Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
23. Nikah Muda


__ADS_3

Hari sudah berganti sore, seharian ini Satria habiskan dengan membantu membuat kue serta menyiapkan untuk acara opening besok. Satria berpamitan pulang karena kakaknya berkunjung ke rumah sore itu dan keponakan perempuannya terus mencarinya yang tidak ada di rumah.


" Ra, aku pulang dulu ya. Ponakan aku cariin aku terus ini " ucap Satria memasukkan ponselnya setelah menerima telepon dari kakaknya.


" Iya, Sat. Lagian kamu udah seharian disini. Salam ya buat Kak Puspa. Tolong sampaikan juga mereka untuk datang ke opening besok " ucap Kinara pada Satria.


" Iya, aku bakal sampaikan " jawab Satria.


" Aku pulang dulu ya " ucap Satria mengusap kepala Kinara.


" Hati-hati di jalan " ucap Kinara tersenyum.


Satria pun menganggukkan kepalanya.


Satria memakai helmnya. " Assalamualaikum " ucap Satria.


" Walaikumsalam " jawab Kinara.


Setelah itu, Satria melajukan motornya meninggalkan ruko itu.


" Loh, Satria udah pulang? " tanya Papa Lukman yang baru kembali dari luar dan tidak melihat keberadaan Satria.


" Iya, Pa. Kakaknya dateng ke rumah soalnya " jawab Kinara.


Sementara itu, Satria baru saja sampai rumah dan melihat mobil milik kakaknya. Ia pun langsung masuk setelah memasukkan motornya ke garasi.


" Assalamualaikum " ucap Satria memasuki rumah.


" Walaikumsalam " jawab mereka semua yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


" Om Satria" teriak seorang anak perempuan yang berusia lima tahun memanggil Satria.


" Rere " ucap Satria tersenyum merentangkan kedua tangannya.


Keponakan perempuan Satria itu pun berlari dan langsung melompat memeluk Satria. Rehana namanya tapi sering dipanggil Rere. Rere sangat dekat dengan Satria, apalagi Satria tidak punya adik sehingga ia sangat menyayangi dan memanjakan Rere.


Satria menggendong Rere lalu menghampiri kakaknya. Ia menurunkan Rere lalu memeluk kakaknya. Mereka memang cukup lama tidak bertemu karena saat Satria pindah ke Jakarta kakaknya menemani sang suami yang seorang polisi tugas di luar kota.


" Aku kangen banget sama kakak " ucap Satria mencium pipi kakaknya.


Mereka memang sangat dekat, apalagi mereka hanya berdua. Mereka selalu bersama hingga kakaknya Puspa kuliah ke Jakarta dan menikah dengan seorang polisi asal Jakarta.


" Eh, jangan cium-cium istriku ya " ucap suami Puspa menarik Satria.


" Apa sih Bang Rendra, ini kan kakak aku " ucap Satria tidak terima.


" Tapi ini juga istri aku " jawab Rendra, kakak ipar Satria.


" Dasar pencemburu berat. Masa sama adik ipar kek gitu " ucap Satria mencibir Rendra.


Mereka memang sering ribut-ribut kecil apabila sudah berkumpul. Terlebih lagi Rendra yang cemburu saat Satria sangat dekat dengan istrinya. Tapi mereka juga sangat kompak dalam berbagai hal.


Belum sempat Rendra membalas ucapan Satria, Puspa sudah berbicara lebih dulu.

__ADS_1


" Kalian ini kalo ketemu pasti berantem. Kamu juga mas, aku kan lagi kangen sama adek aku " ucap Puspa kembali memeluk Satria.


Satria pun membalas pelukan Puspa dan menjulurkan lidahnya mengejek Rendra.


" Mama jangan peluk-peluk Om Satria. Om Satria punya Rere " ucap Rere menarik tangan Satria.


Sekarang malah Rere yang cemburu sang Mama memeluk om kesayangannya.


" Sini deh, Om Satria peluk Rere lagi " ucap Satria memeluk Rere.


Rere dengan senang hati pun membalas pelukan Satria.


Mereka pun beranjak duduk ke sofa yang di sana sudah ada Ayah Arif dan Bunda Wulan yang tersenyum melihat anak-anak dan cucunya. Walau ada keributan-keributan kecil tapi mereka saling mendukung.


" Pantes aja Om Satria jomblo terus Re, kamu kekepin terus kek gitu " ucap Rendra yang melihat Rere terus memeluk Satria di pangkuan Satria.


" Enak aja, bentar lagi juga aku gak jomblo " ucap Satria tidak terima.


" Emang kamu udah punya gebetan? " tanya Puspa menjadi penasaran mendengar ucapan adiknya itu.


" Bukan gebetan ya, tapi calon istri. Aku mau jadiin dia istri aku " jawab Satria tersenyum mengingat Kinara.


" Lah, kamu emang mau nikah dini? Belum juga lulus SMA udah mau nikah. Bukannya kamu mau masuk Akpol? " tanya Rendra pada Satria.


" Ya setidaknya lamar dia dulu lah " jawab Satria.


" Emang siapa sih? " tanya Puspa semakin penasaran.


" Siapa sih? " tanya Puspa sudah sangat ingin mengetahuinya.


" Kepo " jawab Satria.


Mendengar jawaban Satria, Puspa pun memukul adiknya itu.


" Jawab yang bener " ucap Puspa agar adiknya itu memberitahunya.


" Iya iya, dia Ara Kak " jawab Satria.


Puspa pun terkejut tapi ia juga tersenyum.


" Ara yang sepupunya Rendi itu? " tanya Puspa memastikan.


Satria tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Puspa mengenal Kinara dan mereka bertemu di Kalimantan saat ia libur kuliah. Ia sangat menyukai Kinara yang lucu dan sangat ceria saat itu, apalagi ia sangat menginginkan adik perempuan.


" Iya Kak " jawab Satria.


" Wah, kakak setuju banget kalo kamu sama dia. Kakak jadi pengen ketemu dia " ucap Puspa senang.


" Nah, kebetulan banget. Besok itu acara opening toko kue keluarga Ara dan tadi Ara ngundang kakak juga lewat aku, jadi besok kakak dateng aja " ucap Satria pada Puspa.


" Kita dateng ya, Mas. Aku pengen banget ketemu Ara " ucap Puspa pada suaminya.

__ADS_1


" Iya sayang " jawab Rendra.


" Kalian nginep aja disini. Jadi besok kita berangkat bareng-bareng " ucap Ayah Arif pada anak dan menantunya.


" Iya Yah, kita nginep disini " jawab Rendra.


" Yee, Rere tidur sama om Satria ya " ucap Rere yang masih di pangkuan Satria.


" Iya Sayang. Kamu tidur aja sama Om Satria " ucap Rendra merasa senang karena itu artinya ia bisa bermesraan dengan sang istri tanpa gangguan dari anak mereka.


" Itu mah maunya Abang " ucap Satria mencembikkan bibirnya.


Rendra hanya tertawa mendengar itu.


" Tapi Ayah sama Bunda gimana? Emang boleh Satria nikah muda? " tanya Rendra pada kedua mertuanya.


" Ayah sih setuju aja, asal dua-duanya sama-sama siap dan yang pasti buat Satria harus bisa tanggung jawab. Kalo soal nafkah ayah sih yakin Satria mampu " jawab Ayah Arif.


Satria memiliki beberapa cabang kafe di Kalimantan dan sekarang juga sedang proses membuka cabang di Jakarta. Ia memulai usaha itu mulai dari ia masuk SMA dengan uang tabungannya sendiri. Awalnya ia hanya membuka kedai minuman di depan rumahnya dan lama-kelamaan kedai itu berkembang menjadi kafe.


" Bunda setuju sama Ayah " sambung Bunda Wulan.


" Kalian udah setuju-setuju aja emang Ara nya mau sama Satria? " tanya Puspa pada adiknya itu.


" Ya belum sih, tapi kan aku lagi usaha. Bentar lagi juga Ara jatuh cinta sama aku " jawab Satria.


" Awas ya kalo kamu gak dapetin Ara. Kakak gak bakal restuin kamu sama cewek mana pun. Kakak cuma mau Ara yang jadi adik ipar kakak " ucap Puspa pada Satria.


" Iya Kak. Kakak tenang aja, tapi Kakak doain Satria juga " jawab Satria akan berusaha sampai bisa mendapatkan Kinara.


" Tapi kamu jangan sampai macem-macem ya sama Ara. Bunda mau kamu bener-bener jagain Ara " ucap Bunda Wulan memperingati sang putra.


" Iya Bunda, lagian Satria gak mau jadiin Ara pacar Satria. Satria mau jadiin Ara itu istri Satria. Pendamping hidup Satria " jawab Satria.


Bunda Wulan pun tersenyum senang karena Satria berpikir dewasa seperti itu, tidak seperti pemuda kebanyakan yang menjadikan gadis hanya mainan.


" Satria mau mandi dulu " ucap Satria.


Satria menurunkan Rere dari pangkuannya. " Om Satria mandi dulu ya " ucap Satria pada Rere.


" Oke, tapi nanti Om Satria main sama Rere ya " ucap Rere.


" Siap Bu Bos " jawab Satria tersenyum.


Setelah itu Satria pun pergi kamarnya. Satria melepaskan jaket dan sepatunya lalu pergi ke kamar mandi.


" Seger banget " ucap Satria saat air dari shower membasahi tubuhnya.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘

__ADS_1


__ADS_2