
Sementara itu di Jakarta bagian lain, Satria sedang mondar-mandir di kamarnya karena ia belum mendapatkan balasan pesan dari Kinara padahal jam dinding di kamarnya sudah menunjukkan pukul sepuluh malam.
" Apa Ara belum pulang kerja ya? Tapi ini sudah jam sepuluh malam " ucap Satria pada dirinya sendiri.
Satria baru pulang ke rumah pukul tujuh malam setelah ia pergi untuk tes kesehatan yaitu tes terakhir untuk masuk pendidikan Akademi Polisi. Satria hanya mendapatkan pesan dari Kinara pada sore tadi saat Kinara akan berangkat bekerja.
" Aduh, jadi khawatir kan aku. Apa aku ke sana aja ya sekarang? " ucap Satria.
Ia tidak bisa tenang saat Kinara belum ada kabar seperti ini. Apalagi Kinara tinggal sendiri di sana membuat Satria semakin khawatir.
" Aku coba telpon sekali lagi deh. Kalau enggak jawab juga, aku ke sana malam ini juga " ucap Satria menghentikan kegiatan mondar-mandir yang dilakukannya sejak tadi.
Satria pergi menuju balkon dan mencoba melakukan panggilan telepon pada Kinara. Beruntung kali ini Kinara langsung menjawabnya.
" Halo, Assalamualaikum " ucap Kinara dari ujung telepon.
" Walaikumsalam " jawab Satria.
" Kamu kemana aja sih, Ra? Aku telponin gak diangkat, dichat juga gak dibales. Aku tu khawatir tau gak nungguin kabar kamu dari tadi. Aku takut kamu terjadi apa-apa di sana " ucap Satria mengatakan kekhawatirannya pada Kinara.
" Aku baru pulang kerja, Mas. Ini juga baru banget selesai mandi " jawab Kinara.
" Terus kenapa dari tadi kamu gak angkat telepon aku? Aku tu khawatir, Sayang " tanya Satria.
" Cafe tu lagi rame banget tadi. Aku gak sempet pegang hp sama sekali setelah kirim chat ke kamu tadi sore " jawab Kinara.
" Tapi kamu gak papa kan? Kamu baik-baik aja kan? " tanya Satria memastikan.
" Iya Mas. Aku baik-baik aja kok, kamu jangan terlalu khawatir ya. Aku bisa kok jaga diri " jawab Kinara.
" Ya sudah. Sekarang kamu istirahat aja ya, kamu pasti capek banget habis kerja " ucap Satria pada Kinara.
" Iya Mas. Kamu juga ya " jawab Kinara.
" Iya Sayang. Assalamualaikum " ucap Satria.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Sambungan telepon itu pun terputus.
Satria masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu balkon. Satria meletakkan ponselnya di atas nakas lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Satria sekarang sudah bisa tenang untuk beristirahat. Ia sebenarnya sangat lelah karena seharian berada di luar.
Di kamarnya, Kinara juga merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur setelah Satria menutup panggilan telepon mereka. Kinara merasa senang karena Satria mengkhawatirkannya.
__ADS_1
Kinara menutup kedua matanya dan perlahan-lahan ia mulai pergi ke alam mimpi.
***
Kinara terbangun saat mendengar suara azan subuh berkumandang di mushola kompleks perumahan itu. Kinara bangun dari posisi tidurnya dan turun dari tempat tidur. Kinara pergi ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu lalu melaksanakan sholat subuh.
Setelah selesai melaksanakan subuh dan merapikan peralatan sholatnya, Kinara langsung merapikan tempat tidurnya.
" Mending masak sekarang aja. Baju-baju kemarin juga belum dicuci " ucap Kinara.
Kinara keluar dari kamarnya dengan masih menggunakan piyama dan rambutnya yang dikuncir asal.
Kinara akan memasak mie goreng untuk sarapan karena ia belum berbelanja bahan makanan. Ia mulai merebus mie dan juga membuat bumbu untuk mie goreng. Setelah semua siap, Kinara pun mulai menumis bumbu dan mie di dalam wajan.
Sambil menunggu mie goreng itu matang, Kinara mengambil pakaian kotornya dan memasukkan ke dalam mesin cuci dan mulai menggilingnya.
Setelah mie goreng matang, Kinara menaruh ke dalam wadah dan menaruhnya di atas meja makan. Kinara juga langsung mencuci semua peralatan masak yang ia pakai dan merapikan dapur.
Kemudian Kinara membilas baju yang sudah ia giling dan menjemurnya di halaman belakang rumah yang cukup luas.
" Tinggal nyapu sama ngepel " ucap Kinara setelah selesai menjemur pakaian.
Kinara mengambil sapu dan mulai menyapu semua ruangan lalu dilanjut dengan mengepel semua ruangan juga. Kinara mengambil hijab instan saat hendak menyapu dan mengepel bagian depan rumah.
" Mas Satria? " ucap Kinara saat baru menyadari keberadaan Satria.
" Assalamualaikum " ucap Satria dari luas pagar.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
" Ra, buka dong " ucap Satria pada Kinara.
Kinara meletakkan alat pel yang ada di tangannya dan membukakan pintu pagar untuk Satria. Satria pun membawa motornya masuk ke halaman depan rumah itu.
" Kamu kok pagi-pagi sudah disini sih " ucap Kinara saat Satria sudah turun dari motornya.
" Aku tu gak bisa tenang kalo belum liat kamu. Jadi aku langsung ke sini deh " jawab Satria.
" Tapi kan jauh, Mas. Kamu pagi banget ya berangkat dari rumah " ucap Kinara.
" Iya, sampai gak sempet sarapan " jawab Satria.
" Ya sudah kamu masuk aja. Aku tadi masak mie goreng buat sarapan. Aku mau selesaikan ngepel dulu " ucap Kinara pada Satria.
__ADS_1
" Biar ini aku aja yang lanjutin " ucap Satria mengambil alat pel itu.
" Gak usah, Mas " cegah Kinara.
" Gak papa, aku aja " ucap Satria memaksa.
Kinara pun pasrah dan membiarkan Satria yang melanjutkan untuk mengepel teras.
" Aku mandi dulu kalau gitu " ucap Kinara.
Satria pun menganggukkan kepalanya.
Kinara masuk ke kamarnya dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Dua puluh menit kemudian, Kinara sudah keluar dari kamarnya dengan menggunakan baju rumahan berlengan panjang dan hijab instan karena ia tidak akan pergi kemana-mana. Kinara melihat Satria sudah duduk di meja makan.
" Mau teh, Mas? Aku gak punya kopi soalnya " tawar Kinara pada Satria.
" Boleh deh " jawab Satria.
Kinara pun membuat secangkir teh untuk Satria dan membawanya ke meja makan. Kinara juga menuang air putih ke dalam gelas. Kinara mengambil mie goreng untuk Satria dan memberikannya.
" Makasih ya " ucap Satria tersenyum.
" Iya Mas " jawab Kinara sambil mengambil mie goreng untuk dirinya sendiri.
" Serasa punya istri kalo dilayani gini " ucap Satria sambil menikmati mie goreng buatan Kinara.
Kinara hanya tersenyum. Ia juga merasa sedang melayani seorang suami jika seperti ini.
" Mau tambah lagi, Mas? " tanya Kinara saat melihat mie goreng di piring Satria sudah habis.
" Boleh deh, Sayang " jawab Satria.
Kinara pun mengambilkan lagi mie goreng untuk Satria.
Mereka berdua pun melanjutkan memakan sarapan mereka hingga mie goreng itu habis oleh Satria.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘