Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
41. Menghindar


__ADS_3

Satria sampai di sekolah dan langsung memarkirkan motornya di parkiran khusus siswa. Ia melihat ke sekeliling tapi ia tidak menemukan motor Kinara sana.


" Mungkin Kinara belum berangkat " ucap Satria.


Satria pun menunggu Kinara di parkiran tapi sampai lonceng masuk berbunyi Kinara belum juga datang.


" Apa Kinara sudah berangkat dan gak bawa motor ya " ucap Satria pada dirinya sendiri.


Satria pun segera pergi menuju kelasnya. Walaupun mereka sudah tidak belajar tapi tetap saja ia akan mendapatkan hukuman jika masih berkeliaran saat jam pelajaran dimulai.


Satria memasuki kelasnya tapi Kinara tidak terlihat di sana. Elsa pun hanya duduk seorang diri.


" Kinara kemana? " tanya Satria pada Raka dan Elsa.


" Kinara belum dateng " jawab Elsa.


" Terus lo dari mana baru masuk kelas? " tanya Raka.


" Gue tadi nungguin Kinara soalnya gue gak liat motornya di parkiran. Gue tunggu sampai lonceng masuk bunyi tapi Kinara gak dateng juga. Jadi gue kira Kinara berangkat bareng Elsa atau diantar Om Lukman " jawab Satria.


" Kinara gak sama gue. Gue juga nyariin dia dari tadi " ucap Elsa karena ia pun sempat mencari sahabatnya itu tadi.


Satria menyugar rambutnya. Ia bingung kemana perginya Kinara sampai tidak masuk sekolah atau bisa jadi Kinara sedang sakit.


" Terus Kinara kemana? Apa jangan-jangan dia sakit? " ucap Satria pada Raka dan Elsa.


" Biar gue coba telepon dia deh " ucap Elsa.


Elsa mengambil ponselnya di dalam tas dan coba menelepon Kinara tapi tiba-tiba saja dia terkejut karena Kinara memblokir nomornya.


" Nomor gue diblokir sama Kinara " ucap Elsa.


Satria dan Raka pun terkejut mendengar itu karena Elsa adalah sahabat Kinara.


" Yang bener lo? " tanya Satria memastikan.


Kinara menganggukkan kepalanya lalu memperlihatkan ponselnya pada Satria.


" Nomor gue juga diblokir " ucap Raka setelah mengecek ponselnya.


" Kayaknya Kinara mau menghindar dari kita semua deh sekaligus menghindar dari lo Sat. Soalnya Kinara pasti tahu kalo lo pasti minta bantuan dari kita " ucap Elsa menduga mengapa Kinara memblokir nomor mereka semua.


Satria mendengar itu pun menjadi frustasi. Ia memegang kepalanya dan menarik rambutnya sendiri.


" Kinara bener-bener marah dan kecewa sama gue " ucap Satria menelungkupkan kepalanya di meja.


" Wajar sih Kinara marah sama lo, Sat. Gue bisa liat kalo dia cinta sama lo tapi dia liat lo sama Mak Lampir " ucap Elsa pada Satria.

__ADS_1


" Tapi Kinara salah paham, Sa " ucap Satria.


" Iya gue tahu tapi yang Kinara pikir sekarang tu lo yang ditempel-tempel sama si tu Mak Lampir. Jadi lo harus bener-bener bisa buat dia percaya lagi sama lo dan lo buktiin semuanya " jawab Elsa.


" Lo sebaiknya ke rumahnya aja Sat, siapa tau bener dugaan lo kalo dia gak mau sekolah karena sakit " ucap Raka pada Satria.


" Iya, rencananya juga gitu " jawab Satria.


Tiba-tiba saja Alisa menghampiri mereka.


" Sudahlah Satria, gak usah peduliin Kinara lagi. Dia udah gak mau sama kamu jadi kamu gak usah ngejar-ngejar dia lagi. Mending kamu sama aku aja " ucap Alisa memegang tangan Satria.


Satria langsung menepis tangan Alisa dan berdiri dari duduknya.


" Gak usah banyak omong lo. Ini semua gara-gara lo, lo sengaja mau buat hubungan gue sama Kinara rusak. Lo pura-pura sakit " ucap Satria dengan kilatan kemarahan.


" Aku lakuin itu buat kamu, Satria. Aku mau buat kamu lepas dari cewek kampungan itu " jawab Alisa.


" Tutup mulut lo " bentak Satria hingga menimbulkan perhatian seluruh kelas.


" Mulut lo gak ada saringannya ya Mak Lampir " ucap Raka pada Alisa.


" Kurang ajar ya lo " ucap Elsa tidak terima Alisa menghina Kinara.


Ia ingin menjambak rambut Alisa tapi Raka menahannya.


" Lo harus akuin itu semua di depan Kinara. Kalo enggak gue bakal buat lo nyesel " lanjut Satria.


Satria mencengkeram kuat tangan Alisa dan membuatnya meringis. Satria juga menatap tajam Alisa yang membuat Alisa takut.


" Iya gue bakal akuin di depan Kinara " ucap Alisa akhirnya.


Satria pun melepaskan cengkraman tangannya pada Alisa lalu pergi meninggalkan kelas.


Setelah pulang sekolah, Satria langsung pergi ke rumah Kinara untuk menemuinya dan mengajaknya berbicara.


Tok tok tok.


" Assalamualaikum " ucap Satria sambil mengetuk pintu rumah Kinara.


Tak lama pintu itu terbuka dan menampilkan Papa Lukman di sana. Papa Lukman juga baru saja pulang dari mengajar.


" Walaikumsalam " jawab Papa Lukman.


Satria pun mencium tangan Papa Lukman.


" Ayo masuk, Satria " ucap Papa Lukman.

__ADS_1


Satria masuk ke dalam rumah mengikuti Papa Lukman dan duduk di salah satu sofa di ruang tamu.


" Ara ada, Om? " tanya Satria pada Papa Lukman.


" Ara gak ada rumah. Ara pergi ke Malang " jawab Papa Lukman.


Satria yang mendengar itu pun langsung terkejut.


" Ke Malang, Om ? " ucap Satria terkejut.


" Iya, tadi pagi Om yang antar ke stasiun kereta api " jawab Papa Lukman.


" Memangnya Ara gak bilang sama kamu? " tanya Papa Lukman yang melihat Satria terkejut.


" Enggak, Om " jawab Satria.


" Ara bener-bener gak mau ketemu aku dan menghindar dari aku " ucap Satria dalam hati


Papa Lukman pun memicingkan matanya curiga. Sepertinya putrinya sedang ada masalah dengan Satria. Apalagi tadi malam ia melihat mata Kinara yang bengkak seperti habis menangis. Awalnya ia mengira itu karena Kinara lelah dan mengantuk tapi setelah kedatangan Satria ini, Papa Lukman mengira bahwa Kinara habis menangis dan itu karena Satria.


" Kalian sedang ada masalah? Soalnya Om lihat tadi malam saat pulang mata Ara bengkak seperti habis menangis " tanya Papa Lukman pada Satria.


" Ada salah paham sedikit Om dan sekarang Ara lagi marah sama Satria. Satria dateng ke sini mau jelasin semuanya sama Ara. Ara juga tadi gak masuk sekolah dan Satria kira Ara sakit " jawab Satria menundukkan kepalanya.


" Hmm, tapi Ara sedang gak ada di rumah sekarang. Kamu bisa ngomong sama dia nanti kalau Ara sudah pulang atau kamu bisa telepon dia " ucap Papa Lukman pada Satria.


Papa Lukman tidak mau bertanya salah paham tentang apa karena mungkin itu privasi untuk Satria dan Kinara. Kinara juga belum mau bercerita padanya.


" Berapa lama dan kenapa Ara ke Malang, Om? " tanya Satria.


" Ara ke Malang untuk berlibur sekalian reuni bersama teman-temannya dari Surabaya. Dia bilang seminggu atau sepuluh hari berada di Malang. Tapi setelah itu dia akan pergi ke Surabaya untuk ke rumah Budenya dan kembali ke Jakarta mungkin satu atau dua hari sebelum hari kelulusan " jawab Papa Lukman yang membuat Satria lemas.


Berarti ia baru bisa bertemu Kinara sekitar dua minggu lagi. Ia bisa saja menyusul Kinara ke Malang tapi ia harus melakukan tes untuk masuk Akademi Polisi lusa. Pergi ke Malang dan mencari Kinara tidak cukup hanya satu hari.


" Ya sudah Om, Satria pulang dulu " pamit Satria berdiri dari duduknya.


" Iya, Om cuma bisa kasih saran kalian selesaikan masalah kalian baik-baik dan dengan kepala dingin " ucap Papa Lukman.


" Iya Om " jawab Satria.


Setelah itu Satria pun pergi meninggalkan rumah Kinara dengan tangan kosong. Ia tidak bisa bertemu dengan Kinara dan sekarang Kinara pergi ke Malang.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2