Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
35. Menginap


__ADS_3

Saat hujan sudah benar-benar reda, Satria dan Kinara pun bergegas untuk pulang sebelum hujan kembali turun.


" Kamu pakai aja jaketnya " ucap Satria pada Kinara.


" Kamu gimana? Kan kamu yang bawa motornya " ucap Kinara.


" Gak papa, Ra. Kamu pakai aja " jawab Satria.


Kinara pun memakai jaket milik Satria itu, sedangkan Satria hanya menggunakan kaos lengan pendek.


" Gak dingin, Sat? " tanya Kinara di tengah perjalanan.


" Dingin sih tapi gak papa, aku masih tahan kok " jawab Satria.


Mendengar itu Kinara pun berinisiatif untuk memeluk Satria dari belakang, siapa tahu bisa membuatnya sedikit hangat. Kinara melingkarkan tangannya di pinggang Satria dengan erat.


" Biar agak anget " ucap Kinara memeluk Satria.


Satria pun sangat senang Kinara memeluknya. Ia rela jika harus semalam di jalan jika Kinara terus memeluknya.


Tepat pukul setengah dua malam Satria dan Kinara sampai di rumah keluarga Kinara. Baru saja mereka turun dari motor dan melepaskan helm tiba-tiba hujan kembali turun dengan deras. Satria dan Kinara pun langsung lari ke teras rumah.


Tok tok tok


" Assalamualaikum " ucap Kinara sambil terus mengetuk pintu.


" Papa Mama " panggil Kinara.


Tak lama pintu rumah itu pun terbuka dan menampilkan Papa Lukman dan Mama Santi.


" Ara, Satria " ucap Mama Santi.


Mama Santi pun langsung memeluk Kinara. Rasa cemas dan khawatir seketika hilang berganti dengan rasa lega saat ia melihat anak gadisnya sudah kembali ke rumah.


" Kamu baik-baik aja kan? " tanya Mama Santi setelah melepas pelukannya pada Kinara.


" Ara baik-baik aja kok, Ma " jawab Kinara.


" Sebaiknya kita masuk sekarang " ucap Papa Lukman karena angin semakin kencang.


" Ayo masuk, Satria " lanjut Papa Lukman pada Satria.


Mereka pun masuk ke dalam rumah dan menuju ruang tamu.


" Maaf ya Om, Tante, Satria baru nganterin Ara pulang semalem ini dan membuat semuanya menjadi khawatir " ucap Satria pada Papa Lukman dan Mama Santi.


" Sebenarnya kalian itu kemana? " tanya Papa Lukman.


" Tadi kami sedang perjalanan ke sini Om, tapi di tengah jalan tiba-tiba hujan turun deres banget jadi kami neduh dulu. Tadi juga Ara sempat demam jadi Satria memastikan bener-bener reda dulu baru mengantar Ara pulang. Satria minta maaf, Om " ucap Satria merasa bersalah.


" Ya udah gak papa, yang penting kalian berdua baik-baik aja " jawab Papa Lukman.


Mama Santi yang mendengar Kinara demam pun langsung mengecek suhu tubuh Kinara. Mama Santi memegang dahi Kinara.

__ADS_1


" Kamu demam, Ra? " ucap Mama Santi.


" Iya Ma, tapi sekarang udah gak papa kok. Demamnya udah turun " jawab Kinara.


" Ya sudah lebih baik kalian ganti baju, baju kalian basah. Nanti kalian bisa masuk angin " ucap Mama Santi pada Satria dan Kinara.


" Satria kamu nginep aja di sini malam ini. Ini sudah malam dan hujan gak tau kapan berhenti. Biar nanti kamu pakai baju om " ucap Papa Lukman pada Satria.


" Iya Om " jawab Satria.


Hujan yang begitu deras tidak memungkinkan Satria untuk pulang.


" Biar om hubungi ayah kamu " ucap Papa Lukman pada Satria.


Papa Lukman pun pergi untuk menghubungi Ayah Arif.


" Ra, kamu malam ini tidur di kamar adik kamu biar Satria yang tidur di kamar kamu " ucap Mama Santi pada Kinara.


" Gak usah Tante, biar Satria tidur di luar aja " tolak Satria tidak enak.


" Udah Sat, kamu tidur di kamar aku aja. Biar aku sama Alina " ucap Kinara.


" Sekarang kamu ambilin handuk buat Satria. Mama cari baju papa yang pas buat Satria " ucap Mama Santi.


Kemudian Mama Santi pun pergi ke kamarnya untuk mencari baju untuk Satria.


" Kamu tunggu bentar, aku ambilin handuk dulu " ucap Kinara Pada Satria.


Satria pun menganggukkan kepalanya.


" Ini handuknya " ucap Kinara.


" Makasih Ra " ucap Satria menerima handuk itu.


" Aku ke kamar mandi dulu " lanjut Satria.


Setelah Satria masuk ke kamar mandi, Kinara pun kembali ke kamarnya untuk berganti baju dan menyiapkan tempat tidur untuk Satria.


Kinara keluar kamar dan meletakkan bajunya di keranjang baju kotor.


" Ra, kamu kasihi baju ini ya sama Satria " ucap Mama Santi memberikan satu pasangan pakaian pada Kinara.


" Iya Ma " jawab Kinara.


" Setelah ini kalian cepat istirahat, Mama sama Papa juga mau istirahat " ucap Mama Santi.


" Iya Ma, Ara langsung tidur kok setelah ini " jawab Kinara.


Mama Santi pun kembali ke kamarnya dan Kinara akan memberikan baju ganti itu pada Satria.


Kinara mengetuk pintu kamar mandi karena dari tadi belum keluar dari sana.


Tok tok tok.

__ADS_1


" Sat, ini baju ganti kamu " ucap Kinara di depan pintu kamar mandi.


Tak lama Satria pun membuka pintu kamar mandi tersebut. Satria bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Kinara yang melihat itu pun terpaku, wajahnya tiba-tiba memerah. Kinara pun langsung menundukkan kepalanya.


" Ini " ucap Kinara memberikan pakaian itu pada Satria.


" Makasih ya, Ra " ucap Satria.


" Iya, cepet sana pakai " jawab Kinara.


Satria pun masuk kembali ke dalam kamar mandi.


Kinara menutup wajahnya yang terasa panas dengan kedua telapak tangan.


" Akh, kok jadi malu sih liat Satria kek gitu " ucap Kinara pelan.


Satria keluar sudah dengan pakaian lengkapnya. Ia melihat Kinara yang masih berdiri di depan kamar mandi dengan menutupi wajahnya.


" Ra, kamu ngapain? " tanya Satria.


Kinara yang mendengar suara Satria pun langsung membuka wajahnya.


" Enggak ngapa-ngapain kok. Cuma nunggu kamu aja takut kamu gak tau kamar aku " jawab Kinara.


" Aku kan emang gak tau kamar kamu Ra " ucap Satria.


" Eh iya juga ya " jawab Kinara menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Ya udah, ayok aku antar ke kamar aku " ucap Kinara pada Satria.


Kinara pun pergi ke kamarnya diikuti Satria di belakang.


" Kamu masuk aja " ucap Kinara setelah membuka sedikit pintu kamarnya.


" Iya Ra, makasih ya " jawab Satria.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Ya udah kamu istirahat aja sekarang. Selamat malam " ucap Kinara tersenyum.


" Selamat malam juga, Ara Sayang " balas Satria juga tersenyum.


Kinara pun langsung pergi ke kamar adiknya dengan wajah memerah. Lagi-lagi jantungnya berdetak kencang saat Satria memanggilnya sayang.


Satria masuk ke kamar Kinara, ia melihat ke sekeliling kamar itu. Kamar yang di dominasi dengan warna biru muda dan terlihat sangat rapi. Fokus Satria tertuju pada sebuah bingkai foto di atas nakas. Satria pun mengambilnya.


" Ternyata Ara masih menyimpan foto ini " ucap Satria saat melihat foto dirinya dan Kinara serta Rendi saat mereka kecil.


Setelah melihat foto itu, Satria pun langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur Kinara dan mulai memejamkan matanya karena ia sudah sangat lelah.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2