Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
221. Kehidupan Baru


__ADS_3

Hari sudah berganti malam, para orang tua sudah pulang karena Satria yang memintanya dan ia yang akan menjaga Kinara. Kinara mulai mengerjapkan matanya saat efek obat bius pada dirinya sudah habis. Kinara sangat bingung karena saat ia membuka matanya, ia sudah berada di ruangan yang serba putih.


Satria yang melihat sang istri sudah sadar pun sangat senang, ia segera memencet tombol di samping tempat tidur rumah sakit agar perawat dan dokter segera datang.


" Akhirnya kamu sadar juga, Sayang " ucap Satria pada Kinara.


" Aku di rumah sakit ya sekarang, Mas? " tanya Kinara dengan suara lemah karena ia sempat mengingat apa yang terjadi sebelum tidak sadarkan diri.


" Iya Sayang. Kamu tertabrak motor di kampus " jawab Satria.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Mas, aku haus " ucap Kinara karena merasa tenggorokannya sangat kering.


Satria pun segera mengambil gelas yang berisi air putih lalu membantu Kinara untuk duduk dan bersandar. Satria juga membantu sang istri untuk minum melalui sedotan agar lebih mudah.


" Pelan-pelan, Sayang " ucap Satria membantu Kinara untuk minum.


" Sudah, Mas " ucap Kinara setelah cukup.


Setelah itu Satria meletakkan kembali gelas air putih itu di atas nakas.


Tak lama kemudian, Dokter Lidya dan seorang perawat datang karena menerima panggilan dari tombol yang dipencet oleh Satria.


" Anda sudah sadar, Nona? " ucap Dokter Lidya pada Kinara.


" Iya Dok " jawab Kinara.


" Kalau begitu saya akan memeriksa Anda dulu " ucap Dokter Lidya tersenyum.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


Dokter Lidya pun mulai memeriksa keadaan Kinara, sedangkan Satria terus berada di samping Kinara karena ia tidak ingin jauh dari istrinya itu.


" Bagaimana keadaan istri saya sekarang, Dok? " tanya Satria pada Dokter Lidya setelah memeriksa Kinara.


" Keadaan istri Anda baik-baik saja, tetapi tetap butuh perawatan dan istirahat total untuk beberapa hari " jawab Dokter Lidya.

__ADS_1


" Besok Anda dan Nona Kinara bisa menemui Dokter Samuel untuk melakukan pemeriksaan terhadap kandungan Nona Kinara dan mengetahui usia kandungannya. Saya sudah menghubungi Dokter Samuel dan membuat janji untuk kalian " lanjut Dokter Lidya agar Satria dan Kinara menemui seorang dokter kandungan.


Deg.


Kandungan? Kinara terdiam mendengar satu kata itu dan mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Dokter Lidya. Kinara memastikan jika ia tidak salah mendengar dan arti dari kata itu.


" Baik, Dok. Kami akan menemui Dokter Samuel " jawab Satria.


" Sebentar Dok, apa maksudnya saat ini saya sedang hamil? " tanya Kinara pada Dokter Lidya memastikan.


" Iya Nona, Anda sekarang sedang mengandung " jawab Dokter Lidya tersenyum.


Dokter Lidya menjelaskan tentang keadaan Kinara kemarin yang sempat mengalami pendarahan dan beruntung janin di dalam kandungan masih bertahan.


" Apa suami Anda belum memberitahu Anda? " tanya Dokter Lidya karena memang sepertinya Satria belum memberitahu Kinara.


" Saya memang belum memberitahu istri saya karena istri saya baru sadar, Dok " Satria yang menjawab karena ia memang belum sempat memberitahu istrinya jika sedang mengandung.


Dokter Lidya pun menganggukkan kepalanya.


Setelah itu Dokter Lidya pun pamit dan keluar dari ruang perawatan itu bersama perawat karena Kinara juga harus segera beristirahat.


Tidak ada kabar yang lebih membahagiakan dari saat mengetahui jika di dalam perutnya ada kehidupan baru yang akan mengisi hari-harinya dan Satria nanti.


" Mas, aku akan menjadi seorang ibu " ucap Kinara pada Satria dengan mata yang berkaca-kaca.


Air mata bahagia dan haru tidak bisa Kinara tahan karena tidak akan lama lagi ia akan menjadi seorang ibu.


" Iya Sayang. Aku juga akan menjadi seorang ayah " jawab Satria tersenyum.


Satria yang melihat sang istri sudah meneteskan air matanya langsung menarik Kinara ke dalam pelukannya dan memeluknya dengan erat.


" Terima kasih ya Sayang, karena kamu sudah bersedia mengandung dan menjadi ibu dari anak aku " ucap Satria mengecup puncak kepala Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara menyandarkan kepalanya di dada sang suami.


" Terima kasih juga karena kamu sudah membuat aku mengandung anak kamu. Aku sangat bahagia akan menjadi seorang ibu dalam waktu secepat ini " ucap Kinara mendongakkan kepalanya dan menatap wajah Satria.

__ADS_1


" Iya Sayang. Aku juga sangat bahagia " jawab Satria tersenyum.


Satria mendekatkan wajahnya lalu menempelkan bibirnya pada bibir sang istri. Satria memberikan ciuman yang sangat lembut tetapi tidak menuntut, ciuman yang bukan karena nafsu dan untuk menyalurkan rasa cinta Satria dan Kinara.


" Sudah cukup. Kalau diteruskan maka aku tidak yakin bisa menahannya lagi " ucap Satria mengusap bibir Kinara yang basah karena ciuman mereka.


Kinara pun tersenyum walaupun ia belum puas untuk berciuman dengan sang suami.


" Sekarang kamu harus istirahat dan tidur " ucap Satria membantu Kinara untuk membaringkan tubuhnya.


Kinara menurut saja karena rada kantuk juga mulai menyerang dirinya, apalagi hari sudah cukup malam.


" Tidurlah, aku akan terus di sini " ucap Satria mendudukkan tubuhnya di kursi samping tempat tidur rumah sakit itu dan menggenggam tangan sang istri.


" Kamu naik, Mas. Aku mau tidur sambil dipeluk sama kamu " pinta Kinara karena ia memang ingin dipeluk oleh Satria.


" Tapi nanti akan kesempitan, Sayang " ucap Satria pada Kinara.


" Enggak kok, Mas. Ini masih cukup luas " ucap Kinara menggeser tubuhnya agar Satria memiliki tempat.


" Baiklah " jawab Satria.


Satria naik ke atas tempat tidur rumah sakit itu dengan sangat hati-hati. Kinara pun langsung mendekat dan masuk ke dalam pelukan Satria. Kinara juga menjadikan lengan sang suami sebagai bantalan.


" Mas, aku masih gak nyangka ada kehidupan baru di sini " ucap Kinara membawa tangan Satria ke perutnya.


Satria tersenyum. " Aku juga, Sayang. Allah begitu mempercayai kita untuk menjaga dia dengan cepat sehingga Dia menghadirkan kehidupan baru di perut kamu. Anak ini nanti yang akan menjadi pelengkap kehidupan kita yang bahagia " jawab Satria mengusap lembut perut Kinara.


Kinara menganggukkan kepalanya dan tersenyum karena yang dikatakan suaminya itu benar.


Setelah itu Kinara mulai memejamkan matanya di dalam pelukan sang suami dan Satria memberikan kecupan di kening Kinara sebagai pengantar tidur.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya saya di akun ini " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya @tyaningrum_05 dan akun NT saya Gadis Taurus ya 😘


__ADS_2