Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
72. Kegiatan Satria


__ADS_3

Satu bulan sudah Satria menjalani pendidikan Akademimi Polisi. Satria memilih untuk bagian penyidik atau Satreskrim yang bertugas melaksanakan penyelidikan, penyidikan, dan pengawasan penyidikan tindak pidana, termasuk fungsi identifikasi dan laboratorium forensik lapangan serta pembinaan, koordinasi dan pengawasan PPNS. Satria sudah memiliki satu teman seperjuangan yang kebetulan berada satu kamar dengannya.


Satria yang baru saja selesai melaksanakan sholat isya langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidurnya. Satria merasa sangat lelah hari karena latihan hari ini sangat melelahkan.


" Capek banget gue " ucap Sandi, teman Satria di asrama dan selama pendidikan.


" Sama Bro, gue juga " jawab Satria memijat pundaknya yang terasa pegal.


" Ayo siap-siap, sebentar lagi jam makan malam " ucap Sandi saat melihat jam sudah hampir pukul delapan malam.


Satria pun bangkit dari posisi tidurnya lalu memakai kaos miliknya. Setelah itu Satria dan Sandi keluar dari kamar untuk makan malam. Semenit saja mereka terlambat maka mereka tidak akan mendapatkan jatah makan malam. Mereka diajarkan untuk selalu disiplin di sana.


Setelah selesai makan malam, Satria dan Sandi masuk lagi ke kamar mereka. Satria naik ke atas tempat tidur miliknya, begitu juga dengan Sandi. Satria mengambil foto Kinara yang berada di dalam laci nakas. Setiap malam Satria selalu memandangi wajah Kinara di foto itu sebelum tidur, begitu juga dengan foto keluarganya. Itu bisa mengurangi rasa rindunya pada mereka semua.


" Cewek itu siapa sih sebenernya? Cewek lo? " tanya Sandi saat lagi-lagi Satria memandangi foto Kinara.


Sandi sudah beberapa kali bertanya tentang siapa perempuan itu tapi Satria tidak pernah menjawabnya dan itu membuat Sandi menjadi penasaran.


" Calon istri gue " jawab Satria.


" Wih, calon istri. Jangan-jangan selesai pendidikan lo langsung nikah " ucap Sandi.


Sandi cukup terkejut saat Satria berkata jika perempuan itu adalah calon istrinya.


" Enggak lah. Kita kan gak boleh nikah dulu dan harus tugas dua tahun. Lagian dia masih kuliah sekarang " jawab Satria.


Satria mengusap foto itu. Jujur saja saat ini ia sangat merindukan Kinara. Selain tidak bisa bertemu, ia juga tidak bisa mendengar suara Kinara. Satria dilarang membawa ponsel selama pendidikan.


" Aku kangen sama kamu, Ra. Semoga kamu selalu baik-baik aja di sana dan kamu bisa setia nunggu aku " ucap Satria pelan.


Satria merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia ingin cepat-cepat beristirahat karena ia merasa tubuhnya sangat lelah.


" Gue mau tidur, lo juga tidur. Besok kita harus bangun pagi-pagi " ucap Satria pada Sandi.


" Iya, iya " jawab Sandi.


Sandi mengikuti Satria yang sudah merebahkan tubuhnya dan mulai memejamkan matanya.


" Selamat tidur, Ra " ucap Satria sambil memeluk foto Kinara.


Satria memejamkan matanya dan tak lama kemudian ia pun sudah berpindah ke alam mimpi.

__ADS_1


***


Keesokkan harinya, Satria sudah bangun sebelum azan subuh berkumandang. Satria membangun Sandi yang masih meringkuk di dalam selimutnya.


" Woy San, bangun. Sudah hampir subuh nih " ucap Satria menggerakkan tubuh Sandi.


" Iya, gue bangun nih " jawab Sandi yang masih berusaha mengumpulkan nyawanya.


" Cepetan. Kita sholat subuh jamaah di mushola " ucap Satria.


" Iya " jawab Sandi.


Satria masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Ia sudah terbiasa mandi sebelum subuh.


Lima belas menit kemudian Satria pun keluar lalu bergantian dengan Sandi lalu setelah itu mereka pergi ke mushola yang ada di sana untuk sholat subuh berjamaah.


Tepat pukul tujuh pagi mereka akan melaksanakan apel pagi setelah sarapan. Satria sudah berbaris bersama para taruna yang lain untuk mendengarkan arahan dari komandan mereka sekaligus melatih kedisiplinan.


" Beh ni matahari, pagi-pagi udah panas banget " ucap Sandi yang berada di belakang Satria.


" Jangan ngomong mulu, nanti lo malah dihukum " ucap Satria pada Sandi.


Sandi memang termasuk orang yang banyak berbicara. Dia bahkan tidak akan bisa diam jika sudah bercerita.


" Selamat pagi " ucap seorang komandan polisi itu.


" Pagi " jawab mereka.


Setelah selesai apel pagi, mereka langsung bersiap-siap untuk menjalani pendidikan hari ini latihan-latihan yang berat.


***


Sementara itu di tempat yang berbeda, Kinara dan teman-temannya sedang membongkar tenda karena mereka akan pulang hari ini. Semua kegiatan PKKMB sudah selesai dengan kembalinya mereka ke kampus dan besok mereka akan memulai kehidupan baru sebagai seorang mahasiswa.


" Akhirnya selesai juga " ucap Elsa memasukkan tenda ke dalam sebuah tas khusus untuk tenda.


Setelah semua tenda sudah dibongkar dan juga mereka bergotong royong membersihkan kawasan pantai tempat mereka melakukan kegiatan, Riko meminta semua mahasiswa baru untuk berkumpul.


" Selamat pagi semua " ucap Riko.


" Pagi Kak " jawab para mahasiswa baru.

__ADS_1


" Kegiatan PKKMB yang sudah kita lakukan selama tiga hari ini dan ditutup dengan kegiatan keakraban kini sudah selesai dan berjalan dengan lancar. Selamat bagi kalian semua yang sudah resmi menjadi seorang mahasiswa " ucap Riko pada mereka semua.


Semua mahasiswa baru dan panitia pun bertepuk tangan untuk berjalan dengan lancar.


" Setelah ini kita akan kembali ke kampus dan kalian pulang ke rumah kalian masing-masing dari kami. Sekarang kalian masuk ke dalam bus seperti kemarin " ucap Riko.


" Baik Kak " jawab mereka.


Semua mahasiswa baru baru pergi bus mereka masing-masing. Kinara kembali dipanggil oleh Raka untuk membantunya mendata mahasiswa baru yang akan masuk ke dalam bus.


" Kinara, kamu bantu Kakak lagi buat data yang lain " ucap Riko pada Kinara.


" Baik Kak " jawab Kinara.


Riko tersenyum. Ia sengaja menggunakan kesempatan kali ini untuk lebih dekat dengan Kinara. Kinara mengikuti langkah kaki Riko dan berdiri di depan pintu bus untuk mendata mahasiswa baru.


" Sudah semua, Kak " ucap Kinara pada Riko.


" Kalo gitu kita masuk ke dalam bus sekarang " ucap Riko.


Kinara dan Riko masuk ke dalam bus. Ia sudah menyuruh Gery untuk mengosongkan dua kursi untuknya dan Kinara sehingga ia bisa duduk bersebelahan dengan Kinara.


" Nanti aku anterin kamu pulang ya, Ra " ucap Riko saat mereka sudah duduk di kursi masing-masing.


" Gak usah, Kak. Aku bawa motor kok di kampus " tolak Kinara.


" Baiklah " jawab Riko.


Riko tidak memaksa Kinara untuk mengantarkannya karena ia tidak ingin membuat Kinara menjadi tidak nyaman. Kinara sangat berbeda dengan gadis-gadis yang dekat dengannya dan itu membuat Riko semakin tertarik pada Kinara.


Kinara mengambil ponselnya yang berada di dalam kantong celananya. Ia akan mengirimkan pesan pada Satria.


" Hari ini aku pulang dari Pantai Ancol, Mas. Alhamdulillah semua acaranya berjalan dengan lancar dan besok aku sudah mulai kuliah " ucap Kinara dalam pesannya.


Setelah itu Kinara memasukkan kembali ponselnya ke dalam kantong celananya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2