
Kinara baru menyelesaikan semua mata kuliahnya pada pukul tiga sore, sedikit lebih lama karena ada dosen yang seharusnya masuk besok tetapi masuk hari itu karena harus pergi keluar kota. Kinara awalnya sangat khawatir karena meninggalkan Satria yang sedang tidak enak badan terlalu lama, tetapi saat ia menghubungi suaminya itu ternyata sudah lebih baik dan Kinara merasa sedikit tenang. Bahkan tadi Satria mengirimkan pesan jika ia sudah berada di kantor untuk melaporkan kegiatannya tadi malam.
" Mas Satria sudah pulang belum ya " gumam Satria sembari berjalan keluar gedung fakultasnya.
Kinara pun memutuskan untuk mengirimkan pesan pada Satria untuk memastikan keberadaan dan keadaan suaminya itu.
" Mas, kamu masih di kantor? Kamu beneran udah gak papa? " tanya Kinara dalam pesan itu.
Setelah memastikan pesan itu terkirim, Kinara melanjutkan langkahnya menuju parkiran dimana mobilnya berada.
Sementara itu, Ayla juga baru menyelesaikan semua mata kuliahnya. Ayla pulang dengan dijemput oleh Sandi karena Sandi sedang tidak bertugas saat ini.
" San, kita ke rumah Satria dulu ya. Aku mau jengukin dia, takut dia kenapa-napa. Soalnya aku liat Kinara masih ada kelas dan belum pulang " ucap Ayla yang mengkhawatirkan keadaan Satria.
Sandi yang mendengar itu merasa hatinya sangat sakit karena kekasihnya itu sangat mengkhawatirkan keadaan sahabatnya yang merupakan suami dari wanita lain.
" Kenapa kamu harus sekhawatir itu sama Satria? Satria ada istrinya yang urus dia " ucap Sandi berusaha untuk menahan rasa sakit di hatinya.
Ayla yang hendak memasang helm di kepalanya pun tidak jadi dan menatap Sandi.
" Aku cuma mau jenguk Satria dan wajar aku khawatir karena ia teman kita " ucap Ayla menutupi jika khawatir pada Satria karena Satria adalah pria yang dicintainya.
Sandi tertawa sinis. " Kamu kira aku buta dan gak bisa liat kalau kamu itu gak anggap Satria sebagai teman? Dari mata kamu aja udah keliatan jelas kalau kamu itu masih cinta sama Satria yang merupakan suami dari Kinara " ucap Sandi pada Ayla.
Deg.
Ayla menatap Sandi dan ia tidak menyangka jika Sandi menyadari jika ia memang masih mencintai Satria.
" Awalnya aku coba memahami kamu karena gak mudah untuk menghilangkan rasa cinta sama seseorang. Tapi saat aku mencoba memahami kamu, kamu gak berusaha mengerti perasaan aku yang sakit saat kamu tatap Satria dengan penuh cinta. Aku ini pacar kamu dan hati aku sakit melihat kami mencintai sahabat aku sendiri. Gak sepantasnya kamu seperti ini, Ayla. Ingat, Satria itu sudah punya istri " ucap Sandi sangat kecewa.
Ayla menundukkan kepalanya karena ia merasa bersalah masih mencintai pria lain saat ia memiliki kekasih dan lebih parahnya pria itu adalah suami wanita lain.
" Maafin aku, Sandi. Aku memang masih mencintai Satria dan rasa cinta itu semakin besar setelah dia menikah dengan Kinara. Aku sudah berusaha membuang perasaan ini dan mencoba mencintai kamu, tapi hati aku gak bisa bohong. Aku mencintai Satria, San " ucap Ayla dengan air mata yang mulai jatuh karena merasa bersalah pada Sandi.
Bruk.
__ADS_1
Terdengar suara benda terjatuh dan spontan Sandi dan Ayla menoleh ke sumber suara. Mata mereka melebarkan saat mengetahui jika suara itu berada dari buku yang di jatuhkan oleh Kinara.
Kinara yang hendak masuk ke dalam mobil yang tidak jauh dari sana melihat Sandi dan Ayla. Ia ingin menghampiri mereka sebentar tetapi ia malah mendengar sesuatu yang cukup membuat hatinya sakit.
Walaupun ia tidak tahu apakah Satria sempat memiliki perasaan yang sama, tetapi ia tidak bisa bohong jika hatinya sakit mendengar ada wanita lain yang begitu mencintai suaminya. Apalagi mereka berada di tempat yang sama selama Satria bertugas, bisa saja suaminya itu juga memiliki perasaan pada Ayla. Pikiran-pikiran itu tiba-tiba saja muncul di kepalanya tetapi ia segera menepisnya.
" Enggak mungkin, Mas Satria itu cinta sama aku dan gak mungkin khianati aku " gumam Kinara karena selama ini ia sangat mempercayai suaminya itu.
" Ra " panggil Sandi pada Kinara yang kemungkinan besar mendengar pembicaraan mereka.
Kinara menatap wajah Ayla dengan tatapan tajam, karena ia tidak suka ada wanita lain yang mengatakan jika mencintai suaminya.
" Aku tegaskan sama kamu, berhenti untuk mencintai suamiku. Tidak sepantasnya kamu mencintai laki-laki yang merupakan suami dari wanita lain. Aku tidak akan membiarkan itu, bahkan jika kamu memiliki niatan untuk merebutnya dariku. Camkan itu, Ayla " ucap Kinara dengan tegas.
Kinara tidak akan membiarkan siapapun yang berpotensi untuk menghancurkan rumah tangganya. Apalagi setelah mendengar dari mulut Ayla jika wanita itu semakin mencintai suaminya, bisa saja Ayla memiliki niatan untuk merebut Satria darinya.
" Enggak, Ra. Aku gak ada niatan untuk merebut Satria dari kamu walaupun aku sangat mencintainya " ucap Ayla tidak ingin Kinara berpikir buruk dengannya, padahal dengan dia mengatakan mencintai Satria semua orang pun bisa berpikir demikian.
" Kalau memang benar, jangan pernah mendekati suamiku lagi. Kamu juga tidak pernah mengkhawatirkannya karena ada aku sebagai istrinya yang lebih berhak mengkhawatirkan Mas Satria " ucap Kinara pada Ayla.
Brak.
Tubuh Kinara terpental karena mengenai bagian depan motor yang menabraknya.
" Kinara " teriak Sandi dan Ayla yang melihat itu.
Mereka berdua dengan cepat berlari menghampiri Kinara yang meringis kesakitan sambil memegang perutnya.
" Perutku " ucap Kinara menahan rasa sakit di perutnya.
" Ra, kamu baik-baik aja kan? " tanya Ayla sangat panik.
" Maaf, aku gak sengaja " ucap orang yang menabrak Kinara ketakutan.
Sedangkan Sandi juga panik karena melihat istri dari sahabatnya itu yang sedang kesakitan.
__ADS_1
" Perutku sakit sekali " ucap Kinara hampir kehilangan kesadarannya.
Kinara juga mendapatkan luka di beberapa bagian tubuhnya dan juga keningnya.
" Ya ampun, darah " pekik Ayla saat melihat darah keluar dari sela-sela kaki Kinara.
Sandi pun melihat itu menjadi sangat khawatir dan mereka harus segera membawa Kinara ke rumah sakit.
" Kita harus ke rumah sakit sekarang " ucap Sandi langsung mengangkat tubuh Kinara.
Sandi menggendong tubuh Kinara ke arah mobil milik Kinara dan ia juga membuat Kinara tetap tersadar.
" Tetap sadar, Ra. Gue akan bawa lo ke rumah sakit " ucap Sandi pada Kinara.
" Sakit " ucap Kinara pelan karena perutnya semakin sakit.
Setelah itu Kinara pun tidak sadarkan diri dan membuat Sandi serta Ayla semakin panik.
" Cepat buka pintu buka pintu mobilnya " ucap Sandi pada Ayla.
Ayla terpaksa membuka tas milik Kinara dan mencari kunci mobil itu. Setelah mendapatkannya, Ayla pun membuka pintu mobil milik Kinara agar Sandi lebig mudah membawa Kinara masuk.
Kemudian Ayla masuk lebih dulu dan memangku kepala Kinara. Sedangkan Sandi masuk ke kursi kemudi dan segera melajukan mobil itu menuju rumah sakit. Orang yang menabrak Kinara juga mengikuti dari belakang karena ia harus bertanggung jawab.
" Semoga kamu baik-baik aja, Ra " ucap Ayla dalam hati.
Ayla merasa sangat bersalah karena secara tidak langsung ia adalah penyebab Kinara seperti ini, karena Kinara tidak fokus pada sekitar setelah mendengar dirinya yang mengatakan mencintai Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘
__ADS_1