
Hari sudah berganti sore. Kinara akan berangkat ke cafe tempatnya akan bekerja. Ia juga sudah siap sedang seragam berwarna kuning yang dipadukan dengan celana jeans warna hitam dan hijab segiempat berwarna hitam.
Kinara menelepon Mama Santi sebelum ia berangkat. Ia ingin meminta doa Mama Santi di hari pertamanya bekerja.
" Doakan Ara ya, Ma " ucap Kinara pada Mama Santi di telepon.
" Iya Sayang. Mama selalu berdoa untuk kamu " jawab Mama Santi.
" Kamu yang semangat kerjanya. Ingat yang rajin dan jujur ya. Jangan mengecewakan orang yang sudah menerima kamu " ucap Mama Santi.
" Iya Ma " jawab Kinara.
Setelah itu Kinara pun mengakhiri panggilan telepon itu karena ia harus segera berangkat ke cafe. Kinara juga sudah mengirimkan pesan pada Satria jika ia akan berangkat.
" Aku berangkat kerja sekarang. Kamu jangan lupa makan malam ya " ucap Kinara dalam pesannya.
Kemudian Kinara pergi menuju cafe dengan menggunakan motornya. Pukul tiga kurang sepuluh menit, Kinara sudah di cafe itu. Kinara memasuki cafe itu dan menghampiri Hadi yang berada di kasir. Hadi juga mendapat shift malam seperti dirinya tapi karena Hadi tinggal di kamar yang ada di cafe itu jadi ia akan selalu berada di cafe jika tidak kuliah.
" Assalamualaikum, Kak " ucap Kinara.
Hadi yang mendengar seseorang mengucapkan salam pun langsung menoleh.
" Walaikumsalam " jawab Hadi tersenyum.
" Ayo Ra, sekarang aku kenalkan kamu sama yang lain " ucap Hadi pada Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya dan mengikuti langkah Hadi.
Hadi memanggil semua orang yang bekerja di cafe itu dan memperkenalkannya pada Kinara. Kebetulan juga cafe sedang sepi saat itu.
" Temen-temen, kenalin ini Kinara. Dia akan bergabung di cafe kita dan dia di shift malam " ucap Hadi memperkenalkan Kinara.
Kinara tersenyum pada mereka semua dan menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
" Salam kenal semuanya, nama saya Kinara. Mohon bimbingannya dari kakak-kakak semua " ucap Kinara sopan.
Kemudian Hadi pun memperkenalkan mereka semua yang ada di sana satu persatu pada Kinara.
" Nah, itu Bu Jumi dan anaknya Mbak Ani. Mereka juru masak disini, mereka akan bekerja dari pagi sampai malam. Terus yang ada di shif pagi ada Tina, Julio, Anggun dan Dafa sebagai kasir. Nah, terus yang baru dateng itu Dina dan Ciko, mereka di shift malam sama kita " ucap Hadi pada Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda bahwa ia sudah mengerti.
__ADS_1
Setelah pukul tiga tepat, mereka yang sudah bekerja di shift pagi pun langsung pulang dan akan digantikan dengan yang shift malam.
" Aku pulang dulu, Ra. Selamat bekerja " ucap Tina pada Kinara.
" Iya Mbak. Hati-hati di jalan " jawab Kinara tersenyum.
Tina pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.
Setelah itu, Kinara dan yang lainnya pun mulai membersihkan dan merapikan cafe itu sebelum para pengunjung datang.
" Hai kita belum kenalan " ucap Dina pada Kinara.
" Aku Dina " lanjut Dina mengulurkan tangannya.
" Kinara " jawab Kinara tersenyum dan membalas uluran tangan Dina.
" Aku Ciko " ucap Ciko juga mengulurkan tangannya pada Kinara.
Kinara pun membalas uluran tangan dari Ciko.
" Semoga betah ya kerja disini sama kita-kita " ucap Ciko.
" Iya Kak, mohon bantuannya ya kalo belum ada yang aku paham " ucap Kinara.
" Kamu tenang aja Ra. Kalo kamu bingung ngomong aja sama kita berdua " tambah Dina.
Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Tak lama ada beberapa pengunjung yang datang, Kinara pun langsung melayani mereka.
Semakin sore cafe itu semakin ramai. Kinara dan yang lainnya saling membantu dan bekerja sama dan melayani pengunjung.
Saat magrib datang, Kinara, Dina dan Hadi langsung melaksanakan sholat magrib di mushola yang ada di cafe itu. Sedangkan Ciko adalah non muslim dan ia akan melayani pengunjung sendiri selama yang lain melaksanakan sholat.
Setelah sholat magrib, mereka bergantian untuk makan malam. Mereka akan disediakan makanan saat bekerja di shift mereka.
" Kamu bakal kuliah di kampus depan? " tanya Dina pada Kinara saat mereka sedang makan malam.
" Iya Kak " jawab Kinara sambil mengunyah makanannya.
" Kakak juga kuliah? " tanya Kinara.
__ADS_1
" Enggak. Aku gak bisa kuliah setelah lulus tiga tahun yang lalu. Keluargaku gak mampu buat biayain kuliah " jawab Dina.
Kinara menganggukkan kepalanya.
" Kakak sudah lama kerja disini? " tanya Kinara.
" Ya lumayan lah sekitar setengah tahun yang lalu, sejak cafe ini buka. Aku coba daftar disini tu karena kerjanya gak full dari pagi sampai malam jadi aku masih bisa tetep kerja di tempat yang dulu pagi sampai sorenya " jawab Dina menyuapkan makanan ke mulutnya.
" Oh, jadi cafe ini baru. Aku baru tahu, soalnya aku jarang banget pergi ke daerah sini " ucap Kinara.
" Iya, cafe ini baru. Ini tuh cabang dari cafe pusat yang ada di Kalimantan. Pemilik cafe ini pindah ke Jakarta jadi ya buka disini " jawab Dina.
" Emang siapa sih pemiliknya, Kak? " tanya Kinara penasaran.
" Namanya sih aku gak tau karena dia gak nunjukin identitasnya sama kita. Cuma Kak Hadi yang tau tapi Kak Hadi gak mau ngasih tau kita-kita. Sekitar setiap sebulan sekali dia ke sini sih tapi itu pun cuma nyapa terus masuk ke ruangan sama Kak Hadi. Tapi ya yang aku lihat dia tu masih muda banget " jawab Dina.
" Eh, ayo ke depan. Biar gantian sama Kak Hadi dan Ciko " ucap Dina saat makan mereka sudah habis.
Kinara dan Dina pun mencuci piring bekas makan mereka dan langsung bergantian dengan Hadi dan Ciko.
Saat setelah magrib dan sampai malam pengunjung terus ramai berdatangan. Kebanyakan dari mereka adalah anak muda yang sengaja nongkrong di sana. Di cafe itu ada dua lantai, di lantai untuk anak muda yang ingin nongkrong dan di lantai dua untuk yang butuh privasi.
Pada pukul sepuluh malam, cafe itu pun tutup. Kinara dan yang lainnya pun merapikan kembali meja dan kursi yang cukup berantakan.
" Kamu tinggal dimana, Ra? " tanya Ciko saat mereka sudah berada di parkiran khusus pegawai cafe itu.
" Gak jauh kok dari sini. Di kompleks polisi " jawab Kinara.
Tempat tinggal Kinara berada di bagian depan kompleks, sedangkan di bagian belakang itu terdapat banyak rumah yang profesinya sebagai polisi termasuk Rendra. Itu mengapa kompleks perumahan itu sering di sebut kompleks polisi.
" Aku duluan ya " ucap Kinara pada Ciko dan Dina.
Setelah itu Kinara pun menjalankan motornya untuk pulang ke rumah.
Sesampainya di rumah Kinara langsung bergegas mandi. Badannya terasa sangat pegal karena terus melayani pengunjung yang terus berdatangan. Kinara bahkan tidak menyentuh ponselnya sama sekali saat berada di cafe.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘