Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
138. Kembali ke Desa


__ADS_3

Hari demi hari telah berlalu, kini Satria sudah benar-benar pulih dan luka-lukanya juga sudah semakin membaik. Hari ini Satria akan kembali pergi ke desa untuk melanjutkan tugasnya. Berdasarkan informasi yang ia dapat dari rekan-rekannya di sana bahwa pelaku sekarang semakin sulit untuk diketahui keberadaan markas mereka, sepertinya mereka benar-benar lebih berhati-hati lagi. Apalagi dugaannya dulu ternyata benar jika Tuan Bahadur lah pelaku utamanya dan dia juga sekarang sepertinya mengawasi gerak-gerik rekan-rekannya. Oleh karena itu Satria ingin cepat kembali dan bertindak cepat.


Sebelum berangkat menggunakan bus, Satria menyempatkan untuk menghubungi keluarganya dan Kinara karena di sana ia tidak bisa memberikan kabar lagi.


" Halo, Assalamualaikum, Sayang " ucap Satria saat ia menghubungi Kinara melalui panggilan video setelah sebelumnya ia menghubungi keluarganya.


" Walaikumsalam, Mas " jawab Kinara dengan senyum manisnya di layar ponsel Satria.


" Kamu sudah mau berangkat, Mas? " tanya Kinara saat melihat Satria yang sudah rapi melalui panggilan video itu.


" Iya Sayang, tinggal nunggu busnya datang aja " jawab Satria.


" Terus kamu sudah sarapan? " tanya Kinara karena ingin memastikan Satria makan tepat waktu.


" Sudah. Aku baru aja selesai sarapan " jawab Satria tersenyum.


" Bagus deh. Ingat ya Mas kamu itu harus makan tepat waktu " ucap Kinara mengingatkan Satria.


" Iya Sayang, bawel banget sih calon istri aku " ucap Satria yang membuat Kinara mengerucutkan bibirnya.

__ADS_1


Satria hanya tertawa melihat itu dan ia malah dibuat gemas dengan Kinara yang seperti itu.


Mereka berdua terus mengobrol sampai akhirnya bus yang akan membawa Satria ke desa pun sudah siap untuk berangkat.


" Inget ya Mas, kamu harus lebih hati-hati di sana dan jaga diri kamu. Aku gak mau terjadi apa-apa lagi sama kamu " ucap Kinara pada Satria sebelum mereka mengakhiri panggilan video itu.


" Iya Sayang. Kamu perlu doakan aku dan aku pasti baik-baik aja " ucap Satria agar Kinara tidak terlalu khawatir lagi.


" Iya Mas, pasti " jawab Kinara.


" Aku matiin ya Sayang. I love you " ucap Satria pada Kinara.


Satria dan Kinara pun mengakhiri panggilan video itu setelah sebelumnya mengucapkan salam. Satria segera pergi untuk masuk ke dalam bus karena rekannya sudah memanggilnya karena bus itu memang akan segera berangkat.


" Ya Allah, berikan hamba kekuatan dan keselamatan kali ini. Hamba ingin menyelesaikan semua tanggung jawab hamba ini sampa tuntas agar orang-orang itu tidak melakukan hal yang tidak baik lagi " doa Satria dalam hati setelah ia duduk di salah satu kursi di dalam bus.


***


Tepat pukul tujuh malam, Satria sudah sampai di desa itu. Satria turun di tepi jalan raya yang cukup jauh dari desa dan ia harus berjalan ke sana. Ternyata di sana sudah ada Sandi yang menunggunya, sepertinya Sandi menghitung waktu perjalanan sehingga Sandi sudah berada di sana sebelum ia sampai.

__ADS_1


" Udah sehat lo? " tanya Sandi memeluk Satria.


" Gak liat lo gue ada di sini berarti gue sehat " jawab Satria ketus mendengar pertanyaan Sandi dan membalas pelukan Sandi.


Sandi pun hanya tertawa mendengar itu.


" Lo dari tadi di sini? " tanya Satria pada Sandi karena mereka memang tidak saling berkontak selama Satria berada di kota.


" Enggak, gue juga baru sampek " jawab Sandi.


Setelah itu Satria dan Sandi serta satu rekan mereka segera pergi menuju desa dengan berjalan kaki.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2