
Andrew terus melihat kepergian Kinara dari kelas itu dengan senyum di wajahnya. Sejak melihat Kinara di parkiran tadi, Andrew sudah terpesona dengan kecantikan Kinara. Tanpa ia sangka, Kinara menjadi guru sekaligus wali kelasnya. Andrew tertarik dan ingin mendekati Kinara untuk menjadikan kekasihnya. Dirinya yang selama ini selalu dicap playboy pasti bisa mendapatkan hati guru cantik itu. Lagipula usia dan status tidak menghalangi untuk menyukai seseorang.
Semua yang Andrew lakukan dilihat oleh kedua sahabatnya, Calvin dan Ibil. Sudah biasa sebenarnya mereka melihat Andrew seperti itu ketika ia mendapatkan mangsa baru untuk dibuat jatuh cinta lalu ditinggalkan begitu saja. Andrew memang tidak memiliki kekasih tetapi ia selalu mendekati wanita yang membuatnya tertarik lalu meninggalkannya begitu saja saat ia bosan.
" Lo mau jadiin target baru tu Bu Kinara? " tanya Ibil yang duduk di sebelah Andrew.
" Iya. Gue gak akan melewatkan cewek cantik kayak Bu Kinara " jawab Andrew dengan senyum tengilnya.
Sedangkan Calvin yang memang tidak banyak bicara pun hanya diam saja karena ia sudah biasa melihat Andrew seperti ini.
Setelah itu mereka bertiga pun keluar dari kelas dan pergi ke atap tempat biasa mereka untuk bolos pelajaran, seperti kali ini. Tapi sepertinya mulai saat ini Andrew tidak akan bolos lagi untuk pelajaran matematika karena akan ada Kinara.
***
Hari berganti sore, Kinara baru selesai mengajar di jam terakhir. Kinara segera merapikan barang-barangnya dan bersiap untuk pulang.
" Bu Kinara pulang dengan siapa? " tanya Lintang yang juga hendak pulang.
" Sendiri, Pak. Kebetulan saya bawa motor " jawab Kinara.
" Kalau begitu saya duluan. Permisi Bu Kinara " ucap Lintang pada Kinara.
" Silahkan, Pak " jawab Kinara.
Setelah semua barangnya dimasukkan ke dalam tas dan memastikan tidak ada yang tertinggal, Kinara pun segera keluar dari ruang guru dan menuju parkiran.
Di parkiran tidak ada motor lagi selain milik Kinara karena memang ia guru yang pulang terakhir. Sedangkan untuk siswa masih ada beberapa kendaraan di sana, sepertinya itu milik siswa yang sedang piket.
Saat Kinara ingin memasang helm di kepalanya, tiba-tiba saja Andrew dan dua temannya sudah berada di sampingnya.
" Selamat sore, Bu Kinara cantik " sapa Andrew pada Kinara.
" Selamat sore " balas Kinara.
Kinara cukup heran kenapa siswanya itu menyapa dirinya dan juga belum pulang ke rumah mereka masing-masing.
__ADS_1
" Mau pulang ya, Bu? " tanya Andrew pada Kinara.
" Iya " jawab Kinara.
" Kalian bertiga kenapa belum pulang? Teman-teman kalian sudah hampir semua pulang " tanya Kinara pada mereka bertiga.
" Saya sama Calvin mah cuma nemenin Andrew buat nungguin Ibu " jawab Ibil sangat jujur.
Kinara mengernyitkan dahinya heran karena untuk apa Andrew menunggu dirinya.
" Kenapa kamu menunggu saya, Andrew? Apa kamu ada perlu dengan saya? " tanya Kinara pada Andrew.
" Saya cuma mau anterin Ibu pulang. Saya gak mau Ibu Kinara yang cantik ini kenapa-napa di jalan " jawab Andrew tersenyum.
" Saya bisa pulang sendiri. Lebih baik kalian pulang saja ke rumah masing-masing " tolak Kinara.
Andrew tidak menyerah begitu saja ditolak oleh Kinara, ia berusaha membujuk Kinara lagi agar mau diantar pulang oleh dirinya.
" Ayolah, Bu. Saya kan cuma mau menjaga calon istri dan calon ibu dari anak-anak saya pulang dengan selamat. Pasti ibu cantik mau dong sama saya " ucap Andrew menaik turunkan alisnya menggoda Kinara.
" Tidak perlu " jawab Kinara.
" Sudah ya, saya harus segera pulang dan kalian juga cepatlah pulang. Orang tua kalian pasti sudah mencari kalian yang tidak cepat pulang " ucap Kinara memasang helm di kepalanya sebelum Andrew menggodanya lagi.
Kinara segera menaiki motornya dan menyalakan mesinnya lalu setelah itu ia langsung melajukannya meninggalkan area sekolah itu.
" Gila ya, masa Bu Kinara gak terpesona sama gue. Padahal gue udah liatin alis andalan gue " ucap Andrew melihat Kinara yang semakin menjauh.
Biasanya memang para gadis akan terpesona dengan gerakan alis Andrew yang naik turun.
" Daripada lo mikirin itu mending pulang " ucap Calvin lalu berjalan menuju motornya dan meninggalkan Andre dan Ibil.
" Bener yang dibilang Calvin, besok bisa usaha lagi " ucap Ibil menepuk pundak Andrew.
Setelah itu mereka pun menyusul Calvin yang sudah berada di motornya lalu pulang ke rumah masing-masing.
__ADS_1
***
Sementara itu, Kinara yang baru sampai rumah tersenyum melihat Satria yang sudah duduk di kursi yang ada di teras. Sepertinya Satria juga baru pulang bekerja dengan seragam polisi yang masih terpasang di tubuhnya.
" Assalamualaikum " ucap Kinara setelah turun dari motornya dan menghampiri Satria.
" Walaikumsalam " jawab Satria tersenyum.
" Kamu sudah lama? " tanya Kinara pada Satria.
" Belum, aku juga baru sampai " jawab Satria.
Setelah itu, Kinara masuk ke dalam rumah untuk mengganti pakaiannya dan juga membuatkan minuman dingin untuk Satria.
" Diminum, Mas " ucap Kinara memberikan segelas minuman dingin pada Satria.
Satria pun langsung meminumnya karena ia juga merasa haus apalagi hari ini terasa sangat panas. Sedangkan Kinara duduk di kursi lain dengan meja di tengah-tengah mereka.
" Gimana hari pertama kamu ngajar? " tanya Satria setelah meletakkan gelas yang tinggal berisi setengah di atas meja.
" Seru, Mas. Baru juga hari pertama jadi ya masih lancar-lancar aja " jawab Kinara.
" Syukurlah, semoga selalu diberikan kelancaran ya buat pekerjaan kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Aamiin " jawab Kinara tersenyum.
Setelah itu mereka pun mengobrol sebentar sebelum akhirnya Satria harus pulang karena hari sudah sore. Satria sengaja mampir barang sebentar karena ingin bertemu dengan calon istrinya itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1