Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
107. Lama Tidak Bertemu


__ADS_3

Pada malam hari, Kinara sedang bersiap untuk pergi ke cafe. Ia akan memeriksa dan membuat laporan keuangan bulan itu untuk diserahkan pada Satria nantinya dan juga memberikan gaji pada karyawan yang bekerja di sana. Kinara akan pergi menggunakan motornya. Sebelum pergi Kinara menyempatkan diri untuk mengirimkan pesan pada Satria yang sedang piket jaga malam itu.


" Sekarang tinggal berangkat " ucap Kinara memasukkan kembali ponselnya ke dalam tas kecil yang ia bawa.


Kinara mengeluarkan motornya dari halaman rumah lalu menutup pagar rumah itu. Ia menaiki motor miliknya lalu melajukannya meninggalkan rumah.


Sesampainya di cafe, Kinara langsung turun lalu masuk ke cafe itu. Cafe terlihat ramai seperti biasa karena memang cafe itu adalah tempat nongkrong para anak-anak muda.


" Gimana cafe hari ini, Kak? " tanya Kinara pada Dina yang baru selesai mengantarkan pesanan.


" Aman Ra, rame kayak biasanya " jawab Dina.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Ya sudah kalau gitu aku masuk dulu ya Kak. Kakak bisa balik kerja sekarang " ucap Kinara.


" Iya Ra " jawab Dina.


Kemudian Kinara masuk ke dalam ruang kerja yang dimana hanya ia dan Satria sebagai pemilik cafe yang boleh masuk. Kinara duduk di kursi kerjanya lalu menyalakan komputer yang ada di atas meja. Ia mulai memeriksa omset penjualan yang mereka dapat selama satu bulan terakhir dan juga membuat laporan keuangannya.


" Huh, selesai juga " ucap Kinara meregangkan otot-otot tangannya setelah satu jam membuat laporan keuangan.


Kinara mengambil amplop berisi gaji para karyawan dan ia mulai menyiapkan sesuai dengan hak mereka masing-masing. Ia memang sudah menyempatkan untuk mengambil uang saat pulang dari kampus tadi sore.


Setelah itu, Kinara keluar dari ruangan itu dan mengunci pintunya kembali. Ia pergi ke dapur untuk membantu para pelayan mengantarkan pesanan pengunjung.


" Ini ke meja berapa? " tanya Kinara pada Mbak Ani, juru masak cafe itu.


" Meja dua belas, Ra " jawab Mbak Ani.


Kinara pun langsung membawa nampan berisi makanan dan minuman pesanan pengunjung itu dan mengantarnya. Sebenarnya Dina dan yang lainnya sudah melarang itu karena Kinara sekarang adalah orang kepercayaan pemilik cafe itu tapi tetap saja Kinara tidak mendengarkan mereka dan tetap melayani pengunjung seperti pelayan.


" Silahkan Mas, Mbak " ucap Kinara ramah meletakkan makanan dan minuman pesanan pengunjung di atas meja.


" Kinara? " ucap seseorang yang menjadi pengunjung di sana.


Kinara langsung mendongakkan kepalanya dan melihat siapa orang yang memanggil namanya.


" Fajar? " gumam Kinara saat ternyata itu Fajar.


Cukup lama ia tidak bertemu Fajar. Terakhir ia bertemu Fajar adalah saat acara kelulusan sekolah dan ini pertama kalinya mereka bertemu setelah cukup lama.

__ADS_1


" Kamu kerja di sini, Ra? " tanya Fajar pada Kinara.


" Iya, aku kerja di sini " jawab Kinara.


Karena ingin mengobrol dengan Kinara, Fajar pun meminta Kinara untuk duduk bersamanya. Kinara pun duduk di hadapan Fajar sekedar untuk mengobrol, lagi pula ia tidak memiliki pekerjaan penting sekarang ini. Apalagi sebelumnya mereka ada sahabat yang sangat dekat sebelum akhirnya Fajar memilih berpacaran dengan Rena.


" Gimana kabar kamu, Ra? " tanya Fajar pada Kinara.


" Alhamdulillah aku baik " jawab Kinara tersenyum.


" Kamu sendiri gimana? " tanya balik Kinara.


" Aku baik juga, Ra " jawab Fajar.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Oh iya, kamu ke sini sendiri? Rena mana? " tanya Kinara karena sebelumnya Fajar akan selalu pergi bersama dengan Rena.


" Aku udah putus sama Rena " jawab Fajar.


Sebenarnya Kinara cukup terkejut mendengar itu tapi ia mencoba untuk bersikap biasa saja.


" Oh maaf ya, aku gak tau " ucap Kinara merasa tidak enak hati.


Setelah cukup lama tidak bertemu ternyata banyak sekali yang tidak Kinara ketahui dari Fajar karena memang Kinara tidak mencari tahu dan tidak ingin tahu. Ia bahkan tidak tahu bagaimana kabar Fajar dan Fajar melanjutkan pendidikannya dimana sampai akhirnya mereka bertemu di sini.


" Gimana kamu berhasil masuk di kampus yang kamu mau? " tanya Fajar pada Kinara.


Fajar memang tahu jika Kinara ingin sekali masuk ke kampus yang sekarang ia datangi untuk belajar. Dulu mereka sering bercerita dan tidak ada yang mereka sembunyikan satu sama lain. Tapi itu dulu sebelum hubungan persahabatan mereka rusak dan tidak sedekat dulu.


" Iya, sekarang aku udah kuliah di sana " jawab Kinara.


" Kamu gimana? " tanya Kinara.


" Ya walaupun aku gak bisa masuk ke kampus yang aku mau tapi setidaknya aku bisa ambil jurusan yang aku mau " jawab Fajar.


Kinara menganggukkan kepalanya mengerti.


" Kamu sama Satria gimana? " tanya Fajar penasaran.


Jika Kinara dan Satria sudah tidak bersama, Fajar ingin mencoba untuk dekat lagi pada Kinara. Ia juga berharap Kinara masih memiliki perasaan kepadanya. Ia sungguh menyesal menjauh dari Kinara dan memilih Rena sebagai kekasihnya yang tidak sesuai dengan harapannya. Rena yang terlalu egois dan cemburuan membuat Fajar tidak tahan dan memutuskannya.

__ADS_1


" Kami baik-baik aja " jawab Kinara tersenyum.


Fajar pun ikut tersenyum mendengar itu walaupun sebenarnya ia merasa kecewa.


" Syukurlah, aku harap kamu selalu bahagia sama dia " ucap Fajar.


" Iya, makasih ya " jawab Kinara.


Fajar pun menganggukkan kepalanya.


Tak lama kemudian, Dina menghampiri Kinara yang sedang mengobrol bersama dengan Fajar.


" Ra, bisa ikut aku gak? " ucap Dina pada Kinara.


" Iya Kak " jawab Kinara.


Dina pun pergi meninggalkan Kinara.


" Fajar, aku tinggal ya. Kamu have fun ya di sini " pamit Kinara.


" Iya Ra " jawab Fajar yang sebenarnya ingin bersama dengan Kinara lebih lama.


Kinara pergi untuk menyusul Dina.


" Kenapa, Kak? " tanya Kinara pada Dina.


" Pak Lian minta kamu kirim rekening cafe. Pak Lian mau kirim uang muka buat catering makan siang di perusahaannya " jawab Dina menyampaikan pesan yang meneleponnya ke nomor cafe.


" Aku bakal kirim sekarang. Makasih ya, Kak " ucap Kinara.


" Iya Ra " jawab Dina.


Setelah itu Kinara langsung masuk ke dalam ruangan kerjanya.


Jam tutup cafe pun tiba. Kinara membantu karyawan lain untuk menutup cafe dan setelahnya ia membagikan gaji mereka masing-masing. Baru setelah itu Kinara pulang ke rumah karena harus sudah sangat malam.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2