
Sesampainya di desa, mereka langsung menuju balai desa tempat warga desa serta anggota polisi yang lain menjadi tawanan Tuan Bahadur. Komandan Anton dan yang lain juga tidak bisa berbuat apa-apa karena nyawa warga desa yang akan menjadi taruhannya.
Warga desa terlihat baik-baik saja karena anak buah Tuan Bahadur tidak menyakiti mereka sesuai kesepakatan jika Satria dan rekan-rekannya menyerah. Tetapi tetap saja terlihat raut ketakutan dari wajah mereka semua.
" Sekarang kalian lepaskan anak buah saya atau saya bunuh dia " ucap Tuan Bahadur menunjuk Satria yang sudah terlihat sangat pucat karena ia kehilangan cukup banyak darah.
Komandan Anton pun langsung memerintahkan anggotanya untuk melepaskan anak buah Tuan Bahadur yang berhasil mereka tangkap.
" Sekarang giliran Anda yang melepaskan anggota saya dan juga warga desa " ucap Komandan Anton setelah melepaskan semua anak buah Tuan Bahadur, termasuk dua orang yang mereka tangkap dua tahun yang lalu.
Tuan Bahadur tersenyum puas melihat itu. " Tunggu, dimana kalian menyimpan barang-barang saya " ucap Tuan Bahadur.
" Di markas kami. Mereka tahu dimana tempatnya " jawab Komandan Anton menunjuk dua orang anak buah Tuan Bahadur.
" Bagus " ucap Tuan Bahadur tersenyum kemenangan.
Setelah itu Tuan Bahadur menyuruh anak buahnya membawa Satria dan rekan-rekannya bergabung dengan warga desa karena ia tidak berniat membebaskan mereka sesuai kesepakatan di awal.
" Saya tidak akan melepaskan kalian yang sudah mengganggu rencana saya. Lebih baik kalian semua mati bersama dengan warga desa " ucap Tuan Bahadur tertawa licik.
Mendengar itu para warga desa pun semakin ketakutan. Tuan Bahadur benar-benar licik dan tidak melakukan apa yang harus di sepakati bersama.
" Bunuh mereka " perintah Tuan Bahadur pada anak buahnya untuk membunuh Satria dan rekan-rekannya serta warga desa.
Tetapi sesaat kemudian, hal mengejutkan terjadi. Bukannya mengarahkan senjata api kepada Satria dan rekan-rekannya serta warga desa, anak buah Tuan Bahadur malah mengarahkan senjata api kepada dirinya.
" Apa-apaan ini? Apa yang kalian lakukan. Cepat bunuh mereka " bentak Tuan Bahadur kepada anak buahnya.
__ADS_1
" Kami tidak akan membunuh mereka, tapi membunuhmu " jawab salah satu dari mereka dengan tatapan penuh kebencian.
" Saya bos kalian, berani-beraninya kalian melawan saya " ucap Tuan Bahadur penuh emosi karena ia sudah tertipu oleh anak buahnya sendiri.
" Itu dulu sebelum kami tahu jika Anda sudah membunuh keluarga kami " jawab yang lainnya dengan penuh amarah.
Sebagian besar anak buah Tuan Bahadur sudah tidak lagi berpihak kepadanya. Semua berawal dari penyelidikan Satria yang mengetahui jika Tuan Bahadur sudah membunuh keluarga dari anak buahnya sendiri tanpa diketahui karena beberapa dari keluarga mereka melarang mereka bergabung dengan Tuan Bahadur. Tuan Bahadur selalu mengatakan jika keluarga mereka berada di tempat yang aman tapi kenyataannya mereka telah ia bunuh. Semenjak itu, Satria dan rekan-rekannya berusaha untuk mendekati anak buah Tuan Bahadur yang merupakan warga desa juga dan memperlihatkan bukti jika Tuan Bahadur sudah membunuh keluarganya. Satria mengajak mereka untuk bekerja sama mengelabui Tuan Bahadur hingga hari ini tiba.
Komandan Anton juga menjanjikan mereka dengan hukuman yang lebih ringan jika ikut berkerja sama dengan mereka. Tanpa pikir panjang mereka pun setuju untuk mengkhianati Tuan Bahadur karena mereka merasa di tipu dan juga sakit hati karena keluarga mereka di bunuh. Mereka juga mencoba menghasut teman-teman mereka yang lain untuk ikut bekerja sama menangkap Tuan Bahadur.
" Omong kosong apa ini? Kalian seharusnya berterima kasih karena saya sudah menjaga keluarga kalian " ucap Tuan Bahadur yang masih tidak mengakui kejahatannya itu.
" Sebaiknya Anda menyerah Tuan Bahadur karena Anda tidak bisa berbuat apa-apa lagi " ucap Satria berjalan mendekati Tuan Bahadur.
Tuan Bahadur menoleh dan menatap tajam Satria. Ia ingin maju menyerang Satria tetapi sebuah peluru mengenai betisnya.
Sandi lah yang melepaskan peluru itu karena ia yakin Tuan Bahadur akan melakukan segala cara karena ia adalah orang yang licik.
" Akh " pekik Tuan Bahadur memegangi betisnya.
" Sialan " umpat Tuan Bahadur merasakan sakit yang luar biasa.
Walaupun sudah seperti itu Tuan Bahadur tidak menyerah, ia malah menarik tangan Ayla yang duduk tidak jauh dari dirinya. Ia mengarahkan senjata api ke kepala Ayla yang membuat semua orang yang ada di sana menjadi panik.
" Jika kalian mendekat, gadis ini akan saya bunuh " ucap Tuan Bahadur mengancam mereka.
" Ayla " ucap Sandi hendak maju menyelamatkan Ayla, tetapi langkahnya terhenti saat Satria mencegahnya.
__ADS_1
" Ayla bisa benar-benar terluka kalau lo maju sekarang " ucap Satria sambil memikirkan suatu cara untuk menyelamatkan Ayla.
Terlihat Ayla sangat ketakutan dan menangis di dalam tawanan Tuan Bahadur yang masih mengarahkan senjata api ke kepalanya.
" Lepaskan anak saya, Tuan. Saya mohon " ucap Pak Agus memohon.
" Saya akan lepaskan gadis ini jika Pak Agus membunuh mereka atau gadis ini yang saya bunuh " jawab Tuan Bahadur memberikan pilihan.
Pak Agus menjadi sangat bingung. Ia ingin menyelamatkan putrinya tetapi sebelumnya saja Tuan Bahadur mengingkari kesepakatan mereka sehingga kali ini juga akan begitu.
" Lakukanlah, Pak " ucap Komandan Anton kepada Pak Agus.
Komandan Anton menyerahkan senjata api di tangannya kepada Pak Agus yang akan digunakan untuk membunuh mereka. Dengan tangan yang bergetar Pak Agus menerimanya.
" Kalian juga bunuh mereka jika ingin gadis ini selamat. Saya juga akan memaafkan kalian " ucap Tuan Bahadur pada anak buahnya.
Dengan berat hati mereka semua, termasuk Pak Agus mengarahkan senjata api yang ada di tangan mereka pada Satria dan rekan-rekannya. Sekali saja mereka menarik pelatuk senjata api itu maka Satria dan rekan-rekannya akan terbunuh.
" Sekarang " ucap Tuan Bahadur memberikan perintah.
Beberapa saat kemudian, terdengar suara tembakan saling bersahut-sahutan dari balai desa itu. Semua warga yang ada di sana hanya memejamkan matanya dengan penuh ketakutan karena pelindung mereka semua akan terbunuh.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘