
Sesampainya di rumah, Kinara terus memikirkan ucapan Satria tentang berhijab. Kinara memutuskan untuk berbicara pada kedua orang tuanya. Setidaknya kedua orang tuanya bisa memberikannya saran ataupun nasihat untuknya.
Kinara menemui kedua orang tuanya yang sedang menonton tv di ruang keluarga. Hari ini mereka memang tidak pergi ke toko kue dan Mpok Indun dan beberapa karyawan yang menjaga di sana.
" Pa, Ma " panggil Kinara.
" Ada apa sayang? " tanya Mama Santi pada Kinara.
Kinara pun duduk di sofa yang sama yang di duduki oleh Mama Santi.
" Pa, Ma, kalau aku berhijab gimana? " tanya Kinara pada Papa Lukman dan Mama Santi.
" Itu bagus, Sayang. Mama sama Papa seneng banget kalau kamu mau berhijab " jawab Mama Santi.
" Iya Sayang. Setidaknya kamu sudah melakukan satu kewajiban kamu sebagai muslimah kalau menutup aurat. Papa dan Mama juga akan lebih tenang karena itu akan lebih menjaga kamu, apalagi kamu bakal tinggal jauh dari Papa dan Mama " tambah Papa Lukman.
Kinara pun terdiam mencoba memikirkan apa yang Papa Lukman dan Mama Santi katakan.
" Lebih baik kamu sholat dulu terus yakinin hati kamu sayang " ucap Mama Santi pada Kinara.
Kebetulan juga sudah terdengar suara azan magrib berkumandang dari masjid terdekat.
" Iya Ma " jawab Kinara.
Kinara pun mengambil air wudhu lalu masuk ke dalam kamarnya dan melaksanakan sholat magrib.
" Ya Allah, Tuhan yang maha pengasih dan maha penyayang. Ya Allah, semoga ini waktu yang tepat untuk aku berhijab. Tolong permudah jalanku Ya Allah " ucap Kinara dalam doanya.
Kinara sudah memantapkan hatinya untuk berhijab. Ia berharap selalu dipermudah semua jalannya dan menjaganya untuk tetap istiqamah dalam berhijab.
Kinara keluar dari kamarnya dan pergi ke dapur untuk makan malam bersama.
" Pa, Ma, aku memutuskan untuk berhijab mulai dari sekarang " ucap Kinara setelah duduk di kursi meja makan.
" Alhamdulillah " ucap Papa Lukman dan Mama Santi senang.
" Mama seneng banget dengar keputusan kamu sayang " ucap Mama Santi pada Kinara.
Kinara pun tersenyum.
Setelah itu mereka pun makan malam bersama.
***
Keesokkan harinya, Satria sudah datang untuk menjemput Kinara dan melihat rumah yang akan di tempati Kinara nanti.
" Ayo masuk dulu, Satria. Biar Tante panggil dulu Ara nya di kamar " ucap Mama Santi pada Satria.
" Iya Tante " jawab Satria.
__ADS_1
Satria masuk ke dalam rumah dan duduk di sofa ruang tamu. Sedangkan Mama Santi pergi untuk memanggil Kinara di kamarnya.
Tak lama kemudian, Kinara sudah datang menghampiri Satria. " Sat " panggil Kinara.
Satria pun menoleh ke arah Kinara. Ia sangat tertegun melihat penampilan baru Kinara dengan hijab di kepalanya. Kinara menggunakan celana kulot dan kemeja over size serta hijab segi empat yang sudah ia bentuk segi tiga. Kinara benar-benar terlihat sangat cantik.
" Masya Allah cantiknya " gumam Satria menatap Kinara.
" Sat, kok bengong sih " ucap Kinara saat melihat Satria hanya diam.
Satria pun langsung tersadar. Ia langsung berdiri dari posisi duduknya.
" Aku masih gak nyangka aja dengan penampilan baru kamu " jawab Satria.
" Kenapa? Jelek ya? " tanya Kinara pada Satria.
" Enggak Ra, kamu malah cantik banget " jawab Satria jujur.
Kinara pun tersenyum.
" Aku seneng banget Ra, kamu memutuskan untuk berhijab " ucap Satria tersenyum.
" Doakan aku tetap istiqamah ya, Sat " ucap Kinara.
" Pasti, Ra " jawab Satria.
" Ya sudah, kita berangkat yuk. Nanti keburu siang " ajak Kinara.
" Aku sudah izin kok tadi " jawab Kinara.
Mereka pun langsung berangkat ke rumah yang akan ditinggali oleh Kinara dengan menggunakan motor Satria.
Empat puluh lima menit kemudian, mereka pun sampai di rumah tersebut. Rumah yang tidak terlalu besar dengan satu lantai. Tapi rumah itu terlihat sangat nyaman dan sangat luas jika hanya tinggal sendiri.
Satria membuka kunci pintu rumah itu dan langsung mengajak Kinara untuk masuk.
" Ayo masuk, Ra " ajak Satria.
Kinara pun memasuki rumah tersebut mengikuti Satria dari belakang.
" Di rumah ini ada dua kamar, satu rumah tamu, satu ruang keluarga, dapur, dua kamar mandi di masing-masing kamar dan satu kamar mandi di luar " ucap Satria menjelaskan pada Kinara.
Satria mengajak Kinara untuk berkeliling hingga ke halaman belakang yang cukup luas.
" Walaupun jarang ditempati tapi ini selalu dibersihkan seminggu sekali sama Kak Puspa " ucap Satria.
Satria membawa Kinara ke kamar yang akan ditempatinya.
" Ini kamar kamu " ucap Satria membuka pintu kamar itu.
__ADS_1
Mereka pun masuk ke dalam kamar. Kamar itu cukup luas untuk Kinara. Terdapat lemari yang cukup besar di sana.
" Gimana, Ra? " tanya Satria pada Kinara.
" Rumahnya bagus Sat dan terasa nyaman juga disini " jawab Kinara.
" Syukurlah " ucap Satria.
" Oh iya, kamar yang satunya itu kamarku. Di sana juga ada cukup banyak barang-barangku saat aku liburan ke Jakarta. Tapi kalo kamu mau masuk juga gak papa " lanjut Satria.
Kinara pun menganggukkan kepalanya mengerti.
Satria mengajak Kinara untuk duduk di sofa ruang tamu. Ia mengambil air putih di dapur dan memberikannya pada Kinara.
" Ni minum dulu. Cuma ada air putih " ucap Satria memberikan segelas air putih pada Kinara.
" Makasih ya, Sat " ucap Kinara.
Kinara pun meminum air putih yang diberikan oleh Satria karena ia memang merasa haus.
" Jangan panggil aku nama dong " ucap Satria setelah duduk di sebelah Kinara.
" Terus apa? " tanya Kinara.
" Ya terserah kamu sih, tapi jangan nama aku " jawab Satria.
" Kita kan seumuran bahkan kita lahir di hari yang sama " ucap Kinara.
Satria dan Kinara memang lahir di hari yang sama hanya selisih beberapa jam saja.
" Tapi kan kan aku lebih tua beberapa jam dari kamu " jawab Satria.
" Terus kamu mau aku panggil apa? Kakak? Abang? " tanya Kinara.
" Jangan Kakak dong, kan berasa aku jadi kakak kamu. Aku kan bakal jadi calon suami kamu. Jangan Abang juga, nanti kalo kamu panggil aku Bang Sat kan gak sopan " jawab Satria.
Kinaara pun tertawa mendengar itu.
Sejujurnya Kinara bingung harus memanggil Satria apa. " Gimana kalo Mas aja? " tanya Kinara.
" Nah boleh tuh, tapi aku sih lebih seneng ko kamu panggil sayang " jawab Satria.
" Mas Satria aja. Gak mau sayang-sayang. Malu " ucap Kinara.
" Kenapa harus malu sih, kan aku bakal calon suami kamu " ucap Satria tersenyum.
" Masih lama " jawab Kinara.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
__ADS_1
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘