Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
83. Acara Syukuran Satria


__ADS_3

Keesokkan harinya, Kinara dan keluarganya akan pergi ke rumah keluarga Satria untuk menghadiri acara syukuran kecil-kecilan keberhasilan Satria menjadi seorang polisi. Mereka akan pergi menggunakan mobil yang Papa Lukman beli dua bulan yang lalu dari hasil toko kue yang berkembang dengan sangat pesat. Bahkan mereka sekarang sudah memiliki tiga cabang di Jakarta.


" Ara, Alina, cepat " ucap Papa Lukman yang sudah menunggu mereka di depan rumah bersama Mama Santi.


" Iya Pa " jawab Kinara dan Alina.


Tak lama kemudian, Kinara dan Alina pun keluar dari rumah. Kinara juga segera mengunci pintu rumah itu sebelum mereka semua pergi.


Saat mereka semua sudah siap, mereka pun langsung masuk ke dalam mobil. Papa Lukman segera menjalankan mobil itu untuk menuju rumah keluarga Satria.


Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, akhirnya mereka sudah sampai di rumah keluarga Satria. Mereka semua pun langsung turun dari mobil. Terlihat di sana belum banyak tamu yang datang karena memang masih pagi. Mereka memang sengaja datang lebih pagi agar bisa membantu menyiapkan acara itu.


" Assalamualaikum " ucap mereka.


" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Rendra yang sedang menyambut tamu.


" Ayo, silahkan masuk " ucap Ayah Arif mempersilahkan mereka masuk ke dalam rumah.


Mereka pun langsung masuk ke dalam rumah kecuali Papa Lukman yang bergabung dengan Ayah Arif dan Rendra untuk menyambut tamu. Kinara dan Mama Santi menghampiri Bunda Wulan dan Puspa yang sedang menyiapkan kue-kue yang mereka pesan dari toko Mama Santi untuk para tamu dan membantunya. Sedangkan Alina menghampiri Rere dan mengajaknya bermain.


" Seharusnya kalian gak perlu repot-repot bantu siapin ini lho " ucap Bunda Wulan.


" Gak papa, Mbak. Lagian kita juga gak enak cuma diam aja liat Mbak yang lagi repot " jawab Mama Santi.


Kinara melihat ke sekeliling rumah tapi ia belum juga melihat keberadaan Satria. Puspa tersenyum saat melihat Kinara seperti sedang mencari seseorang dan ia tahu siapa yang dicari oleh Kinara.


" Satria lagi di kamar jagain Risa " ucap Puspa berbisik agar orang lain tidak mendengarkannya.


Kinara menunduk malu karena ketahuan oleh Puspa bahwa ia sedang mencari Satria.


Tak lama kemudian, terlihat Satria menuruni tangga dengan menggendong Risa.

__ADS_1


" Tuh anaknya " ucap Puspa menunjuk Satria dengan kepalanya.


Kinara pun menoleh ke arah yang dimaksud oleh Puspa. Dan benar di sana ada Satria yang sedang berjalan mendekat ke arah mereka dengan menggendong Risa.


" Risa nangis terus nih, Kak. Kayaknya ngantuk deh " ucap Satria memberikan Risa pada Puspa.


" Sini biar Kakak tidurkan dulu " ucap Puspa.


Setelah itu, Puspa segera pergi ke kamarnya untuk menidurkan Risa yang sepertinya memang sudah mengantuk.


" Fokus banget nata kuenya sampai anggap aku di sini gak ada " ucap Satria saat melihat Kinara begitu fokus menata kue di dalam piring.


Kinara tersenyum. " Biar cepet selesai, Mas. Sebentar lagi acaranya dimulai " jawab Kinara.


Raka dan Elsa juga diundang di acara itu tapi mereka berdua tidak bisa datang karena memiliki jadwal mata kuliah pada pagi hari itu.


Setelah semua tamu yang diundang datang, acara syukuran itu pun segera dimulai. Tidak banyak yang mereka undang di acara itu, hanya beberapa kerabat dan tetangga sekitar dan juga seorang ustadz untuk membaca doa. Pertama-tama acara itu dibuka oleh orang yang sudah tunjuk oleh Ayah Arif lalu dilanjutkan dengan sambutan dan ucapan rasa syukur atas berhasilnya Satria menjadi seorang polisi oleh Ayah Arif. Setelah itu baru pembacaan doa oleh seorang ustadz lalu mereka makan bersama dengan makanan yang sudah tuan rumah sediakan. Acara itu begitu sederhana tapi tidak mengurangi rasa syukur mereka semua.


Setelah acara selesai, para tamu pun pulang ke rumah masing-masing. Sedangkan keluarga Kinara tetap berada di sana untuk mengobrol sebentar.


" Untuk saat ini Satria masih ditempatkan di Jakarta, Om. Tapi belum tahu untuk kedepannya " jawab Satria.


Papa Lukman pun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti.


" Gimana kuliah kamu, Sayang? " tanya Bunda Wulan pada Kinara.


" Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar, Tante " jawab Kinara.


" Syukurlah, Tante gak sabar nunggu kamu lulus dan menjadikan kamu menantu Tante " ucap Bunda Wulan.


Kinara pun hanya tersenyum. Sebenarnya ia juga ingin segera menikah dengan Satria setelah merasakan rindu ditinggal oleh Satria, tapi ia harus bertanggung jawab dengan pilihan yang sudah ia ambil. Kinara harus menyelesaikan pendidikannya dulu hingga ia bisa jadi sarjana.

__ADS_1


" Sabar dong Bunda, Satria kan harus tugas dulu selama dua tahun baru bisa menikah. Satria pastiin kalau Ara yang bakal jadi menantu Bunda " ucap Satria mengedipkan matanya pada Kinara.


Apa yang dilakukan Satria membuat Rendra dan Puspa menggoda mereka dan wajah Tya pun dibuat sangat merah karena mereka. Sedangkan para orang tua hanya tersenyum melihat itu.


" Hey kalian ini, jangan menggoda calon menantu Bunda terus " ucap Bunda Wulan pada Rendra dan Puspa.


Satria malah terlihat santai dan biasa saja dengan itu karena memang ia yang memulai semua itu.


" Iya Bang, Kak. Kasian kan calon istri aku " tambah Satria yang membuat Kinara semakin malu.


***


Hari sudah berganti sore dan langit juga sudah berubah warna menjadi berwarna jingga. Satria turun dari kamarnya setelah selesai mandi dan melaksanakan sholat ashar. Rendra dan Puspa sudah pulang bersama kedua anak mereka.


" Masak apa, Bunda? " tanya Satria menghampiri Bunda Wulan yang sedang memasak untuk makan malam di dapur.


" Tumis kacang panjang, ayam goreng, sama sambel goreng jeroan terus ada perkedel kentang juga " jawab Bunda Wulan.


Menu sederhana itu yang selalu membuat Satria dan Ayah Arif betah berada di rumah.


" Ah, gak sabar nunggu semuanya mateng " ucap Satria tidak sabar ingin menyicipi masakan Bunda Wulan.


Bunda Wulan pun tersenyum mendengar ucapan sang putra.


" Sudah kamu pergi dulu sana, Bunda mau fokus masak. Kalo kamu di sini terus nanti malah kamu comotin semua masakan Bunda " usir Bunda Wulan.


Setelah itu, Satria pergi ruang keluarga untuk menonton televisi sembari menunggu waktu magrib tiba. Ia ingin menikmati waktu-waktu liburnya sebelum ia memulai kembali kegiatannya mengabdi kepada masyarakat.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2