Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
207. Mengantar Oleh-Oleh


__ADS_3

Hari sudah berganti malam. Satria dan Kinara akan pergi ke rumah kedua orang tua mereka untuk berkunjung sekaligus memberikan oleh-oleh dari Paris untuk mereka. Kinara memang sempat membongkar koper yang berisi oleh-oleh untuk keluarga dan sahabat mereka.


" Ayo kita berangkat, Sayang " ajak Satria pada Kinara.


" Iya Mas " jawab Kinara.


Kinara segera mengambil tas miliknya dan paper bag berisi oleh-oleh lalu mereka segera keluar dari kamar.


Satria dan Kinara akan pergi menggunakan mobil. Mereka akan pergi ke rumah Ayah Arif dan Bunda Wulan karena jaraknya yang lebih dekat.


Setelah menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Satria dan Kinara sudah sampai di rumah Ayah Arif dan Bunda Wulan. Mereka segera turun dari mobil dan mereka melihat ada mobil Rendra dan Puspa di sana.


" Kebetulan banget Bang Rendra sama Kak Puspa di sini, jadi gak perlu ke rumah mereka buat anter oleh-oleh " ucap Satria saat melihat mobil sang kakak.


Satria mengajak Kinara untuk masuk ke dalam rumah dan menemui kedua orang tuanya.


" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara bersamaan saat memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab mereka semua.


Satria dan Kinara menghampiri mereka yang sedang berkumpul di ruang tamu. Satria dan Kinara langsung memeluk Ayah Arif dan Bunda Wulan karena mereka merasakan rindu setelah dua minggu tidak bertemu.


" Ayah sama Bunda apa kabar? " tanya Kinara pada kedua mertuanya.


" Ayah sama Bunda baik, Sayang " jawab Bunda Wulan mengusap wajah Kinara.


Setelah itu Kinara beralih pada Puspa dan memeluk kakak iparnya itu. Tak lupa ia memeluk Rere karena keponakannya itu akan merajuk jika tidak dipeluk.


" Bagaimana kabar kalian? Bulan madunya lancar kan? " tanya Puspa pada Satria dan Kinara.

__ADS_1


" Lancar dong, Kak. Bahkan sangat lancar " jawab Satria tersenyum bangga.


" Berarti sebentar lagi Abang dapat ponakan dong. Kalau enggak berarti kamu kurang tokcer, Sat " ucap Rendra pada Satria.


" Pasti, Bang. Aku udah usaha siang malam selama di Paris, jadi Abang tinggal tunggu aja kabar bahagianya " jawab Satria percaya diri, entah mengapa ia merasa jika benihnya sudah mulai berkecambah di rahim Kinara.


Sedangkan Kinara merasa sangat malu karena Satria membicarakan hal yang sangat pribadi menurutnya.


" Semoga aja Ara bisa cepat hamil. Ayah sama Bunda sudah pengen punya cucu lagi dan kalau bisa laki-laki. Kita sudah punya dua putri cantik di sini, jadi butuh pangerannya " ucap Ayah Arif sangat berharap.


" Doakan saja, Yah. Semoga benih-benihku cepat jadi " jawab Satria yang mendapatkan cubitan dari Kinara.


" Kata-katanya yang bener " bisik Kinara agar tidak ada yang mendengarnya.


Satria memekik pelan setelah mendapatkan cubitan di perutnya.


" Aw, sakit Sayang " pekik Satria langsung menoleh pada Kinara.


" Udah bener, Sayang " jawab Satria juga berbisik.


Setelah itu Satria dan Kinara langsung memberikan oleh-oleh yang mereka bawa. Ayah Arif sangat senang saat mendapatkan jam tangan yang ia inginkan.


" Jangan seneng dulu, Yah. Itu Ayah harus bayar, mahal banget itu " ucap Satria pada Ayah Arif.


" Kamu ini, sama Ayah sendiri perhitungan banget " ucap Ayah Arif mencoba jam tangan itu.


Satria hanya mendengus kesal melihat itu. Walaupun begitu ia merasa bahagia karena semua orang sangat senang mendapatkan oleh-oleh dari dirinya dan Kinara.


***

__ADS_1


Satria dan Kinara sudah sampai di rumah kedua orang tua Kinara. Mereka langsung masuk setelah Papa Lukman membukakan pintu dan menyambut kedatangan mereka.


" Mama " ucap Kinara saat melihat Mama Santi keluar dari kamar.


Kinara langsung menghampiri Mama Santi dan memeluknya dengan begitu erat.


" Ara kangen banget sama Mama " ucap Kinara setelah melepaskan pelukannya.


" Mama juga kangen banget sama kamu, Sayang " jawab Mama Santi mengecup puncak kepala sang putri.


Setelah itu Kinara dan Mama Santi pergi ke ruang tamu dimana Papa Lukman dan Satria berada. Satria langsung berdiri saat melihat Mama Santi dan mencium tangannya.


" Pa, Ma, ini ada sedikit oleh-oleh dari Satria dan Ara. Ini ada juga buat Alina " ucap Satria memberikan oleh-oleh yang mereka bawa kepada Mama Santi.


" Makasih ya, Satria " jawab Mama Santi menerima itu.


Mereka pun duduk dan mengobrol menanyakan kabar di ruang tamu. Sedangkan Alina sudah tidur karena ia kelelahan setelah mengikuti lomba lari di sekolahnya.


" Kalian menginap di sini, kan? " tanya Papa Lukman pada Satria dan Kinara.


Kinara menatap Satria karena mereka tidak membicarakan itu sebelumnya.


" Iya Pa, Satria dan Ara menginap di sini. Sepertinya Ara juga masih kangen sama Papa dan Mama " jawab Satria.


Satria mengerti jika Kinara sangat merindukan keluarganya sehingga ia memutuskan untuk menginap di rumah kedua mertuanya barang semalam. Kinara tentu saja sangat senang mendengar itu karena memang ia sangat merindukan kedua orang tuanya serta adiknya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2