Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
118. Sedikit Terhibur


__ADS_3

Setelah melakukan panggilan video dengan Satria, Kinara kembali melanjutkan masakan setelah sebelumnya ia menghapus air matanya yang jatuh dan mengatur perasaannya. Mau bagaimana pun ia tetap saja merasa sedih tapi ia tidak ingin menunjukkan pada Satria.


Kinara segera menata omelet sayur di atas meja makan dan sebagiannya lagi ia masukkan ke dalam kotak bekal untuk ia bawa ke kampus.


" Sekarang mending mandi biar seger " ucap Kinara melepaskan celemek yang menempel di tubuhnya lalu menggantungnya kembali ke tempat semula.


Kinara masuk ke dalam kamarnya dan mengambil handuk dari dalam lemari. Kinara masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Beberapa saat kemudian, Kinara sudah rapi dengan celana kulot berwarna putih yang ia padukan dengan kemeja berwarna mocca, ia juga memakai jilbab segi empat yang senada. Kinara duduk di meja makan setelah meletakkan tasnya di kursi yang lain. Kinara langsung menyantap omelet sayur yang tadi ia buat hingga habis tidak tersisa.


" Alhamdulillah " ucap Kinara setelah selesai sarapan.


Kinara membawa piring dan gelas kotor yang baru ia gunakan lalu segera mencucinya agar tidak menumpuk nantinya.


Setelah selesai, Kinara meraih tas miliknya lalu keluar dari rumah setelah sebelumnya ia mengambil sepatu dan juga helm miliknya. Kinara memakai sepatu itu sebelum ia keluar dari rumah lalu mengunci pintu rumah agar tetap aman saat ia tinggal pergi walaupun lingkungan mereka sangat aman karena banyak anggota polisi yang tinggal di sana.


Kinara mengeluarkan motornya dari halaman rumah lalu menutup pagar rumah itu kembali. Kinara memakai helm di kepalanya lalu naik ke atas motor.


" Bismillahirrahmanirrahim " ucap Kinara sebelum menyalakan mesin motornya.


Kemudian Kinara menyalakan mesin motornya dan melajukannya menuju kampus.


***


Lima belas menit kemudian, Kinara sudah sampai kampus dan memarkirkan motornya di parkiran khusus mahasiswa. Ia langsung masuk ke dalam gedung fakultasnya karena ia sudah hampir terlambat.


Benar saja, baru Kinara mendudukkan tubuhnya di kursi seorang dosen masuk ke dalam kelas itu. Kinara mengelus dadanya lega karena ia tidak terlambat jika tidak kemungkinan besar ia tidak akan bisa mengikuti kelas pada pagi itu.


" Untung aja gak telat " gumam Kinara pelan.


Kinara memperhatikan semua penjelasan dosen walaupun beberapa kali terganggu karena ia memikirkan Satria, tapi ia tetap berusaha untuk tetap fokus hingga mata kuliah hari itu berakhir.


" Lo kenapa sih Ra, dari tadi gue liat kayak gak fokus gitu? " tanya Jeki yang sejak di dalam kelas tadi memperhatikan Kinara.


Sekarang, mereka sedang berjalan menuju kantin karena Raka dan Elsa sudah menunggu mereka di sana.

__ADS_1


" Gak papa, Jek. Gue cuma lagi kurang fokus aja " jawab Kinara lesu.


Mereka melanjutkan langkah mereka hingga sampai di kantin. Mereka menghampiri meja yang sudah ada Raka dan Elsa di sana setelah memesan makanan.


" Lama banget sih kalian " ucap Elsa yang sudah cukup lama menunggu Kinara dan Jeki.


" Ya gimana, dosen di kelas kita baru keluar " jawab Jeki lalu duduk di depan Raka dan disusul Kinara di sampingnya.


Tidak menunggu waktu lama, makanan pesanan Jeki sudah datang. Sedangkan Kinara hanya memesan jus alpukat karena ia sudah membawa bekal. Mereka pun memakan makanan masing-masing karena memang sudah lapar.


" Kamu kenapa sih, Ra? " tanya Elsa yang melihat Kinara hanya diam.


" Aku gak papa " jawab Kinara tersenyum agar Elsa percaya jika memang dirinya baik-baik saja.


" Gue tau perasaan lo Ra, tapi lo jangan sedih terus gitu. Kalau Satria tau pasti di sana juga dia kepikiran dan malah gak fokus " ucap Raka pada Kinara karena ia tahu apa penyebab Kinara seperti itu.


" Iya Ra, lo harus yakin dan doakan Satria biar tugas dia cepet selesai dan juga cepet pulang " tambah Jeki.


Kinara terdiam dan memikirkan yang dikatakan teman-teman yang memang benar.


" Iya guys, makasih ya " ucap Kinara pada mereka.


Mereka pun melanjutkan memakan makanan itu dengan sesekali bercanda atau yang lebih jelas keributan Raka dan Elsa.


" Raka bakso gue itu " ucap Elsa kesal karena Raka memakan bakso miliknya.


" Dikit doang, Sa " jawab Raka tidak terlalu jelas karena sedang mengunyah bakso milik Elsa.


" Mana ada sedikit, lo makan lebih dari setengahnya " ucap Elsa yang tidak terima karena Raka mengatakan tidak sesuai fakta.


" Tapi itu kan emang sedikit buat gue " jawab Raka tanpa merasa bersalah.


Elsa yang sangat kesal pun akhirnya menarik telinga Raka dengan kencang sampai sangat merah.


" Akh, akh, sakit Elsa " pekik Raka saat telinganya ditarik Elsa dan terasa seperti hampir putus.

__ADS_1


" Biarin, itu hukuman lo karena habisin bakso gue " ucap Elsa masih menarik telinga Raka.


" Lepasin Sa, sakit nih. Nanti kalau telinga gue putus gimana. Lagian itu juga bakso lo masih ada " ucap Raka berusaha melepaskan telinganya dari tangan ganas Elsa.


" Iya masih ada, tapi kuahnya doang " cetus Elsa tidak mau melepaskan tangannya dari telinga Raka.


Raka yang sudah tidak bisa menahan rasa sakit di telinganya pun akhirnya meminta maaf pada Elsa.


" Lepasin Sa, gue minta maaf. Sakit banget ini " ucap Raka dengan wajah yang sudah memerah menahan sakit.


" Oke, gue lepasin tapi beliin gue bakso lagi " ucap Elsa memberikan syarat.


" Iya-iya, gue beliin " jawab Raka dari pada telinganya putus.


Akhirnya Elsa melepaskan tangannya dari telinga Raka dan Raka pun mengusapnya.


" Sumpah ganas banget sih lo, Sa " ucap Raka menjauh dari Elsa karena takut ditarik lagi telinganya.


" Berisik, sekarang beliin gue bakso lagi " suruh Elsa pada Raka.


" Iya sabar " jawab Raka berdiri dari duduknya.


Raka pergi untuk membelikan bakso untuk Elsa dan mengganti yang sudah ia makan tadi.


" Dasar Elsa bukannya jadi Putri yang anggun malah jadi preman pasar " gerutu Raka pelan.


" Gue bisa denger ya, Raka " ucap Elsa yang ternyata masih bisa mendengarnya.


Mendengar itu, Raka pun langsung berlari karena tidak ingin mendapat amukan dari Elsa.


Sedangkan Kinara yang melihat itu sudah tertawa dari tadi. Sudah sangat lama rasanya ia tidak melihat Raka dan Elsa yang ribut seperti itu. Setidaknya dengan keributan Raka dan Elsa, Kinara sedikit terhibur dari kesederhanaannya yang harus terpisah dengan Satria.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2