Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
152. Ke Butik Puspa


__ADS_3

Keesokkan harinya, Kinara akan pergi ke butik milik Puspa untuk melakukan pengukuran tubuh Kinara untuk kebaya yang akan gunakan untuk wisuda nanti. Puspa ingin membuatkan kebaya khusus untuk Kinara dari jauh-jauh hari sehingga hari ini ia meminta Kinara untuk datang ke butiknya.


" Ayo, Ren " ajak Kinara pada Rendi yang sudah menunggu di ruang tamu setelah ia siap.


Kinara memang akan pergi dengan diantar oleh Rendi karena Rendi merasa bosan jika harus di rumah saja sehingga ia mau menjadi tukang ojek Kinara untuk seharian ini.


Rendi pun bangkit dari duduknya dan mereka berdua keluar dari rumah. Kinara mengunci pintu rumah terlebih dahulu sebelum pergi karena di rumah tidak ada orang. Papa Lukman sedang mengajar dan Mama Santi juga sedang berada di toko kue serta Alina yang pergi ke sekolah.


Setelah memastikan pintu tertutup dengan benar, Kinara menyusul Rendi yang sudah duduk di motornya. Rendi pun mengemudikan motor itu meninggalkan rumah setelah Kinara naik di belakangnya.


***


Setelah kurang lebih empat puluh lima menit, Kinara dan Rendi sudah sampai di butik milik Puspa. Kinara pun langsung mengajak Rendi untuk masuk ke dalam butik karena Puspa sudah menunggunya.


" Besar juga ya butik Kak Puspa " ucap Rendi saat memasuki butik itu karena ia baru pertama kali datang ke sana.


" Iya " jawab Kinara terus berjalan.


Kinara langsung menuju ke ruang kerja Puspa setelah menyapa beberapa karyawan. Kinara cukup hapal beberapa tempat di sana karena ia juga sering membantu Puspa di butik.


" Assalamualaikum " ucap Kinara membuka pintu ruang kerja Puspa.


" Walaikumsalam " jawab Puspa tersenyum saat melihat kedatangan Kinara yang memang sudah ia tunggu.


Kinara masuk ke dalam ruang kerja Puspa diikuti oleh Rendi di belakangnya. Rendi pun menyapa Puspa sebelum ia duduk di sofa yang ada di sana setelah dipersilahkan.


" Langsung aja ya, Ra " ucap Puspa pada Kinara.


" Iya Kak " jawab Kinara.


Setelah itu Puspa pun mengukur tubuh Kinara dengan begitu teliti agar nanti kebaya yang akan ia buat pas di tubuh Kinara yang proposional. Puspa juga menunjukkan beberapa desain kebaya yang sudah ia buat dan meminta Kinara untuk memilih yang ia suka.


" Ini aja, Kak. Aku suka banget sama desain yang ini " ucap Kinara menunjuk salah satu desain kebaya yang disukainya.


" Oke. Kakak rasa itu juga cocok banget buat kamu " jawab Puspa.


Kinara tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Kemudian Kinara dan Puspa bergabung dengan Rendi yang berada di sofa.

__ADS_1


" Sampai kapan kamu di Jakarta, Ren? " tanya Puspa pada Rendi.


" Mungkin nanti setelah Ara wisuda, Kak. Mumpung libur semester juga " jawab Rendi.


Rendi memang sedang liburan semester dan ia pun berlibur di Jakarta. Lagipula ia ingin bertemu dengan Satria karena sudah lama sekali ia tidak bertemu dengan sahabatnya itu.


" Bagus itu, jadi kamu bisa ketemu Satria nanti " ucap Puspa merasa senang Rendi akan cukup lama di Jakarta.


" Iya Kak. Makanya aku memutuskan buat balik nanti setelah Ara wisuda dan Satria balik. Sejak lulus SMA aku gak ketemu dia " jawab Rendi.


Baru saja membicarakan Satria, ponsel Kinara berbunyi dan tertera nama Satria di sana.


" Panjang umur banget. Baru di omongin udah telpon aja " gumam Kinara melihat layar ponselnya.


" Siapa, Ra? Satria ya? " tanya Rendi yang sebenarnya sudah bisa menebak dari raut wajah Kinara.


" Iya " jawab Kinara.


" Kalau gitu aku angkat telpon Mas Satria dulu " pamit Kinara berdiri dari duduknya.


Kinara pun berjalan menjauh dari Puspa dan Rendi karena ia akan sangat malu jika mereka berdua mendengar pembicaraannya dengan Satria.


Kinara yang baru berjalan beberapa langkah memalingkan pun wajahnya yang sudah mulai memerah karena godaan Rendi. Kinara segera mempercepat langkahnya keluar dari ruang kerja Puspa, sedangkan Puspa dan Rendi tertawa melihat Kinara yang sedang malu.


Kinara pergi ke toilet agar tidak ada yang mendengar ia berbicara pada Satria dan menjawab panggilan video dari Satria.


" Assalamualaikum " ucap Kinara saat wajah tampan Satria terlihat di layar ponselnya.


" Walaikumsalam " jawab Satria.


" Kenapa lama sih angkat video call nya? " tanya Satria dengan wajah yang terlihat ditekuk.


Sepertinya Satria sedikit kesal karena Kinara cukup lama mengangkat panggilan video darinya.


" Maaf Mas, tadi ada Kak Puspa sama Rendi. Jadi aku cari tempat sepi dulu, ini aja aku di toilet " ucap Kinara pada Satria.


" Emang kenapa sih kalau Kak Puspa dan Rendi? " tanya Satria.


" Ya aku malu lah. Lagian kan gak bisa bebas ngomong sama kamunya " jawab Kinara.

__ADS_1


Terlihat Satria tersenyum di sana. " Emang kamu mau ngomong apa sih sama aku? Mau ngomong cinta ya? Sampai bilang biar bebas " ucap Satria tersenyum menggoda Kinara.


Semburat merah pun langsung muncul di wajah Kinara. Tadi Rendi yang menggodanya hingga ia merasa malu, sekarang malah Satria.


" Apaan sih. Enggak ya " ucap Kinara mengalihkan kamera dari wajahnya.


" Yah Sayang, kenapa kameranya di alihin sih " ucap Satria saat wajah Kinara tidak terlihat lagi.


" Biarin aja " jawab Kinara ketus berpura-pura kesal.


Kinara sebenarnya ingin menutupi rasa malunya agar Satria tidak menggodanya lagi dan ia akan semakin malu.


" Jangan gitu dong, Sayang. Liatin lagi wajah cantik kamu " bujuk Satria karena ingin melihat wajah cantik Kinara.


" Tapi jangan godain aku lagi " ucap Kinara memberi syarat.


" Iya Sayang. Aku gak godain kamu lagi " jawab Satria agar ia Kinara menampakkan wajahnya lagi.


Kinara pun mengalihkan lagi kamera ponsel miliknya ke wajahnya.


Setelah cukup lama mengobrol dengan Satria, Kinara pun keluar dari toilet dan kembali ke ruang kerja Puspa.


" Lama banget sih, Ra. Bahas apa sama Satria? Bahas tentang rumah tangga ya " goda Rendi padahal Kinara baru beberapa langkah memasuki ruangan itu.


" Kepo deh " jawab Kinara kesal karena Rendi terus menggodanya.


Kinara tidak memperdulikan Rendi lagi dan menghampiri Puspa yang sedang bekerja sambil memangku Risa yang sudah bangun dari tidur siang.


" Sini Kak, biar Risa sama aku " ucap Kinara pada Puspa.


Puspa pun menyerahkan Risa pada Kinara dan membiarkan Kinara menjaganya selagi ia bekerja.


Kinara menjaga Risa hingga Puspa selesai bekerja karena ia juga tidak memiliki kegiatan lain hati itu. Kinara dan Rendi baru pulang setelah hari menjelang sore dan Rendra sudah menjemput Puspa dan Risa.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2