Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
144. Sidang Skripsi


__ADS_3

Keesokkan paginya, Kinara sudah siap dengan rok hitam dan kemeja putih serta hijab segi empat dengan warna senada dengan rok yang ia pakai, tak lupa juga Kinara memakai jas almamater kampus tempat dirinya menimba ilmu selama tiga tahun ini. Sebelum berangkat ke kampus dan melaksanakan sidang skripsi pada jam sembilan pagi nanti, Kinara menyempatkan untuk menelepon kedua orang tuanya untuk meminta doa dari mereka agar sidang skripsinya berjalan dengan lancar dan ia bisa secepatnya wisuda.


" Doakan Ara ya, Pa, Ma. Doa dari kalian sangat berarti buat semua yang Ara lakukan " ucap Kinara pada kedua orang tuanya melalui sambungan telepon.


" Pasti, Sayang. Papa sama Mama akan selalu mendoakan kebaikan untuk kamu " jawab Papa Lukman.


" Iya Sayang, kamu yang semangat dan terus berdoa agar diberikan kelancaran " tambah Mama Santi memberikan semangat kepada putrinya.


Setelah selesai melakukan panggilan telepon dengan kedua orang tuanya, Kinara juga menyempatkan untuk mengirimkan pesan pada Satria walaupun entah kapan Satria akan membuka pesan itu.


" Assalamualaikum, Mas Satria. Hari ini atau tepatnya pagi ini aku bakal sidang skripsi, doakan aku ya, Mas. Aku berharap banget kamu bisa datang hari ini dan kasih semangat aku secara langsung, tapi gak papa. Aku juga belum berharap kamu bisa datang saat aku wisuda nanti. Ya kalaupun gak bisa, yang penting kamu sehat dan baik-baik aja di sana. Aku selalu menunggu kamu pulang, Mas. I love you, Mas Satria ❤️ " ucap Kinara dalam pesan itu.


Saat pesan itu sudah terkirim, Kinara langsung keluar dari rumah karena taksi online yang ia pesan sudah sampai. Kinara memilih untuk menggunakan taksi online karena ia ingin merasa tenang dan tidak baik untuk menyetir saat dirinya sedang harap-harap cemas mengenai hasil sidang skripsinya nanti.


" Ara " panggil Puspa yang sudah ada di depan rumah bersama dengan Rendra dan kedua anaknya.


Kinara tersenyum dan langsung menghampiri mereka.


" Kamu semangat ya sidang skripsinya hari ini " ucap Puspa memberikan semangat kepada Kinara.


" Iya Ra. Abang yakin kamu pasti bisa lulus " tambah Rendra yakin.


" Semangat, Tante Ara " ucap Rere yang sudah bisa mengucapkan kata-kata dengan jelas tidak mau kalah memberikan semangat untuk Kinara.


Kinara semangat bersemangat dan akan berusaha melakukan yang terbaik karena orang-orang disekitarnya terus memberikan semangat dan yakin kepada dirinya.


" Makasih ya, Bang Rendra, Kak Puspa, Rere juga " jawab Kinara tersenyum.


Mereka bertiga pun menganggukkan kepala.


" Maaf ya Ra, kita semua gak bisa dampingin kamu. Ayah sama Bunda juga " ucap Puspa karena mereka harus menghadiri sebuah acara bersama Ayah Arif dan Bunda Wulan juga.

__ADS_1


" Iya Kak. Tante Wulan juga sudah kirim pesan kok, yang terpenting doa dan dukungan dari kalian semua " jawab Kinara tidak mempermasalahkannya.


Bunda Wulan memang sudah mengirimkan pesan permintaan maaf karena tidak bisa mendampingi Kinara dan memberikan semangat secara langsung. Sedangkan keluarganya mungkin akan langsung datang dan bertemu di kampus saja karena jarak yang lumayan cukup jauh.


Setelah itu mereka pun langsung berangkat ke tujuan masing-masing. Kinara masuk ke dalam taksi online yang sudah menunggu dan langsung menuju kampus.


***


Sesampainya di kampus, Kinara langsung menuju ke ruang akan dilaksanakannya sidang skripsi. Di sana juga sudah ada beberapa kakak tingkatnya yang akan melakukan sidang skripsi juga. Memang dari angkatannya, hanya Kinara yang akan melakukan sidang skripsi.


Kinara memilih duduk di kursi tunggu dan menenangkan dirinya sembari menunggu gilirannya untuk sidang skripsi.


" Kinara " panggil para sahabat Kinara yang terlihat berjalan menghampirinya.


Kinara langsung berdiri saat melihat ketiga sahabatnya itu berjalan ke arahnya.


" Kita gak terlambat kan? Giliran lo belum dimulai kan? " tanya Jeki yang takut terlambat dan Kinara tidak ada yang menemani.


" Syukurlah, kita kira bakal terlambat dan gak bisa temenin lo " ucap Raka merasa lega.


Sedangkan Elsa memeluk Kinara untuk memberikan dukungan dan semangat kepada sahabatnya itu.


" Kamu harus semangat ya Ra, biar bisa wisuda tahun ini " ucap Elsa memeluk Kinara.


" Iya. Makasih ya, Sa " jawab Kinara membalas pelukan Elsa.


" Kita yakin lo pasti bisa lulus dengan mudah, Ra " ucap Jeki begitu yakin dengan kemampuan Kinara.


" Bener Ra, yang penting lo harus rileks dan jawab semua pertanyaan dosen penguji dengan tenang " sambung Raka.


Kinara pun menganggukkan kepalanya dan tersenyum.

__ADS_1


Kinara menunggu giliran sidang skripsi dengan ditemani oleh ketiga sahabatnya yang setia memberikan semangat dan membuat Kinara tenang.


Hingga akhirnya, giliran Kinara untuk masuk ke dalam ruang sidang dan melakukan tugas akhirnya selama menuntut ilmu di kampus itu.


" Aku masuk ya " pamit Kinara pada mereka bertiga.


" Semangat, Ra " ucap mereka tetap memberikan semangat pada Kinara.


Kinara mengacungkan jempolnya lalu masuk ke dalam ruangan yang akan menentukan nasibnya kedepannya.


Kinara masuk dengan perasaan deg-degan dan sedikit tegang tapi sesegera mungkin ia harus bisa membuat dirinya tenang.


" Rileks Ra, kamu pasti bisa " ucap Kinara pada dirinya sendiri.


Kinara tersenyum dan menyapa para dosen penguji yang sudah ia kenal, baru setelah itu ia pun menjelaskan tentang tugas akhirnya dengan begitu baik dan lancar. Kinara juga bisa menjawab semua pertanyaan dari dosen penguji dengan yakin dan tenang.


" Selamat saudara Kinara Larasati, Anda lulus dan bisa melaksanakan wisuda bulan depan " ucap salah satu dosen penguji memberitahu hasil dari sidang skripsi Kinara.


Kinara sangat bahagia mendengar itu karena semua perjuangannya selama tiga tahun terbayar dengan itu. Kinara mengucapkan beribu rasa syukur dan tak lupa ia mengucapkan banyak-banyak terima kasih kepada para dosen yang menguji dirinya. Kebahagiaan Kinara bertambah saat ia berhasil lulus dengan predikat Summa Cum Laude dan sebagai wisudawati terbaik. Kinara bahkan sampai menitihkan air matanya karena merasa terharu dan perjuangannya tidak sia-sia.


" Alhamdulillah, terima kasih banyak Ya Allah " ucap Kinara di dalam hati.


Kinara segera merapikan semua peralatannya untuk melakukan sidang dan ia akan segera keluar dari ruangan itu untuk memberitahukan kabar kelulusannya pada orang-orang terdekatnya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2