
Pada malam harinya, Kinara tidak pergi ke cafe karena masih terus memikirkan Satria yang memberi dirinya kabar. Kinara takut tidak fokus saat menuju ke cafe nanti dan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kinara dari tadi hanya mondar-mandir di dalam kamar sambil sesekali mengecek ponselnya apakah ada telepon atau pesan masuk dari Satria. Jika sesuai dengan waktu perkiraan, Satria seharusnya sudah sampai pada sore tadi dan bisa menghubunginya malam ini tapi sampai sekarang masih tidak ada kabar sama sekali.
" Ya Allah, semoga Mas Satria baik-baik aja " gumam Kinara yang begitu khawatir pada Satria.
Kinara sebenarnya ingin bertanya pada Bunda Wulan atau Puspa tapi ia tidak ingin mengganggu mereka. Apalagi mereka juga sama-sama sedang menunggu kabar dari Satria.
***
Di kamar yang berbeda, Satria baru saja selesai menelepon Ayah Arif dan Bunda Wulan jika dirinya sudah sampai di pulau Sumatra dan dalam kondisi baik-baik saja. Sekarang ia ingin menelepon dan memberi kabar pada Kinara yang pasti sudah menunggu kabar darinya. Satria pun langsung menekan nomor Kinara.
Pada dering pertama, panggilan telepon itu langsung dijawab. Sepertinya memang Kinara sangat menunggu kabar darinya.
" Halo, Assalamualaikum " ucap Kinara dari ujung sana.
" Walaikumsalam, Sayang " jawab Satria tersenyum karena begitu senang bisa mendengar suara Kinara yang sedikit mengobati rasa rindu di hatinya.
" Mas, kamu sudah sampai kan? Kamu baik-baik aja kan? Gak ada masalah kan di perjalanan kamu? Kenapa kamu baru kabarin aku? Aku khawatir banget tau gak sama kamu " ucap Kinara yang begitu khawatir pada Satria.
Satria terkekeh mendengar pertanyaan kekhawatiran dari Kinara melalui sambungan telepon itu.
" Satu-satu dong tanyanya, Sayang " ucap Satria tersenyum walaupun Kinara tidak bisa melihatnya.
" Jawab aja Mas, kamu baik-baik aja kan? " ucap Kinara kembali bertanya.
" Aku sudah sampai dan sekarang aku udah ada hotel. Aku baik-baik, kamu jangan khawatir " jawab Satria.
" Maaf banget ya aku baru bisa kabarin kamu karena selama perjalanan itu gak ada jaringan sama sekali. Sampai di sini juga baterai hp aku habis karena aku lupa isi dayanya. Selesai makan malam baru aku pegang hp lagi. Aku telpon ayah sama bunda dulu baru aku telpon kamu " lanjut Satria menceritakan apa yang terjadi sehingga baru memberikan kabar pada Kinara.
" Alhamdulillah kalau kamu sudah sampai dan baik-baik aja. Aku cuma khawatir sama kamu " ucap Kinara merasa lega mendengar jika Satria baik-baik saja.
Satria merasa sangat senang bila Kinara mengkhawatirkannya tapi ia juga tidak ingin Kinara terus mengkhawatirkannya dan tidak tenang di sana.
" Kamu tenang aja ya, aku pasti baik-baik aja. Yang penting kamu selalu doakan aku " ucap Satria pada Kinara.
Satria merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur agar lebih nyaman berbicara di sambungan telepon itu.
__ADS_1
" Pasti Mas, aku bakal selalu doakan kamu " jawab Kinara.
" Makasih ya, Sayang " ucap Satria pada Kinara
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Oh iya, kapan kamu berangkat ke daerah tugas kamu Mas? " tanya Kinara pada Satria.
" Besok pagi. Tempatnya cukup jauh dan juga daerah hutan jadi gak bisa langsung malam ini berangkatnya " jawab Satria.
" Syukur deh, jadi kan kamu juga bisa istirahat malam ini " ucap Kinara.
" Nanti di sana mungkin aku gak bisa kasih kabar kamu karena mungkin aja gak ada jaringan terus juga aku bakal fokus selidiki kasus ini " ucap Satria memberitahu Kinara.
" Iya Mas, tapi besok pagi sebelum berangkat tolong kabarin aku biar aku lebih tenang " ucap Kinara mengerti.
" Iya Sayang " jawab Satria.
Mereka pun mengobrol cukup lama melalui sambungan telepon itu. Hingga pukul sepuluh malam, Kinara meminta Satria untuk segera beristirahat karena besok Satria akan melakukan perjalanan jauh.
" Kamu istirahat ya sekarang. Besok kan kamu bakal perjalanan jauh " ucap Kinara pada Satria.
" Iya Mas " jawab Kinara.
" Assalamualaikum " ucap Kinara sebelum mengakhiri sambungan telepon itu.
" Walaikumsalam " jawab Satria.
Sambungan telepon itu pun akhirnya terputus.
Setidaknya rasa rindu yang ia rasakan sedikit berkurang walaupun tidak bisa melihat wajahnya. Satria sengaja tidak melakukan panggilan video karena ia tidak ingin semakin rindu jika melihat wajah Kinara.
Baru saja Satria meletakkan ponselnya di atas nakas, sudah terdengar suara dering telepon dari sana. Satria pun mengambil ponselnya dan melihat ternyata Raka yang menelponnya.
" Widih, sibuk telponan sama siapa lo gue hubungin di panggilan lain terus " ucap Raka setelah Satria menjawab panggilan teleponnya dan mengucapkan salam.
__ADS_1
" Sama Kinara lah " jawab Satria.
" Sekarang sudah enggak? Nanti Kinara ngambek lagi karena gue ganggu kalian " ucap Raka takut Kinara marah kepadanya.
" Sudah enggak, baru aja selesai dan dia nyuruh gue istirahat. Eh elo malah nelepon gue " jawab Satria apa adanya.
" Ngapain lo nelpon gue? " tanya Satria pada Raka.
" Yaelah, gue cuma mau tau lo udah nyampe apa belum. Gitu doang " ucap Raka.
" Gue udah nyampe dari tadi sore. Besok gue lanjut perjalanan lagi " jawab Satria.
Kebetulan Raka meneleponnya, Satria pun menanyakan tentang Kinara di kampus.
" Oh iya, gimana Kinara di kampus? Cowok itu masih deketin Kinara gak? " tanya Satria pada Raka.
Orang yang Satria maksud adalah Riko. Jujur saja ia sangat cemburu jika Riko terus berusaha mendekati Kinara apalagi ia berada jauh begini.
" Enggak sih yang gue liat dan Kinara juga selalu ngehindar kalau ketemu atau papasan sama dia " jawab Raka.
" Syukur lah " ucap Satria merasa sedikit tenang.
" Lo tenang aja, gue bakal jagain Kinara dari cowok-cowok yang mau deketin Kinara " ucap Raka menenangkan Satria.
" Tapi lo tanya Kinara dulu nyaman apa enggak. Kalau nyaman ya biarin aja, lagian gue juga ngebebasin Kinara buat nentuin pilihannya apalagi gue jauh. Dan yang gue takutin nanti kalau gue bukan jodoh Kinara tapi malah gue ngekang dia buat nentuin pilihan pasangan hidupnya " ucap Satria pada Raka.
" Lo gak usah berpikir gitu. Gue yang yakin seratus persen kalau lo sama Kinara itu memang berjodoh " ucap Raka sangat yakin.
" Aamiin. Emang itu yang selalu gue harapin " jawab Satria.
Tak lama kemudian sambungan telepon itu pun terputus karena hari sudah semakin malam dan mereka akan beristirahat.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘