
Hari ini adalah hari terakhir Kinara berada di Surabaya karena besok Kinara harus kembali ke Jakarta. Lusa adalah hari kelulusan di sekolahnya.
Pada siang harinya, Kinara pergi untuk mencari oleh-oleh ditemani oleh Bagus dan Ranti. Mereka menuju pasar tempat menjual oleh-oleh khas Surabaya. Kinara tidak akan membeli banyak oleh-oleh karena mereka sudah tidak asing dengan Surabaya. Ia akan membeli beberapa makanan khas Surabaya yang dipesan oleh keluarganya.
" Arep tiki opo kamu, Ra? " tanya Ranti pada Kinara setelah mereka sampai di pasar.
" Aku mau beli kue lapis kukus dulu. Alina suka banget sama lapis kukus " jawab Kinara.
Lapis kukus adalah kue sejenis bolu yang memiliki banyak sekali macam rasa. Diatasnya diberi topping parutan keju. Jajanan ini memiliki cita rasa yang nikmat dan lembut.
Mereka pun pergi ke sebuah toko yang menjual lapis kukus khas Surabaya. Kinara membeli beberapa kotak untuk keluarganya dan juga keluarga Satria. Walaupun hubungannya dan Satria tidak baik-baik saja tapi Kinara tetap ingin memberikan oleh-oleh pada mereka.
" Matur suwun, Mbak " ucap Kinara setelah membayar lapis kukus itu.
Kinara serta Bagus dan Ranti menuju tempat oleh-oleh yang menjual bandeng presto.
" Wah, lama banget gak makan bandeng presto " ucap Kinara saat memasuki toko itu.
" Itu kan salah satu makanan kesukaan kamu to, Ra " ucap Bagus masih mengingat kesukaan Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya. Dulu saat masih tinggal di Surabaya, ia sering sekali memakan bandeng presto.
Bandeng presto adalah ikan bandeng yang dipresto sehingga durinya menjadi lunak. Kemasan bandeng presto juga sekarang sudah divakum sehingga bisa dijadikan sebagai oleh-oleh.
Setelah membeli cukup banyak bandeng presto, mereka bertiga pergi ke warung dawet dan beristirahat sebentar. Mereka menikmati segelas es dawet yang menyegarkan.
" Enak banget emang panas-panas gini minum es dawet " ucap Bagus menghabiskan es dawetnya.
Kinara melihat sebuah toko batik khas Surabaya di sebrang jalan. Ia pun tertarik untuk melihat-lihat koleksi batik di sana.
" Kita ke toko batik itu dulu gak papa to? " ucap Kinara pada Bagus dan Ranti.
" Kamu mau beli batik, Ra? " tanya Ranti.
" Mau liat-liat dulu siapa ada yang tak senengi ya tak beli " jawab Kinara.
" Yo wes, ayo kita ke sana " ucap Bagus berdiri dari duduknya.
__ADS_1
Mereka bertiga pun langsung pergi menuju toko batik itu setelah membayar es dawet mereka.
" Silahkan Mas, Mbak " ucap pegawai toko tersenyum ramah.
" Iya Mbak " jawab Kinara.
Mereka pun masuk ke dalam toko batik itu dan melihat batik yang masih berbentuk kain dan yang sudah menjadi pakaian di sana. Kinara melihat sebuah batik couple dengan motif yang ia sukai. Kemeja batik dengan lengan panjang dan kebaya modern dengan bawahan batik di bawahnya.
" Bagus banget model dan motif batiknya, tapi ini couple " ucap Kinara tertarik dengan batik itu.
" Tapi ini cocok deh buat Satria " lanjut Kinara tersenyum.
Kinara memegang kemeja batik itu dan membayangkan betapa tampannya Satria jika memakai itu.
" Hust, Ara jangan mikirin Satria lagi. Kamu harus siap dengan apapun yang akan terjadi nanti. Kamu harus siap kalo memang sekarang Satria sudah sama Alisa " ucap Kinara pada dirinya sendiri.
Kinara mencoba berbesar hati jika Satria memang benar bersama dengan Alisa. Ia akan mencoba biasa saja dan tetap menganggap Satria sebagai temannya.
" Aku beli aja deh. Mungkin nanti aku bisa kasih ke dia sebagai ucapan terima kasih sebagai teman aku " ucap Kinara.
" Mbak, tolong bungkusin ya. Saya mau yang ini " ucap Kinara pada pegawai toko tersebut.
" Iya Mbak, Mbak bisa tunggu di kasir " jawab pegawai toko tersebut.
Setelah pegawai itu pergi untuk membungkuskan batik yang ia beli, Kinara pun menghampiri Bagus dan Ranti.
" Aku sudah dapat batiknya. Mau pulang sekarang? " ucap Kinara pada Bagus dan Ranti.
" Iyo, pulang aja. Sudah sore juga " jawab Ranti.
Mereka menuju kasir dan membayar batik yang dibeli Kinara dan setelah itu pun mereka langsung pulang karena hari sudah beranjak sore.
Kinara berjalan beberapa meter dari jalan raya untuk sampai di rumah Bude Darti karena tadi mereka menggunakan angkot dari pasar.
" Assalamualaikum " ucap Kinara memasuki rumah yang tidak dikunci.
" Walaikumsalam " jawab Bude Darti.
__ADS_1
Kinara menghampiri Bude Darti dan mencium tangannya. Kinara juga meletakkan oleh-oleh yang ia beli di atas meja dapur.
" Bude lagi nyapo? " tanya Kinara yang melihat Bude Darti sedang sibuk mondar-mandir.
" Iki Bude lagi masukin hasil kebun ke kardus buat kamu bawa besok " jawab Bude Darti.
Bude Darti memang mempunyai kebun sayur dan buah di belakang rumahnya yang tumbuh dengan subur.
" Ya ampun, Bude kok repot-repot to " ucap Kinara.
" Bude gak repot kok. Iki juga akeh di kebun, gak habis buat Bude sendiri " jawab Bude Darti.
" Yo wes kalo gitu. Ara ke kamar dulu ya Bude, gerah mau mandi. Ara juga belum sholat ashar " ucap Kinara pada Bude Darti.
" Iyo Ndok " jawab Bude Darti melanjutkan kegiatannya.
Kinara masuk ke kamar tamu yang ia tempati selama kurang lebih satu minggu ini. Ia meletakkan dompet dan ponselnya serta batik yang dibelinya di atas tempat tidur. Kinara pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya karena ia memang sudah merasa sangat gerah karena habis dari luar.
***
Setelah selesai mandi dan melaksanakan sholat ashar, Kinara segera mengemasi barang-barangnya ke dalam tasnya agar besok ia tinggal berangkat ke stasiun kereta api. Ia akan menggunakan kereta api untuk sampai di Jakarta. Kereta api yang akan dinaikinya akan berangkat pukul delapan pagi.
" Akhirnya selesai juga " ucap Kinara menutup tasnya.
Kinara merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia merasa sangat lelah karena setengah hari ini ia berada di pasar untuk mencari oleh-oleh.
Ia menatap langit-langit kamar itu. Ia sedang memikirkan bagaimana ia bertemu Satria nanti. Ia benar-benar harus menyiapkan dirinya. Walaupun sebenarnya ia sangat-sangat merindukan Satria setelah dua minggu tidak bertemu ataupun berkirim pesan.
" Semoga aku bisa ngendaliin diri aku kalo ketemu dia nanti " ucap Kinara pada dirinya sendiri.
Kinara memejamkan matanya. Ia ingin tidur sebentar sebelum magrib datang. Ia benar-benar ingin mengistirahatkan tubuh saat ini.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1