Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
76. Risih


__ADS_3

Sudah satu minggu Kinara menjalani hari-harinya sebagai seorang mahasiswa. Ia begitu menikmati kehidupannya itu walau terkadang merasa risih karena Riko masih tetap sering menemuinya. Entah itu di kampus ataupun juga di cafe. Setiap malam Riko akan datang ke cafe dan baru pergi setelah cafe akan tutup.


Seperti saat ini, Kinara sedang berjalan memasuki gedung kampus tapi lagi-lagi Riko menghampirinya.


" Ngapain lagi sih tu orang " ucap Kinara saat melihat Riko berjalan mendekat ke arah mereka.


" Lo gak ngerasa risih apa sama tu makhluk? " tanya Raka menatap tidak suka Riko.


" Ya risih sih, tapi gimana ngomongnya coba. Gue gak enak " jawab Kinara.


" Kasian sih tapi Ra, kalau kamu ngomong kalo kamu risih sama dia, dia tu kayak suka sama kamu " ucap Elsa pada Kinara.


" Nah, itu yang bahaya kalau dia suka sama Kinara. Inget Ra, lo sudah ada Satria " ucap Raka.


" Iya Ka. Lagian gue gak suka sama Kak Riko " jawab Kinara.


Mereka tetap berjalan memasuki gedung kampus dan berpura-pura tidak tahu jika Riko berjalan mendekat ke arah mereka.


" Ra " panggil Riko saat sudah dekat.


Dengan terpaksa Kinara pun menghentikan langkah kakinya. Begitu juga dengan Raka dan Elsa.


" Iya Kak " jawab Kinara mencoba untuk tetap tersenyum.


" Kita jalan yuk setelah selesai kuliah " ajak Riko pada Kinara.


" Tuh kan, setiap hari ada aja idenya buat pergi berdua sama aku " ucap Kinara dalam hati.


" Maaf Kak, aku harus ngajar les setelah selesai kuliah terus aku juga harus kerja " tolak Kinara untuk kesekian kalinya.


Raka tersenyum mengejek pada Riko yang lagi-lagi mendapatkan penolakan dari Kinara. Riko sadar itu, mereka berdua saling menatap tajam. Riko merasa jika Raka tidak menyukainya mendekati Kinara. Ia sempat berpikir bahwa Kinara dan Raka adalah sepadan kekasih tapi kenapa mereka tidak mengatakan bahwa mereka adalah sepasang kekasih. Itu yang membuat Riko merasa bebas mendekati Kinara, karena tidak ada yang mengaku menjadi kekasihnya.


Kinara yang merasa ada aura permusuhan antara Riko dan Raka, langsung mengajak Raka untuk pergi ke gedung fakultas mereka.


" Maaf Kak Riko, kami duluan " ucap Kinara.


" Sa, kita ke kelas " lanjut Kinara pada Elsa.


Elsa pun menganggukkan kepalanya.


Kinara pergi dari sana dengan menarik tangan Raka. Ia khawatir mereka akan berkelahi jika terus dibiarkan.

__ADS_1


" Permisi, Kak " ucap Elsa ingin pergi ke kelasnya.


" Tunggu " ucap Riko menghentikan Elsa yang ingin pergi dari sana.


" Ada apa, Kak? " tanya Elsa pada Riko.


" Apa Kinara punya pacar? Kenapa dia selalu nolak kalo gue ajak pergi dan susah banget buat didekatin? " tanya Riko.


" Em, itu sebaiknya Kakak tanya sendiri deh sama Kinara. Aku gak berhak buat kasih tahu Kakak tentang Kinara tanpa persetujuan dari orangnya " jawab Elsa.


" Ya sudah, lo bisa pergi " ucap Riko.


Setelah itu Elsa pun pergi meninggalkan Riko di sana dan menuju ke kelasnya.


***


Riko yang ditemani oleh Gerry sedang mencari informasi tentang Kinara. Mereka menyogok salah satu staf kampus untuk memberikan biodata Kinara.


" Jadi di sini nih alamatnya. Gak terlalu jauh dari kampus " ucap Riko melihat alamat yang tertera di sana.


" Buat apa sih lo cari-cari beginian. Mending lo tanya aja langsung sama Kinara " ucap Gerry pada Riko.


" Gimana gue mau tanya langsung, setiap gue coba deketin dia malah menjauh " jawab Riko.


" Ya terus gue harus gimana? Nanti malah dia keburu diambil orang " jawab Riko.


" Ya sudah lah terserah lo " ucap Gerry pada Riko


Gerry sudah bosan menasehati Riko untuk mendekati Kinara secara pelan-pelan agar Kinara merasa nyaman.


" Nanti malam ikut gak ke cafe S&A? Gue mau liat pujaan hati gue kerja " tanya Riko.


" Iya gue ikut " jawab Gerry.


***


Di tempat yang lain, Kinara sedang menikmati bekal yang dibawanya di taman belakang fakultas pendidikan. Ia sengaja memilih tempat itu agar Riko tidak bisa menemukannya. Ia bahkan sudah menyuruh Raka dan Elsa serta Jeki agar mereka tidak memberitahu keberadaannya pada Riko.


" Kayaknya aku harus ngomong deh kalau aku ngerasa risih terus dideketin sama Kak Riko. Apalagi kalau bener kayak yang dibilang Raka sama Elsa kalau Kak Riko suka sama aku. Aku gak mau nanti ini jadi masalah buat hubungan aku sama Mas Satria kedepannya kalo dibiarin. Kalau Kak Riko coba deketin aku lagi, aku bakal ngomong sama dia " ucap Kinara setelah selesai memakan bekalnya.


Kinara memasukkan kembali kotak bekal itu ke dalam tasnya lalu ia langsung pulang ke rumah. Ia sangat bersyukur mendapatkan jam kuliah di pagi hingga siang hari sehingga ia masih bisa mengajar les dan juga bekerja.

__ADS_1


Benar saja apa yang diperkirakan oleh Kinara. Riko menghampiri teman-teman Kinara yang sedang makan di kantin.


" Dimana Kinara? Kenapa dia gak ada? " tanya Riko pada mereka.


" Gak tau, Kak " jawab Elsa.


Raka berdiri dari duduknya dan menatap Riko yang berdiri di sampingnya.


" Lo tu gak usah deketin Kinara lagi. Kinara tu gak suka dan risih sama lo " ucap Raka pada Riko.


" Terus apa hubungannya sama lo? Lo punya hak apa buat ngelarang gue? " tanya Riko dengan sinis.


Raka pun mulai terpancing emosi dan hendak memukul Riko jika Elsa tidak menahannya.


" Raka jangan " pekik Elsa memegang tangan Raka.


" Apa lo ngajak ribut? Ayo " ucap Riko menantang Raka.


" Awas ya lo " ucap Raka hendak menyerang Riko tapi ditahan oleh Elsa dan Jeki.


" Sudah, Ko. Lo gak malu jadi tontonan satu kantin " ucap Gerry membawa Riko pergi dari kantin.


Setelah kepergian Riko dan Gerry, Raka kembali duduk di tempatnya. Ia mencoba meredam emosinya dengan meminum air mineral satu botol hingga habis tak tersisa.


" Lo tu kenapa sih pake mau mukul Kak Riko segala? " ucap Elsa pada Raka.


" Gue gak suka sama dia " jawab Raka.


" Tapi gak usah sampai segitunya, menurut gue lo berlebih Ka. Apalagi karena Kak Riko deketin Kinara. Apa jangan-jangan lo suka sama Kinara ya sampai segitunya? " ucap Elsa karena menurutnya Raka berlebihan.


Ucapan Elsa membuat Raka terkejut. Bisa-bisanya Elsa berpikir seperti itu. Ia tidak menyukai Riko karena Riko cukup populer dan banyak sekali wanita yang memujinya termasuk Elsa. Raka sudah menyukai Elsa sejak lama tapi Elsa malah memuji Riko. Itu yang semakin membuat Raka tidak suka pada Riko.


" Lo gila ya. Gue kayak gitu karena Satria sudah kasih kepercayaan sama kita berdua buat jagain Kinara. Bukan karena gue suka sama Kinara, mana mungkin gue nikung sahabat gue sendiri. Bisa-bisanya lo berpikir kayak gitu. Lo juga selalu bela dan puji tu cowok yang belum lama lo kenal terus lo berpikir kayak gitu ke gue. Gak habis pikir gue " ucap Raka pada Elsa.


Setelah itu Raka mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Elsa dan Jeki di kantin.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia " 😘

__ADS_1


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2