
Kinara memutuskan untuk langsung pulang ke rumah agar ia bisa beristirahat sebentar sebelum anak-anak datang ke rumah untuk les. Kinara melajukan motornya meninggalkan area kampus.
Lima belas menit kemudian, Kinara sudah sampai di rumah. Kinara langsung memasuki rumah setelah memarkirkan motornya di depan rumah. Kinara meletakkan tasnya di atas meja belajar lalu melepaskan kerudung di kepalanya. Kinara merebahkan tubuhnya sebentar di atas tempat tidur tapi lama-kelamaan ia pun mengantuk dan tertidur.
***
Hari sudah beranjak siang. Kinara terbangun saat mendengar suara azan dzuhur dari mushola yang ada di kompleks itu.
" Lebih baik aku mandi dulu biar seger " ucap Kinara saat sudah bangun dari posisi tidurnya.
Kinara mengambil handuk yang tadi pagi ia letakkan di kursi meja riasnya lalu ia masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai mandi dan berpakaian, Kinara pun melaksanakan sholat dzuhur di kamarnya dan setelah selesai Kinara langsung pergi ke dapur untuk memasak makan siang. Kinara memilih untuk memasak mie instan untuk makan siangnya.
" Apa aku bikin brownies kukus aja buat anak-anak ya. Lagian masih satu jam lagi mereka datang " ucap Kinara selesai menghabiskan satu mangkuk mie instan.
Kinara bangkit dari posisi duduknya lalu mencium mangkuk dan sendok yang digunakannya.
Kemudian Kinara menyiapkan bahan-bahan untuk membuat brownies kukus untuk anak-anak. Sekaligus untuk mengobati rindunya pada Satria dengan memasak makanan kesukaan Satria. Kinara mulai membuat adonan brownies kukus itu di dalam sebuah wadah dengan mencampurkan telur, tepung terigu, bubuk coklat, gula pasir dan bahan yang lainnya.
Setelah adonan itu selesai, Kinara langsung memasukkan adonan itu ke dalam cetakan yang sudah diberikan mentega lalu memasukkannya ke dalam panci yang sudah panas. Kinara mencuci semua alat yang digunakan sembari menunggu brownies kukus itu matang.
Kinara mengambil ponselnya dan mengirimkan pesan lagi kepada Satria.
" Hari ini aku buat brownies kukus kesukaan kamu Mas, ya siapa tau bisa mengurangi kangen aku sama kamu. Aku harap kamu baik-baik aja dan selalu sehat di sana " ucap Kinara dalam pesannya.
Kinara mengecek brownies kukus itu yang ternyata sudah matang. Kinara pun langsung mengangkatnya dari dalam panci dan membiarkannya agar dingin. Setelah itu Kinara memotongnya dan menatanya di dalam sebuah piring.
Terdengar suara anak-anak yang memanggil nama di depan rumah. " Kak Kinara " panggil mereka.
" Anak-anak sudah datang " ucap Kinara mencuci tangannya.
Setelah itu Kinara pun langsung keluar untuk menyambut anak-anak tapi ia memakai jilbab instan terlebih dahulu. Kinara mulai mengajar les anak-anak itu hingga dua jam ke depan.
Dua jam telah berlalu dan anak-anak juga baru saja pulang. Kinara mandi kembali dan melaksanakan sholat ashar sebelum berangkat bekerja.
Kinara sudah siap dengan seragam kerjanya. Kinara memasukkan brownies kukus yang ia buat ke dalam sebuah wadah untuk dibawa ke cafe dan dibagikan ke teman-teman kerjanya karena masih cukup banyak.
" Sekarang waktunya berangkat " ucap Kinara memasukkan wadah berisi brownies kukus ke dalam tasnya.
Kinara keluar dari rumah dan menjalankan motornya menuju cafe tempatnya berkerja.
Sesampainya di cafe, Kinara langsung masuk karena karyawan yang lain juga sudah datang. Terlihat cafe masih sepi dan hanya terdapat beberapa pengunjung.
" Baru datang, Ra? " tanya Hadi yang baru saja keluar dari ruangannya.
__ADS_1
" Iya Kak " jawab Kinara.
Setelah itu Kinara pergi ke loker untuk menyimpan tasnya, sedangkan Hadi pergi ke depan. Kinara mengambil brownies kukus yang ia bawa dan menghampiri teman-teman kerjanya yang sedang menunggu berganti shift. Kinara pun ikut bergabung bersama mereka.
" Bawa apa tuh, Ra? " tanya Chiko saat melihat wadah yang dibawa oleh Kinara.
" Brownies kukus, Kak " jawab Kinara membuka penutup wadah itu.
" Wah enak tuh " ucap Dina.
" Nih cobain, Kak. Ini aku buat sendiri " ucap Kinara pada Chiko dan Dina.
Ciko dan Dina pun mengambil sepotong brownies kukus itu dan memakannya. Brownies kukus itu terasa begitu enak di mulut mereka.
" Ini enak banget, Ra " ucap Chiko sambil mengunyah brownies di mulutnya.
" Iya Ra " tambah Dina.
Kinara pun tersenyum melihat Ciko dan Dina yang menyukai brownies kukus buatannya.
" Makan apa nih gak bagi-bagi " ucap Hadi yang tiba-tiba bergabung dengan mereka.
" Brownies kukus, Kak. Cobain deh enak banget " jawab Dina.
" Iya ih, enak banget " ucap Hadi mengambil satu potong lagi.
" Beli dimana nih? " tanya Hadi pada mereka.
" Gak beli. Ini Kinara yang buat " jawab Chiko.
" Wah Ra, kamu pinter banget bikin kue " ucap Hadi pada Kinara.
" Enggak juga kok, Kak. Aku cuma bisa aja, kebetulan orang tua aku punya toko kue " jawab Kinara.
***
Hari sudah berganti dengan malam. Kinara mulai melayani pengunjung yang sudah mulai ramai. Kinara menghampiri sebuah meja yang memanggilnya.
" Ada yang bisa saya bantu? " tanya Kinara ramah.
" Kinara? " ucap seseorang yang seperti mengenalnya.
Kinara pun menoleh dan melihat Riko berada di antara laki-laki itu. Di sana juga terlihat ada Gerry.
" Kak Riko? " ucap Kinara sedikit terkejut.
__ADS_1
Tapi Kinara mengingat itu adalah tempat umum sehingga siapa saja bisa berada di sana.
" Kamu kerja jadi pelayan di sini? " tanya Riko pada Kinara.
" Iya Kak " jawab Kinara tersenyum.
Ia tidak merasa malu dengan pekerjaannya itu. Lagi pula tidak ada salahnya menjadi seorang pelayan dan juga uang yang ia terima itu halal.
" Kalian mau pesan apa? " tanya Kinara pada mereka.
Kinara pun mulai mencatat semua pesanan dari mereka.
" Baik. Di tunggu sebentar ya " ucap Kinara.
Setelah itu Kinara pergi untuk menyiapkan pesanan dari mereka semua di dapur cafe itu.
" Lo kenal sama tuh cewek? " tanya salah satu teman Riko.
Tapi bukan Riko yang menjawab melainkan Gerry. " Dia tuh cewek yang Riko taksir " jawab Gerry.
" Cantik sih ya walau cuma pelayan " ucap teman Riko yang lain.
Riko tidak menghiraukan ucapan teman-temannya. Ia fokus memperhatikan Kinara yang sedang melayani pengunjung yang lain.
" Silahkan dinikmati " ucap Kinara setelah meletakkan pesanan mereka di atas meja.
" Ra, kamu bisa temenin aku disini gak? " tanya Riko pada Kinara.
" Maaf, Kak. Aku harus kerja lagi " tolak Kinara.
Setelah itu Kinara pun pergi dan melanjutkan pekerjaannya.
Riko terus memperhatikan Kinara selama berada di cafe itu. Ia bahkan menunggu sampai cafe itu tutup hanya untuk melihat Kinara dan Gerry yang menjadi korban karena harus menemaninya di sana.
***
Oke reader semua untuk beberapa episode ini akan fokus pada sisi Kinara karena Satria masih menjalani pendidikan yang mungkin kegiatannya juga hanya seputar itu saja sehingga saya memutuskan untuk memfokuskan ini pada Kinara terlebih dahulu. Terima kasih 😊🙏
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1