
Keesokkan harinya, Satria ikut Papa Lukman untuk sholat subuh berjamaah di masjid. Sedangkan Kinara sholat subuh di rumah bersama Mama Santi dan Alina. Setelah selesai sholat subuh Kinara pun memasak untuk sarapan karena Mama Santi sibuk menyiapkan barang-barang yang akan dibawa ke toko. Kinara akan memasak nasi goreng dan telur dadar.
Saat sedang memasak tiba-tiba terdengar suara pintu diketuk. Kinara pun mematikan kompor lalu pergi keluar untuk mengetahui siapa yang datang.
" Siapa sih pagi-pagi gini? Kalo papa sama Satria pasti langsung masuk " ucap Kinara.
Kinara pun membuka pintu dan terlihat seorang pria paruh baya dengan seragam supir.
" Maaf siapa ya? " tanya Kinara pada orang itu.
" Saya Sukir, saya supir Tuan Arif. Saya ke sini ingin mengantar seragam dan tas sekolah Den Satria " jawab orang itu yang tak lain adalah supir keluarga Satria.
" Oh iya pak, tapi Satria masih di masjid pak " ucap Kinara.
" Saya titipkan sama non aja ya soalnya saya harus cepat kembali " ucap Pak Sukir.
" Iya Pak " jawab Kinara.
Pak Sukir pun memberikan tas sekolah dan paper bag yang berisi seragam Satria.
" Ini dompet dan ponsel Den Satria " ucap Pak Sukir memberikan dompet dan ponsel milik Satria pada Kinara.
" Makasih ya Pak " ucap Kinara.
" Iya non " jawab Pak Sukir.
" Kalau begitu saya pamit dulu " ucap Pak Sukir.
" Iya Pak " jawab Kinara.
Kinara kembali masuk ke dalam rumah saat Pak Sukir sudah pergi. Ia meletakkan barang-barang Satria di kamarnya lalu ia kembali ke dapur untuk melanjutkan memasak sarapan.
Setelah nasi goreng dan telur dadar buatannya matang, Kinara langsung menatanya di meja makan.
" Assalamualaikum " ucap Papa Lukman dan Satria memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Terlihat Satria memasuki dapur seorang diri.
" Wih, wangi banget " ucap Satria saat mencium wangi nasi goreng buatan Kinara.
" Iya dong, kan sarapan spesial buatan Ara " jawab Ara tersenyum.
" Padahal pengen banget nyicipin tapi aku harus pulang. Nanti malah telat sekolahnya " ucap Satria yang tidak mengetahui jika supir keluarganya sudah mengatarkan semua kebutuhannya untuk sekolah.
" Eh, kamu gak usah pulang, tadi supir keluarga kamu nganterin tas sama seragam kamu. Aku taruh di atas tempat tidur " ucap Kinara pada Satria.
" Sekarang kamu ganti baju gih, terus kamu bisa cicipin sarapan spesial buatan aku " lanjut Kinara.
__ADS_1
" Siap Calon Istri " jawab Satria mencubit pipi Kinara.
" Ikh, Satria sakit " ucap Kinara memegang pipinya yang dicubit Satria.
Satria hanya tertawa lalu pergi ke kamar Kinara untuk mengganti bajunya dengan seragam.
Satria langsung memakai seragam sekolahnya karena ia sudah mandi sebelum sholat subuh tadi. Setelah rapi Satria langsung keluar dengan membawa tasnya.
Saat Satria kembali ke dapur, hanya ada Kinara yang baru selesai mencuci peralatan masak.
" Kamu duduk dulu disini, aku mau ganti baju dulu " ucap Kinara pada Satria.
Satria pun menganggukkan kepalanya dan duduk di salah satu kursi di sana.
Kinara memasuki kamarnya, ia bisa langsung mencium bau parfum Satria di sana.
" Serasa punya suami kalo gini mah " ucap Kinara tersenyum.
Setelah itu Kinara pun langsung mengganti bajunya. Seragam putih lengan pendek dengan rok abu-abu di bawah lutut. Ia mengepang satu rambut dan memberikan sebuah jepit di sana. Tak lupa juga ia memoleskan lip balm dan menyemprotkan parfum pada tubuhnya.
Kinara pergi ke dapur dan di sana semua sudah lengkap tinggal menunggu dirinya.
" Ra, ambilin sarapan buat Satria " ucap Mama Santi saat Kinara sudah duduk di kursinya.
Kinara pun dengan telaten mengambil nasi goreng buatannya untuk Satria lalu dirinya sendiri.
Mereka pun mulai sarapan dengan tenang. Satria begitu menikmati sarapannya, sarapan yang sangat enak dan spesial karena bisa sarapan bersama sang pujaan hati.
" Bener-bener spesial Ra, apalagi bisa sarapan gini sama kamu " bisik Satria pelan.
Kinara hanya menanggapinya dengan senyuman.
Setelah selesai sarapan, Satria dan Kinara pun langsung pamit untuk berangkat ke sekolah.
" Om, Tante, kita pamit sekolah dulu. Makasih tadi malam Satria sudah boleh nginap disini dan merepotkan om sama tante " ucap Satria pada Papa Lukman dan Mama Santi.
" Gak papa kok, Satria " jawab Mama Santi.
" Kita berangkat Ma, Pa " ucap Kinara menyalami Papa Lukman dan Mama Santi diikuti Satria
Kemudian Satria dan Kinara pun langsung pergi ke sekolah setelah menyalami Papa Lukman dan Mama Santi dan mengucapkan salam. Mereka pergi ke sekolah dengan menggunakan motor Kinara.
Tak butuh waktu lama mereka pun sudah sampai di sekolah. Kinara turun dari motor dan membuka helmnya begitu juga dengan Satria.
Satria dan Kinara hendak pergi ke kelas mereka tapi Alisa malah menghampiri mereka.
" Satria " panggil Alisa.
Satria tidak menghiraukan Alisa dan ia terus berjalan menuju kelas.
__ADS_1
" Sat, dipanggil tuh " ucap Kinara memberitahu Satria.
" Biarin aja " jawab Satria.
Mereka terus berjalan sampai Alisa menghalangi jalan mereka.
" Satria, aku tu manggil kamu " ucap Alisa.
" Ada apa lagi sih? " tanya Satria kesal.
" Aku minta maaf ya. Kamu jangan giniin aku " ucap Alisa memasang wajah sedih.
" Lo tu kalo mau minta maaf sama Kinara. Dia yang lo kunciin di toilet ya " ucap Satria.
" Males banget aku minta maaf sama dia " jawab Alisa sambil melirik Kinara.
" Ya udah lo gak usah deh deket-deket gue lagi. Gue muak sama cewek jahat kaya lo " ucap Satria.
Satria pun meraih tangan Kinara dan menariknya pergi meninggalkan Alisa.
Satria dan Kinara pun sampai di kelas. Di sana sudah ada Raka dan juga Elsa. Raka dan Elsa melihat tangan Satria dan Kinara yang sedang bergandengan.
" Mau nyeberang jalan ya pakai gandengan tangan segala " sindir Elsa.
Kinara pun langsung melepaskan gandengan tangan Satria lalu duduk di bangkunya.
" Kalian pacaran ya? " tanya Raka pada Satria dan Kinara.
" Enggak " jawab Kinara.
" Tapi Kinara calon istri aku " sambung Satria tersenyum.
" Hah? Serius, Ra? " tanya Elsa menatap menyelidik.
" Enggak Sa, lo tu kayak gak tau Satria aja " jawab Kinara.
" Lah, gue kira lo udah ngelamar Kinara bilang kek gitu " ucap Raka sempat percaya.
" Omongan kan doa jadi gue perbanyak aja ngomong kek gitu siapa tau Kinara beneran jadi istri gue " jawab Satria.
" Udahlah sana duduk, lonceng masuk udah bunyi tuh " ucap Kinara pada Satria.
Kemudian mereka pun duduk di bangku mereka masing-masing sebelum guru pada hari itu masuk ke dalam kelas karena lonceng pertanda masuk sudah berbunyi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1