
Satria baru saja pulang setelah mendapatkan kabar gembira bahwa dirinya lolos untuk pendidikan Akademi Polisi dengan kemampuannya sendiri. Ia juga masuk ke dalam tiga besar nilai terbaik untuk lulus. Satria sangat senang dan ingin segera memberikan kabar bahagia ini kepada keluarganya dan juga Kinara.
Satria memasuki rumah dengan senyum yang tak luntur dari bibirnya itu.
" Assalamualaikum " ucap Satria menghampiri kedua orang tuanya.
" Walaikumsalam " jawab mereka.
Satria mencium tangan kedua orang tuanya. Di sana juga ada Rendra dan Puspa yang datang untuk menjemput Rere.
Satria langsung memeluk Bunda Wulan dan mencium pipinya. Bunda Wulan pun bingung mendapatkan perlakuan seperti itu dari Satria.
" Kamu kenapa, Sayang? " tanya Bunda Wulan pada Satria.
" Aku bahagia banget hari ini, Bun " ucap Satria.
" Kamu pasti lolos kan buat pendidikan. Hari ini kan pengumumannya " tebak Rendra.
" Ya ampun, Bunda lupa kalau itu hari ini " ucap Bunda Wulan.
" Kamu lolos? " tanya Ayah Arif pada Satria.
" Iya, Satria lolos. Satria juga masuk tiga besar nilai terbaik " jawab Satria dengan senyumnya.
" Alhamdulillah" ucap mereka semua.
Mereka semua sangat senang mendengar kabar bahagia ini. Mereka juga sangat bangga pada Satria. Bunda Wulan langsung memeluk Satria dengan perasaan haru. Ia bahkan sampai meneteskan air matanya.
" Selamat ya, Sayang " ucap Bunda Wulan mencium kening Satria.
" Iya Bunda. Ini juga semua berkat doa Bunda " jawab Satria.
Setelah itu bergantian Ayah Arif serta Rendra dan Puspa memeluk dan memberikan selamat pada Satria. Rere juga tidak mau kalah ingin memberikan selamat pada Omnya itu.
" Selamat ya Om Satria, yang mau jadi Pak Polisi kayak Papa " ucap Rere pada Satria.
" Ah, terima kasih kesayangan Om Satria " ucap Satria membawa Rere dalam gendongannya dan mencium pipinya.
" Sama-sama, Om Satria " jawab Rere memeluk leher Satria.
Setelah itu mereka pun kembali duduk dan mengobrol di ruang keluarga.
" Kamu sudah kasih tau Ara? " tanya Bunda Wulan pada Satria.
" Belum, Bun " jawab Satria.
" Cepet kasih tau Ara, Sat. Kamu juga kan belum bilang kalau kamu mau pendidikan Akademi Polisi sama Ara " ucap Puspa pada Satria.
__ADS_1
" Iya Kak. Besok aku kasih tau Ara " jawab Satria.
" Beh LDR dong. Gak bisa kontekan juga lho Sat " ucap Rendra menggoda Satria.
" Abang nih, belum apa-apa buat galau aja " ucap Satria mendengus kesal.
Ia juga sempat memikirkan itu. Dua minggu saja ia tidak bertemu Kinara sudah tidak tahan, apalagi ini sekitar lima bulan.
" Semoga aja Ara mau nunggu kamu. Kalau gak mau ya dia cari cowok lain " ucap Rendra.
Satria menatap Rendra dengan tidak suka. Ia tidak terima Rendra bilang Kinara akan mencari laki-laki lain.
" Ara pasti mau lah. Ara kan cinta sama aku " ucap Satria kesal.
" Yakin banget " ucap Rendra tersenyum mengejek.
" Yakin lah. Abang gak usah nambahin pikiran aku deh " jawab Satria.
" Sudahlah, Mas. Jangan godain Satria terus " ucap Puspa pada suaminya itu.
Rendra pun tertawa, sedangkan Satria memasang wajah kesalnya.
" Lebih baik besok kamu bicarain itu sama Ara. Bunda yakin Ara pasti mau nunggu kamu " ucap Bunda Wulan pada Satria.
" Iya Bunda " jawab Satria.
Bunda Wulan pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.
Satria masuk ke dalam kamarnya lalu melepaskan sepatu dan jaket yang dipakainya. Satria merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia membuka ponselnya dan ternyata ada pesan dari Kinara. Satria tersenyum dan langsung membuka pesan itu.
" Mas, aku berangkat kerja dulu. Kamu jangan lupa makan malam ya. Nanti aku kabarin kalo aku sudah pulang " ucap Kinara dalam pesannya.
Satria pun langsung membalas pesan itu. " Iya sayang. Semangat ya kerja terus jangan lupa makan malam juga " balas Satria.
Satria meletakkan ponselnya di atas nakas setelah membalas pesan Kinara. Satria menatap langit-langit kamarnya. Ia berpikir bagaimana berbicara pada Kinara besok. Ia takut Kinara tidak bisa menunggunya selama pendidikan.
" Semoga Ara bisa nunggu aku dan dia bisa ngerti keinginan aku buat jadi polisi. Aku gak bisa kalo harus pisah dan liat Ara sama cowok lain " ucap Satria.
Satria bangkit dari posisi tidurnya saat mendengar pintu kamarnya diketuk dari luar. Satria membuka pintu kamarnya.
" Kenapa, Re? " tanya Satria pada Rere yang ada di depan pintu.
" Aku mau pulang. Jadi aku bilang sama Om Satria biar Om Satria gak nyariin aku " ucap Rere.
Satria tersenyum dan menundukkan tubuhnya mensejajarkan tubuhnya dengan Rere.
" Iya sayang, hati-hati ya. Besok Om mampir deh ke rumah sekalian ketemu sama Ate Ara " jawab Satria.
__ADS_1
" Rere pulang dulu " ucap Rere memeluk Satria.
Satria pun membalas pelukan itu.
" Dadah Om Satria " ucap Rere melambaikan tangannya pada Satria.
" Dadah Rere " balas Satria juga melambaikan tangannya.
Setelah itu Satria kembali masuk ke kamarnya. Ia memutuskan untuk segera mandi karena hari sudah semakin sore dan magrib akan segera datang.
***
Hari sudah berganti malam. Satria pergi ke meja makan untuk makan malam bersama Ayah Arif dan Bunda Wulan.
" Bunda masak apa? " tanya Satria saat Bunda Wulan masih menata makanan di atas meja makan.
" Bunda masak rendang sama capcay. Ada tempe sama tahu goreng juga " jawab Bunda Wulan.
" Wih, enak nih " ucap Satria lalu duduk di sebelah Ayah Arif.
Satria pun segera mengambil nasi dan lauk lalu menaruhnya di dalam piringnya.
" Jangan banyak-banyak, nanti Ayah gak kebagian " ucap Ayah Arif saat melihat Satria mengambil cukup banyak rendang ke piringnya.
" Pelit banget sih Ayah " ucap Satria.
" Kamu itu ngambilnya kebanyakan " ucap Ayah Arif.
" Itu kan juga masih banyak " jawab Satria.
Bunda Wulan pun hanya menggelengkan kepalanya melihat suami dan putranya itu. Mereka memang seperti itu jika ia sudah memasak makanan kesukaan mereka.
" Sudah, sudah, jangan berebut. Bunda masak banyak kok, jadi kalian makan aja sampai puas " ucap Bunda Wulan pada Ayah Arif dan Satria.
" Tuh kan. Ayah aja yang pelit " ucap Satria.
" Kamu tu ya " ucap Ayah Arif tidak terima dikatakan pelit oleh putranya.
" Sudah, sekarang makan " ucap Bunda Wulan sedikit meninggikan nada suaranya.
Jika sudah seperti itu tidak ada lagi yang berbicara atau Bunda Wulan akan marah. Mereka pun menikmati rendang yang dimasak oleh Bunda Wulan.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘