Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
42. Sampai Malang


__ADS_3

Kinara begitu menikmati perjalanan menuju Malang. Ia juga disuguhkan dengan pemandangan yang begitu indah di perjalanan. Ia juga menyempatkan tidur di dalam kereta karena ia akan sampai di Malang pada pukul satu malam.


" Pemandangannya bagus banget. Gak nyesel aku perginya naik kereta kalo bisa liat pemandangan sebagus ini " ucap Kinara melihat pemandangan lewat jendela kereta api.


Setelah menempuh sekitar kurang lebih lima belas jam perjalanan, Kinara akhirnya sampai juga di Malang. Kinara akan dijemput oleh dua teman dekatnya saat ia masih tinggal di Malang.


" Kinara " panggil seseorang saat Kinara baru turun dari kereta api.


Kinara langsung tersenyum saat menoleh ke arah sumber suara. Terlihat di sana kedua temannya sedang berjalan menghampirinya.


" Aku kangen sama kamu, Ra " ucap Ranti, salah satu teman Kinara dan memeluknya.


" Aku juga kangen sama kamu " jawab Kinara membalas pelukan Ranti.


Saat mereka sedang berpelukan, seorang pemuda hanya melihat mereka dengan tersenyum. Pemuda itu adalah Bagus, ia juga teman Kinara.


" Kamu gak kangen aku juga to, Ra? " tanya Bagus dengan logat jawanya saat Kinara dan Ranti sudah melepaskan pelukan mereka.


" Yo kangen kamu juga to, Gus " jawab Kinara tersenyum.


" Kamu sih Ra, gak pernah pulang ke Surabaya. Tiga tahun lho kita gak ketemu " ucap Ranti pada Kinara.


" Iya Ra. Kamu juga baru kali ini mau ikut kumpul-kumpul sama kita " tambah Bagus.


" Yo sepurane to. Aku kemarin-kemarin itu sibuk jadi gak bisa ikut kalian kalo kumpul-kumpul. Nah, sekarang aku sudah selesai ujiannya jadi aku ada disini sekarang " jawab Kinara.


" Yo wes, ayo kita ke penginapan aja. Kita besok harus berangkat pagi ke Gunung Bromo " ucap Bagus pada Kinara dan Ranti.


Mereka bertiga pun pergi ke penginapan dengan jalan kaki, karena jarak stasiun kereta api dan penginapan yang mereka pesan tidak terlalu jauh.


" Huh, akhirnya bisa istirahat juga " ucap Kinara meletakkan tas yang dibawanya.


" Kamu mandi aja dulu, Ra. Ben seger " ucap Ranti pada Kinara.


Kinara pun mengambil handuk di dalam tasnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setengah seharian di dalam kereta api.


Kinara akan tidur satu kamar bersama dengan Ranti di penginapan tersebut. Sedangkan Bagus di kamar lain dengan teman mereka yang lain. Mereka semua satu angkatan tinggal di penginapan yang sama agar memudahkan mereka saat akan pergi.


Setelah menyelesaikan mandinya, Kinara keluar dengan menggunakan piyama panjang karena suhu udara di Malang sangat dingin.


" Gimana Ra Jakarta? Kamu betah di sana? " tanya Ranti saat Kinara sudah bergabung di atas tempat tidur.


" Ya gitu lah Ran, tapi aku betah kok " jawab Kinara.

__ADS_1


" Kabar Papa Mama kamu gimana? Alina juga pasti wes gede ya? " tanya Ranti menanyakan kabar kedua orang tua Kinara.


" Alhamdulillah, sehat Kabeh Ran. Alina saiki sudah mau remaja, terus tahun ini juga lulus SD " jawab Kinara.


" Kabar keluargamu gimana di Surabaya, Ran? tanya balik Kinara.


" Alhamdulillah sehat juga " jawab Ranti.


Ranti dan keluarganya tinggal di Surabaya dan Ranti adalah anak tunggal. Begitu juga dengan Bagus.


" Sudah punya pacar kamu, Ra? Lanangan Jakarta pasti ganteng to, Ra? " tanya Ranti.


" Yo lumayan, tapi aku gak punya pacar " jawab Kinara.


" Tapi sing dekat-dekat pasti ada to, Ra " ucap Ranti tersenyum menggoda Kinara.


Mendengar itu, Kinara pun langsung kembali teringat kepada Satria. Wajahnya berubah menjadi sedih.


" Lah, kok mukamu jadi sedih gitu " ucap Ranti saat melihat perubahan wajah Kinara.


" Kamu lagi ada masalah yo " lanjut Ranti.


" Sebenarnya aku ikut kalian libur itu sekaligus buat ngehindari seseorang yang belum mau aku temui sekarang-sekarang ini " ucap Kinara menundukkan wajahnya.


" Kamu masih inget Satria yang dulu aku ceritain sama kamu? " tanya Kinara pada Ranti.


" Iyo, masih inget aku " jawab Ranti.


Kinara memang pernah menceritakan tentang temannya yang bernama Satria pada Ranti karena memang ia dan Ranti sangat dekat. Sampai sekarang pun mereka masih selalu bertukar kabar dan berkirim pesan.


Akhirnya Kinara pun menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dengan Satria. Ia juga menceritakan bahwa Satria sekarang sudah pindah ke Jakarta dan bersekolah di sekolah yang sama dengannya.


" Yoalah Ra, kamu seng sabar yo " ucap Ranti setelah mendengarkan cerita Kinara.


" Sekarang kamu jangan sedih terus. Kita disini buat liburan lho, buat seneng-seneng. Untuk sementara lupain masalah kamu dulu dan nikmati aja liburan kita disini. Nanti pas kamu balik ke Jakarta, kamu coba selesaikan masalah kamu baik-baik sama dia. Mungkin juga yang kamu lihat itu cuma salah paham kayak yang dia bilang. Kamu harus dengarin penjelasan dia dulu, Ra " lanjut Ranti.


" Iyo Ran, sekarang aku mau nenangin hati sama pikiran aku dulu disini " jawab Kinara.


Setelah itu mereka pun langsung bersiap untuk tidur karena hari sudah semakin larut dan mereka juga hari bangun pagi besok karena mereka akan pergi ke Gunung Bromo.


***


Sementara itu di Jakarta, Satria sedang berdiri di balkon kamarnya. Ia sedang memikirkan Kinara yang entah bagaimana kabarnya. Sebenarnya Satria ingin merokok untuk sedikit menenangkan pikirannya tapi tidak bisa karena ia dilarang untuk merokok saat akan masuk Akpol dan ada tes kesehatan juga nantinya.

__ADS_1


" Sayang " panggil Bunda Wulan yang datang ke kamar Satria.


Satria pun menoleh ke arah Bunda Wulan yang sedang mendekatinya.


" Ada apa, Bun? " tanya Satria pada Bunda Wulan.


" Gak ada apa-apa. Bunda cuma mau ngobrol sama anak Bunda ini " jawab Bunda Wulan.


Bunda Wulan duduk di sofa yang ada di balkon dan diikuti oleh Satria yang duduk di sampingnya.


" Kamu kenapa? Kamu lagi ada masalah? " tanya Bunda Wulan yang melihat anaknya sangat berbeda sejak tadi pagi.


Satria juga tidak keluar dari kamarnya semenjak pulang sekolah. Bunda Wulan pun menjadi khawatir pada Satria.


" Satria gak papa kok, Bun. Satria baik-baik aja " jawab Satria tersenyum.


" Kamu jangan bohong sama Bunda. Bunda bisa lihat dari muka kamu kalo kamu lagi ada masalah sekarang " ucap Bunda Wulan.


" Kamu lagi berantem ya sama Ara? " tanya Bunda Wulan.


Satria menghembuskan nafasnya panjang. Ia memang tidak bisa berbohong pada ibunya.


" Iya Bun. Ara marah banget sama Satria " jawab Satria.


" Emangnya kamu buat kesalahan apa sampai Kinara marah banget sama kamu? " tanya Bunda Wulan.


Satria pun menceritakan kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dengan Kinara pada Bunda Wulan dan juga mengatakan jika Kinara sekarang sedang pergi ke Malang.


" Ya sudah, kamu sekarang fokus aja sama tes yang bakal kamu hadapi. Lagipula Ara sekarang gak ada disini dan nomor kamu juga diblokir. Nanti saat pulang, kamu ngomong baik-baik sama dia. Kasih liat bukti kalo itu cuma salah paham " ucap Bunda Wulan pada Satria.


" Iya Bun " jawab Satria.


" Bunda keluar dulu, kamu cepet masuk dan istirahat " ucap Bunda Wulan mengecup kening Satria.


" Iya Bun. Selamat malam Bunda " ucap Satria tersenyum.


" Malam Sayang " jawab Bunda Wulan.


Setelah Bunda Wulan pergi dari kamarnya, Satria pun masuk dan bersiap untuk tidur.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2