pulang " berontak Kinara.


Tapi Satria semakin mengeratkan pelukannya. Kinara terus menangis dalam pelukan Satria karena hatinya begitu sakit


" Aku bisa jelasin semuanya, Ra " ucap Satria melepaskan pelukannya setelah Kinara sedikit tenang.


" Gak ada yang perlu dijelasin lagi, semua sudah jelas. Sekarang kamu lepasin aku dan balik lagi ke dalam " ucap Kinara karena Satria masih memegang tangannya.


" Enggak, Ra " jawab Satria.


" Lepas Sat, aku gak mau ganggu kamu yang lagi seneng-seneng. Lanjutin aja sana sama Alisa dan puas-puasin kamu mabuk di sana " ucap Kinara dengan sorot mata kecewa.


" Aku gak mabuk, Ra. Aku juga gak sama Alisa doang, disana juga ada Raka. Tadi Alisa sakit terus aku sama Raka cuma mau nolongin dia " ucap Satria mencoba menjelaskan.


Tapi Kinara yang sudah benar-benar kecewa pun tidak mempercayai ucapan Satria.


" Kamu gak usah bohong. Aku sudah bener-bener kecewa sama kamu " ucap Kinara.


" Sekarang lepasin aku " teriak Kinara pada Satria.


" Enggak Ra, aku gak bakal lepasin kamu sebelum kamu percaya sama aku " jawab Satria.


Kinara menginjak kaki Satria lalu mendorong tubuhnya. Ia langsung berlari saat pegangan Satria pada tangannya sudah mengendur.


" Aduh " pekik Satria saat Kinara menginjak kakinya.


" Ra, tunggu " ucap Satria saat Kinara sudah pergi.


Satria masih terus mengejar Kinara walau kakinya masih terasa sakit.


" Ra, stop. Tunggu aku " ucap Satria saat Kinara sudah menaiki motornya dan melajukannya dengan kencang.


Kinara terus menangis saat berada di atas motor. Hatinya benar-benar terasa sakit saat ini. Ia tidak menyangka bahwa Satria juga akan mengecewakan.


Kinara berhenti di sebuah danau untuk menenangkan diri. Ia tidak mungkin pulang dengan keadaan seperti ini. Kinara berlari menuju tepi danau itu.


" Aaaaaaaaaaa " teriak Kinara meluapkan semua yang sesak di dadanya.


" Kenapa, Sat? Kenapa kamu juga sakitin aku kayak gini hiks hiks " ucap Kinara dalam tangisnya.


Kinara duduk di tepi danau itu dan menangis sejadi-jadinya meluapkan semua yang sedang ia rasakan saat ini.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2