
Sudah dua tahun berlalu, Satria dan rekan-rekannya masih berada di desa itu karena Tuan Bahadur dan anak buahnya semakin sulit untuk ditangkap. Tetapi sekarang setelah hampir satu tahun melakukan persiapan mulai dari rencana, pasukan dan senjata, mereka sudah siap untuk menangkap Tuan Bahadur dan mereka harus berhasil kali kali ini. Mereka sudah mendapatkan celah karena besok penjagaan di markas mereka akan lemah karena beberapa anak buah Tuan Bahadur akan melakukan penyeludupan melalui perairan Sumatera dan itu saatnya mereka menangkap mereka di dua tempat berbeda.
Para pasukan yang akan membantu Satria dan rekan-rekannya juga sudah berada di desa itu dan berada di tempat rahasia mereka. Di sana juga tempat mereka menyembunyikan dua anak buah Tuan Bahadur yang sampai saat ini belum mereka bebaskan atau kirim ke penjara karena mereka tidak ingin mengambil resiko jika mereka kabur saat perjalanan. Lagipula mereka cukup kesulitan keluar dari desa membawa dua orang itu.
" Bagaimana persiapan untuk besok? " tanya Satria pada Sandi yang sedang menyiapkan semua peralatan mereka.
" Sudah siap, besok kita tinggal bergerak dan kali ini kita harus berhasil " jawab Sandi.
Satria pun menganggukkan kepalanya karena mau bagaimana caranya Tuan Bahadur harus segera ditangkap dan dihukum atas semua tindakan kejahatannya. Bahkan yang membuat Satria geram, enam bulan yang lalu Tuan Bahadur membunuh satu orang pemuda desa yang tidak sengaja mengetahui markas mereka saat sedang berburu.
Setelah itu, Satria keluar dari rumah dan duduk di teras. Ia melihat penduduk desa yang berlalu lalang dan sesekali menyapa mereka. Satria merasa sedikit tenang karena satu tahun terakhir orang-orang Tuan Bahadur tidak mengawasi mereka lagi. Mungkin mereka terkecoh karena selama mengawasi Satria dan rekan-rekannya, tidak ada hal yang mencurigakan karena Satria dan rekan-rekannya memang tidak bergerak banyak hanya mengintai dan merencanakan semuanya untuk menangkap mereka.
Sembari duduk santai di teras rumah seorang diri, Satria teringat dengan Kinara yang ia hubungi tiga bulan terakhir saat ia pergi ke kota Medan mengambil persediaan senjata. Ia benar-benar merindukan Kinara yang sudah dua tahun lebih tidak ia temui. Ia bertekad akan segera menyelesaikan tugas ini dengan penyergapan besok dan akan segera kembali ke Jakarta lalu menjadikan Kinara sebagai istrinya.
" Aku kangen banget, Ra. Setelah ini aku bakal bener-bener jadiin kamu istri aku " ucap Satria dalam hati.
Saat Satria sedang melamun tiba-tiba ada seseorang yang datang menghampiri dirinya.
" Hai Satria " sapa orang itu yang ternyata adalah Ayla.
" Eh, Alya " ucap Satria tersadar dan langsung berdiri dari duduknya.
" Sandi ada? " tanya Ayla mencari Sandi.
Ayla memang tidak berusaha mendekati Satria lagi dan sekarang malah Ayla terlihat dengan Sandi. Satria bersyukur dengan itu apalagi Sandi terlihat bahagia dekat dengan Ayla dan Satria akan mendukung mereka jika memang mereka berdua memiliki hubungan.
" Ada tuh di dalam. Aku panggil sebentar " jawab Satria dan Ayla pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah itu Satria masuk ke dalam rumah untuk memanggil Sandi dan memberitahukan jika Ayla mencarinya.
***
Sementara itu, Kinara sedang menyiapkan semua yang ia perlukan untuk sidang skripsinya besok. Kinara menyelesaikan pendidikannya hanya dalam waktu tiga tahun karena kepintarannya. Ia benar-benar fokus belajar agar kuliahnya cepat selesai dan ia bisa mewujudkan cita-cita menjadi seorang guru.
Kinara juga fokus mengelola cafe dengan baik sehingga ia bisa membuka satu cabang cafe lagi dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Kinara memang menyibukkan dirinya dengan kuliah dan bekerja agar tidak selalu mengingat dan merindukan Satria yang entah kapan akan kembali.
" Aku harap saat aku wisuda nanti kamu sudah kembali, Mas " gumam Kinara yang sudah sangat merindukan Satria.
Kinara ingin di hari yang bersejarah untuk dirinya semua orang yang ia sayangi bisa hadir, termasuk juga Satria.
Setelah semua yang ia harus siapkan untuk sidang skripsinya selesai, Kinara memutuskan untuk pergi ke kantin untuk makan siang karena tadi ia tidak membawa bekal. Lagipula Raka dan Elsa serta Jeki sedang berada di sana. Mereka bertiga masih berada di semester tujuh dan sebentar lagi akan melakukan KKN.
" Kalian udah lama? " tanya Kinara setelah memesan makanan dan duduk bergabung dengan teman-temannya.
" Capek banget kelihatannya lo, Ra " ucap Jeki saat melihat wajah lelah Kinara.
" Iya Jek. Gue harus bener-bener nyiapin buat sidang besok " jawab Kinara yang juga merasakan jika tubuhnya sangat lelah.
Elsa yang melihat sahabatnya kelelahan itu pun tidak tega.
" Kamu jangan capek-capek, Ra. Habis ini kamu harus bener-bener istirahat karena besok itu hari yang penting buat kamu dan kamu gak boleh sampai sakit " ucap Elsa mengingatkan Kinara.
Kinara pun menganggukkan kepalanya. " Iya Sa. Habis ini aku langsung pulang dan istirahat " jawab Kinara.
" Oh iya, Satria kapan balik? Tugas di sana belum selesai juga? " tanya Jeki pada Kinara.
__ADS_1
" Gue gak tau, sudah hampir tiga bulan Satria gak hubungi gue " jawab Kinara dengan wajah yang sendu.
Melihat itu mereka pun tidak lagi melanjutkan pembahasan tentang Satria karena kemungkinan besar Kinara akan bertambah sedih.
" Terus persiapan sidang lo gimana? " tanya Raka pada Kinara mencari topik lain.
" Sudah selesai semuanya tinggal nunggu besok aja " jawab Kinara.
" Bagus deh, Ra. Semangat ya buat besok, aku yakin kamu pasti bisa " ucap Elsa menepuk pundak Kinara dan memberikan semangat.
" Iya Ra. Kita juga bakal temenin lo besok " sambung Jeki.
" Pastilah, kita bertiga bakal kasih semangat di depan ruang sidang buat Kinara " tambah Raka.
Kinara tersenyum dan merasa terharu pada teman-temannya itu yang selalu ada di sisinya di saat senang maupun susah.
" Makasih ya kalian selalu ada buat aku " ucap Kinara pada mereka bertiga.
" Kok ngomong gitu sih. Kita kan sahabat " ucap Elsa lalu memeluk Kinara dan langsung dibalas oleh Kinara.
Sedangkan Raka dan Jeki hanya tersenyum karena tidak mungkin mereka ikut berpelukan. Bisa-bisa telinga mereka putus karena ditarik oleh Elsa.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘