
Sementara itu, Satria dan Kinara baru sampai di rumah saat hari sudah hampir berganti malam. Jarak antar sekolah dan rumah yang ditinggali Kinara memang cukup jauh, apalagi ada kejadian ban bocor sehingga mereka membutuhkan waktu cukup lama.
" Aku ke rumah Kak Puspa dulu ya. Jangan lupa dandan yang cantik nanti, aku mau ajak kamu makan malam di luar " ucap Satria pada Kinara yang baru saja turun dari motornya.
" Iya Mas " jawab Kinara tersenyum.
Setelah itu Satria pun pergi menuju rumah kakaknya yang tidak terlalu jauh, sedangkan Kinara segera masuk ke dalam rumah. Ia harus segera membersihkan diri karena hari sudah semakin sore dan waktu magrib akan segera tiba.
***
Pada malam harinya seperti yang dikatakan oleh Satria, Kinara merias wajahnya agar terlihat cantik di hadapan Satria. Ia juga bersiap dengan cepat karena tidak ingin membuat Satria menunggunya nanti.
" Selesai " ucap Kinara tersenyum menatap wajahnya di cermin.
Kinara menyemprotkan parfum ke seluruh tubuhnya sebelum ia keluar dari kamar.
Terdengar suara klakson motor dan sepertinya itu Satria yang sudah menunggunya di depan rumah. Kinara pun langsung keluar dari rumah dan tak lupa ia membawa helm miliknya.
" Cantik banget sih calon istri Mas Satria " ucap Satria saat Kinara menghampirinya.
Kinara pun tersenyum. " Gak usah gombal deh, Mas. Ayo berangkat, aku udah laper " ucap Kinara sebelum Satria terus menggodanya.
Kemudian Kinara segera memakai helm miliknya lalu naik ke atas motor Satria.
" Kita berangkat " ucap Satria melajukan motornya meninggalkan rumah.
Satria akan mengajak Kinara untuk makan malam di sebuah warung sate yang pernah ia coba dan sangat enak. Satria ingin Kinara juga merasakan makanan yang menurutnya sangat enak itu.
" Warung sate? Kamu pernah makan di sini, Mas? " tanya Kinara setelah mereka sampai dan turun dari motor.
__ADS_1
" Iya Sayang. Kemarin aku makan siang di sini dan sate ayamnya enak banget, makanya aku aja kamu buat makan di sini " jawab Satria.
Setelah itu, Satria pun langsung mengajak Kinara untuk masuk ke dalam warung sate itu yang memiliki konsep lesehan. Satria dan Kinara pun duduk di salah satu yang tersisa karena warung sate itu cukup ramai.
Satria juga langsung memanggil salah satu pelayan untuk memesan sate untuk makan malam mereka.
" Mau pesan apa, Mas? " tanya pelayan itu pada Satria.
" Sate ayamnya dua ya sama air mineralnya juga dua " jawab Satria memesan makanan untuk mereka.
Pelayan itu pun langsung mencatat apa yang dipesan oleh Satria.
" Tunggu sebentar ya, Mas, Mbak " ucap pelayan itu setelah mencatat pesanan Satria.
Satria dan Kinara pun menganggukkan kepala mereka.
" Sayang " panggil Satria setelah pelayan itu pergi.
" Gimana tadi ngajarnya? " tanya Satria pada Kinara.
" Lancar sih, cuma ya ada aja tingkah siswa-siswa aku yang coba melanggar peraturan sekolah. Aku harus berusaha keras buat rubah mereka " jawab Kinara.
Kemudian Kinara pun menceritakan tentang ia yang tadi memergoki Andrew dan teman-temannya yang sedang bolos pelajaran dan merokok. Kinara memang sebisa mungkin bercerita tentang apapun pada Satria.
" Tiga siswa kamu yang tadi? " tanya Satria karena memang ketiga siswa Kinara tadi terlihat nakal dari penampilannya.
Kinara pun menganggukan kepalanya.
" Tapi tadi mereka gak macem-macem kan sama kamu? " tanya Satria pada Kinara.
__ADS_1
" Enggak kok, sejauh ini mereka gak macem-macem sama orang lain " jawab Kinara karena memang seperti itu.
Satria pun mengangguk-anggukkan kepalanya. Sebenarnya ia merasa sedikit khawatir Kinara akan tergoda dengan para siswanya yang memang terlihat cukup tampan. Apalagi Satria bisa melihat dengan jelas jika salah satu dari mereka tertarik pada Kinara dari tatapannya.
" Mereka ada godain kamu gak? " tanya Satria lagi.
" Hmm, sempet ada sih. Tapi aku gak respon mereka kok " jawab Kinara sedikit takut Satria akan marah kepadanya tapi ia harus menjawab jujur.
Satria menghela napasnya karena apa yang ia pikirkan itu benar.
" Sudah aku duga sih, aku bisa lihat kalau salah satu dari mereka itu suka sama kamu " ucap Satria yang sudah menduga hal itu.
" Tapi kamu jangan sampai tergoda ya sama mereka, Sayang. Kita sebentar lagi mau menikah " lanjut Satria.
Kinara tersenyum dan menggenggam kedua tangan Satria. " Iya Mas, aku gak mungkin lah tergoda sama mereka. Aku sadar sama statusku sekarang dan sebentar lagi kita akan menikah " jawab Kinara meyakinkan Satria.
Satria pun tersenyum mendengar itu.
" Sebelumnya saat kamu jauh aja, aku gak tergoda sama laki-laki lain. Apalagi sekarang kamu di deket aku. Jadi kamu percaya kan sama aku " ucap Kinara pada Satria.
" Iya Sayang, aku percaya sama kamu " jawab Satria.
Sebenarnya Satria memang selalu percaya jika Kinara tidak akan tergoda dengan pria lain dan mengkhianatinya, tetapi jelas rasa takut dan cemburu ada di hatinya saat ada yang menaruh ketertarikan pada calon istrinya itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘