Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
53. Acara Empat Bulanan


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Kinara dan keluarga akan menghadiri acara syukuran empat bulan kehamilan Puspa. Kinara baru mengetahui jika Puspa sedang hamil saat Satria mengundangnya sekeluarga untuk datang ke acara syukuran empat bulanan itu.


Kinara sedang bersiap-siap untuk pergi. Ia memakai sebuah gamis yang begitu pas di tubuhnya. Ia juga memakai jilbab pashmina yang senada dengan gamis yang dipakainya.


" Kak cepat, taksi onlinenya sudah sampai " ucap Alina dari luar.


" Iya Dek, ini Kakak sebentar lagi keluar " jawab Kinara.


Kinara dengan segera mengambil tasnya lalu pergi keluar. Kinara langsung menyusul ayah dan ibu serta adiknya yang sudah berada di dalam mobil. Setelah Kinara masuk ke dalam mobil mereka pun langsung berangkat menuju rumah Rendra dan Puspa.


Jarak rumah Rendra dan Puspa memang cukup jauh sehingga mereka baru sampai setelah menempuh perjalanan sekitar tiga puluh menit.


" Assalamualaikum " jawab Kinara dan keluarganya menghampiri Rendra dan Puspa yang sedang menyambut tamu.


Terlihat di sana sudah cukup banyak tamu yang datang.


" Walaikumsalam " jawab Rendra dan Puspa.


" Maaf ya, kami terlambat " ucap Mama Santi pada Rendra dan Puspa.


" Enggak kok, Tante. Acaranya juga belum dimulai " jawab Puspa.


" Mari silahkan masuk " ucap Rendra mempersilahkan mereka untuk masuk ke dalam rumah.


Kinara dan keluarganya pun masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba saja Rere menghampiri Kinara dan memeluknya.


" Ate Ara " panggil Rere memeluk Kinara.


Kinara pun berjongkok agar sejajar dengan Rere.


" Rere " ucap Kinara membalas pelukan Rere.


" Rere kangen banget sama Ate Ara " ucap Rere setelah melepaskan pelukannya.


Mereka berdua memang sudah lama tidak bertemu, apalagi Kinara pergi ke Malang dan Surabaya.


" Ate juga kangen sama Rere " jawab Kinara tersenyum.


Kinara berdiri dan membawa Rere dalam gendongannya. Tak lama Raka dan Elsa datang menghampiri mereka. Mereka juga diundang oleh Rendra dan Puspa.


" Hai Rere " sapa Elsa pada putri Rendra dan Puspa itu.


" Hai Kak Elsa " jawab Rere.


" Kalian baru dateng juga? " tanya Kinara pada Raka dan Elsa.

__ADS_1


" Iya, kita baru dateng " jawab Elsa.


" Satria mana? " tanya Raka karena tidak melihat Satria.


" Gak tau. Aku juga belum liat Satria " jawab Kinara.


Baru saja dibicarakan, terlihat Satria berjalan menghampiri mereka.


" Kalian sudah dari tadi? " tanya Satria pada mereka.


" Enggak, kita semua baru sampai " jawab Raka.


Satria melihat Kinara yang menggunakan hijab dan terlihat sangat cantik. Bahkan menurut Satria Kinara lebih cantik menggunakan hijab seperti ini.


" Ehem, ehem " dehem Elsa saat melihat Satria yang terus melihat Kinara dengan tersenyum.


" Biasa aja kali liatinnya " ucap Elsa pada Satria.


" Abisnya Kinara cantik banget sih pakai hijab gitu " jawab Satria membuat wajah Kinara menjadi merah.


" Apaan sih, Sat " ucap Kinara malu.


" Yaelah, gak usah malu gitu kali Ra. Kita paham kok kalo pasangan baru kayak kalian masih seneng-seneng saling muji " ucap Raka pada Kinara.


Tak lama kemudian, acara syukuran empat bulan kehamilan Puspa pun dimulai. Mereka juga mengundang anak yatim dari sebuah panti asuhan.


Kinara duduk bersama Elsa dan Rere, karena Rere dari tadi tidak mau lepas dari Kinara.


Setelah semua rangkaian acara selesai, mereka pun makan bersama dengan para tamu undangan dan anak yatim lalu Rendra dan Puspa memberikan santunan pada anak yatim.


Para tamu undangan dan anak yatim langsung pulang setelah semua acara selesai. Hanya tinggal keluarga Kinara saja yang masih berada di sana. Satria dan Kinara menemani Rere bermain di ruang keluarga.


Satria terus memandangi wajah Kinara yang tidak pernah membuatnya bosan.


" Kenapa sih liatin aku terus, Sat? " tanya Kinara karena ia menjadi malu jika Satria terus memandanginya.


" Kamu cantik banget pakai hijab gini, Ra. Aku gak bisa alihin pandangan aku dari kamu " jawab Satria.


" Kalo aku pakai hijab seterusnya gimana? " tanya Kinara pada Satria.


Kinara memang sudah sejak lama ingin menggunakan hijab apalagi Mama Santi juga menggunakan hijab. Begitu juga dengan Bunda Wulan dan Puspa. Tapi terkadang masih ada rasa ragu di hatinya karena apakah sikapnya sudah baik jika berhijab.


" Aku sih seneng banget, tapi kamu pakai hijab jangan karena aku suka liatnya. Tapi harus dari hati kamu " jawab Satria.


" Aku sebenernya sudah ada niatan buat pakai hijab tapi masih ada rasa ragu di hati aku " ucap Kinara mengatakan keinginannya itu.

__ADS_1


" Kamu coba yakinin dulu hati kamu. Tapi aku bakal seneng banget kalo kamu berhijab " ucap Satria tersenyum.


Karena sudah bosan bermain, Rere pun mengajak Satria dan Kinara untuk bergabung bersama para orang tua yang sedang mengobrol di ruang tamu.


" Ara mau kuliah dimana? " tanya Puspa pada Kinara.


" Di Jakarta, Kak. Di universitas gak jauh dari sini " jawab Kinara.


" Jaraknya kan cukup jauh ya dari rumah kamu " ucap Rendra yang mengetahui dimana letak universitas itu.


Kinara pun menganggukkan kepalanya. " Rencana sih aku mau cari kost dekat sini biar lebih deket dari kampus " ucap Kinara.


Jarak dari rumah Kinara ke universitas tempat Kinara melanjutkan pendidikan cukup jauh dan membutuhkan waktu tempuh selama kurang lebih satu jam.


" Kamu gak usah cari kost. Di depan komplek perumahan ini ada rumah yang tempati saat Kakak kuliah dulu jadi kamu tinggal aja di sana " ucap Puspa pada Kinara.


Puspa juga dulu berkuliah di Jakarta dan mereka memiliki satu rumah yang tidak terlalu besar di Jakarta sebelum mereka semua pindah.


" Iya Sayang. Lagian rumah itu juga tidak ada yang menempati " tambah Bunda Wulan.


Kinara merasa bingung. Ia melihat ke arah kedua orang tuanya dan mereka menganggukkan kepalanya agar Kinara mau menerima tawaran itu.


" Baiklah, Kak. Terima kasih sebelumnya " ucap Kinara menerima tawaran Puspa.


" Kamu gak perlu berterima kasih. Kamu kan adik Kakak " jawab Puspa tersenyum.


" Besok biar Satria yang anterin kamu ke sana dan liat rumahnya " ucap Ayah Arif pada Kinara.


" Iya Om " jawab Kinara.


Kinara sangat bersyukur karena di pertemuan dengan orang-orang baik seperti keluarga Satria. Setidaknya dengan dia tidak jadi kost dia tidak akan membebani kedua orang tuanya dengan membayar sewa kost.


" Terima kasih banyak, Mas Arif " ucap Papa Lukman pada Ayah Arif.


" Kamu ni Man, kayak sama siapa aja. Kita kan keluarga sekarang dan mungkin beberapa tahun ke depan kita bakal jadi besan " ucap Ayah Arif tersenyum.


Papa Lukman pun menanggapinya dengan sebuah senyuman.


Setelah itu Kinara dan keluarganya pun langsung berpamitan untuk pulang ke rumah mereka.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2