
Satria meminta izin kepada orang tua Kinara untuk mengajak Kinara pergi berdua setelah selesai makan siang dan mengobrol sehingga hari juga sudah hampir sore. Sahabat-sahabat Satria dan Kinara juga sudah pergi duluan karena mereka masih memiliki urusan.
" Jangan lupa dibalikin lagi sepupu gue " ucap Rendi pada Satria saat mereka sudah berada di parkiran.
" Iya, tenang aja. Pasti Ara gue balikin dengan utuh " jawab Satria.
Setelah itu, Satria dan Kinara pun langsung berpamitan dan mereka segera pergi meninggalkan restoran itu. Satria dan Kinara pergi menggunakan mobil Satria yang sudah diantar oleh sopir keluarga Satria.
" Kamu mau bawa aku kemana, Mas? " tanya Kinara karena sekarang ia masih menggunakan kebaya wisudanya.
" Ke pantai " jawab Satria menoleh sebentar lalu kembali fokus menyetir.
" Ke pantai? Tapi masih pakai pakai kebaya gini, Mas " ucap Kinara karena pakaian yang ia kenakan tidak cocok jika berada di pantai.
" Gak papa, lagian kamu kelihatan cantik banget pakai kebaya itu " jawab Satria tersenyum.
Mendengar pujian dari Satria, membuat pipi Kinara menjadi merah merona. Jujur saja ia merasa sangat malu dan juga jantungnya berdetak lebih cepat berada di dekat Satria seperti ini. Mungkin ini karena mereka sudah tidak bertemu sangat lama.
***
Sesampainya di pantai yang dimaksud oleh Satria, Satria segera mengajak Kinara untuk turun dan menuju tepi pantai. Satria terus menggandeng tangan Kinara dengan senyum yang terus terukir di bibir mereka berdua.
" Pas banget sunset nya udah mulai kelihatan " ucap Satria melihat langit mulai berwarna oranye.
__ADS_1
" Iya Mas, indah banget. Udah lama banget aku gak ke pantai, terakhir waktu sama kamu " sambung Kinara melihat matahari yang mulai terbenam itu.
Satria pun langsung menoleh ke arah Kinara. " Kenapa? " tanya Satria pada Kinara.
" Karena rasa kangen aku semakin besar kalau aku pergi ke tempat-tempat yang sering kita datangi bersama " jawab Kinara menundukkan kepalanya.
Satria tersenyum mendengar itu. " Sekarang aku gak bakal biarin kamu kangen lagi karena aku bakal terus sama kamu. Kita bakal terus sama-sama " ucap Satria penuh keyakinan.
Kinara mendongakkan kepalanya sehingga ia bisa melihat wajah Satria yang lebih tinggi darinya.
" Aku ajak kamu ke sini karena ada suatu hal yang mau aku omongin sama kamu " ucap Satria pada Kinara.
" Ngomong apa? " tanya Kinara penasaran.
" Mas, kenapa kamu kayak gitu. Ayo berdiri " ucap Kinara saat melihat Satria berjongkok di depannya.
" Enggak, Sayang. Biarin aku kayak gini sebentar " jawab Satria tersenyum.
Kinara pun terdiam dan tidak menyuruh Satria untuk berdiri lagi.
" Kinara Larasati, perempuan yang sangat aku cintai setelah Bunda dan Kak Puspa. Terima kasih kamu sudah bersedia menunggu selama ini. Waktu yang cukup lama tetapi kamu masih menungguku dengan begitu setia dan menjaga cinta kita. Sekarang mungkin sudah waktunya aku menepati janjiku yang pernah aku katakan sebelum aku pergi. Aku ingin menikahi kamu dan menjadikan kamu sebagai istriku, pendamping hidupku dan ibu dari anak-anakku. Kita buat sebuah keluarga yang bahagia. Maukah kamu mewujudkan itu bersamaku? " ucap Satria menatap mata Kinara dengan penuh cinta.
Kinara tentu saja sangat terkejut karena ia tidak menyangka Satria akan melamarnya sekarang. Tetapi ia sangat bahagia karena Satria menempati janjinya dan mereka akan segera bersama dengan sebuah ikatan yang halal. Mata Kinara sudah berkaca-kaca karena ia sangat bahagia.
__ADS_1
" Aku mau, Mas. Aku mau menjadi istri kamu, pendamping hidup kamu dan ibu dari anak-anak kamu. Kita akan mewujudkan keluarga yang bahagia bersama " jawab Kinara diiringi air mata bahagia.
Walaupun sudah menduga jawaban dari Kinara tetapi Satria merasa sangat bahagia. Satria langsung berdiri dan mengambil sesuatu dari kantong celananya. Sebuah kotak kecil yang berisi sebuah cincin yang sangat indah. Satria langsung menyematkan cincin itu di jari manis Kinara yang sebelumnya masih ada cincin pengikat mereka.
" Cincin yang ini pindah tempat dulu ya " ucap Satria memasangkan cincin pengikat mereka di jari lain.
Kinara tersenyum bahagia melihat cincin yang akan menjadikan hubungan mereka ke jenjang yang lebih serius.
" Nanti aku bicara sama kedua orang tua kamu. Aku juga segera bawa kedua orang tua dan keluarga aku buat melamar kamu secara resmi dan di saksikan kedua orang tua kita " ucap Satria pada Kinara.
Kinara pun menganggukan kepalanya.
" Makasih ya kamu sudah menepati janji kamu buat menikahi aku setelah aku lulus dan kamu kembali. Aku bahagia banget, Mas " ucap Kinara menatap wajah tampan Satria.
" Iya Sayang. Makasih juga kamu udah bertahan nunggu aku sampai aku kembali " jawab Satria.
Satria dan Kinara merasakan kebahagiaan setelah perjuangan mereka melewati hubungan jarak jauh. Satria benar-benar menepati janjinya dan ia tidak sabar ingin segera menjadikan Kinara sebagai istrinya. Mereka saling bergandengan tangan menikmati matahari terbenam yang begitu indah dengan perasaan yang sangat bahagia.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘