
Satria dan Kinara yang baru saja selesai mendaftarkan pernikahan mereka di kantor urusan agama segera pergi saat semua urusan mereka selesai di sana. Saat hendak memasang helm miliknya, tiba-tiba saja ponsel Satria berbunyi dan tertera nama Sandi di sana.
Sandi dan anggota yang lain sudah kembali sekitar satu minggu yang lalu tetapi Satria belum bertemu dengan sahabatnya itu karena Sandi masih dalam masa libur setelah tugas panjang.
" Halo, dimana lo Sat? " tanya Sandi dari ujung sana saat Satria baru saja menjawab panggilan telepon itu.
" Gue di KUA " jawab Satria.
" Dih, calon manten udah di KUA aja " ucap Sandi yang sudah mengetahui tentang rencana pernikahan Satria dan Kinara.
" Ya emang harus kemana lagi ngurus pernikahan kalau bukan di KUA " ucap Satria setelah mendengar ucapan Sandi.
Terdengar Sandi tertawa dari sebrang sana dan Sandi hanya mendengus karena sahabatnya itu.
" Udah selesai kan tapi sekarang? " tanya Sandi.
" Udah, ini juga udah mau balik " jawab Satria.
" Kalau gitu sekarang dateng ke cafe lo, gue udah otw ke sana. Bye " ucap Sandi pada Satria.
Sebelum Satria menjawab bisa atau tidak, Sandi sudah mematikan panggilan telepon itu.
" Lah, ni anak langsung dimatiin aja " ucap Satria saat melihat panggilan telepon itu sudah mati.
" Siapa Mas? " tanya Kinara yang dari tadi hanya diam.
" Sandi, Sayang " jawab Satria.
Kinara pun menganggukkan kepalanya karena ia pun tahu jika Sandi sudah kembali.
" Sandi nyuruh aku ke cafe. Kalo kita ke cafe dulu gak papa kan? " ucap Satria pada Kinara.
__ADS_1
" Iya Mas. Sekalian aku mau cek bahan makanan di cafe " jawab Kinara.
Kinara memang tidak pergi ke cafe selama dua hari ini karena ia cukup sibuk dan sekarang ia harus pergi untuk mengecek keadaan cafe dan semuanya.
***
Sesampainya di cafe milik Satria itu, Satria dan Kinara langsung saja masuk. Kinara pergi ke dapur untuk melakukan pengecekan bahan makanan, sedangkan Satria ke rooftop karena Sandi berada di sana.
Satria sedikit terkejut saat Sandi tidak sendiri melainkan bersama dengan seorang gadis yang Satria juga kenali. Walaupun begitu Satria tetap berusaha terlihat biasa saja dan menghampiri mereka.
Satria dan Sandi saling berpelukan karena lebih dari sebulan mereka tidak bertemu karena Satria yang kembali lebih dulu.
" Ayla juga ikut ke Jakarta bareng lo? " tanya Satria setelah duduk bersama mereka.
" Enggak, Ayla dateng kemarin " jawab Sandi.
Sandi pun menjelaskan mengapa Ayla ke Jakarta dan itu karena Ayla ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi walaupun sudah menunda cukup lama. Ayla akan berkuliah di kampus yang sama dengan Kinara berkuliah sebelumnya. Satria pun akan berkuliah di sana dengan mengambil jurusan hukum agar sesuai dengan profesinya sekarang.
Tak lama kemudian, seorang pelayan datang membawa makanan pesanan Sandi dan Ayla. Lalu disusul oleh Kinara yang membawakan secangkir kopi hitam yang sempat diminta oleh Satria.
" Siapa perempuan itu? " batin Kinara saat melihat Ayla.
Kinara pun segera menghampiri mereka dan meletakkan secangkir kopi hitam itu di meja.
" Ini kopinya, Mas " ucap Kinara pada Satria.
" Makasih ya, Ra " jawab Satria tersenyum.
Kinara pun menganggukkan kepalanya lalu duduk di samping Satria.
" Oh iya, kenalin ini Ayla. Ayla ini teman kami saat di desa " ucap Satria memperkenalkan Ayla pada Kinara.
__ADS_1
" Dan Ayla, ini Ini Kinara. Dia calon istriku " lanjut Satria memperkenalkan Kinara juga.
Kinara tersenyum dan mengulurkan tangannya pada Ayla.
" Kinara " ucap Kinara pada Ayla.
" Ayla " balas Ayla tersenyum.
" Pantas saja Satria menolakku, ternyata calon istrinya memang sangat cantik " ucap Ayla dalam hati merasa kagum dengan kecantikan Kinara.
Setelah itu mereka pun mengobrol sembari menikmati makanan yang sudah ada di atas meja. Kinara merasa sangat senang saat mendengar Ayla akan berkuliah di kampus tempatnya kuliah.
" Kalian ini pacaran ya? " tanya Kinara karena melihat Sandi yang begitu perhatian pada Ayla.
" Ya bisa dibilang begitu " jawab Sandi, sedangkan Ayla hanya tersenyum menanggapinya.
Sandi memang sudah menyatakan perasaannya pada Ayla dan Ayla pun menerimanya. Walaupun belum mencintai Sandi sepenuhnya tetapi Ayla ingin berusaha mencintai Sandi dan membuang perasaannya untuk Satria.
" Wih, selamat ya dan cepet nyusul ke pelaminan " ucap Satria senang mendengar itu karena artinya Ayla tidak menyukainya lagi.
Satria sempat was-was saat Ayla datang ke Jakarta dan masih menyukainya. Itu bisa saja menjadi masalah untuk hubungannya dan Kinara.
" Aamiin, doain aja. Tapi ya nunggu Ayla selesai kuliah juga " jawab Sandi yang memang serius dengan Ayla.
Setelah itu mereka pun mengobrol hingga Sandi harus mengantar Ayla ke kontrakannya karena kedua orang tuanya menyusul ke Jakarta. Satria juga menitipkan salam dan akan menyempatkan diri untuk menemui Pak Agus nanti.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
__ADS_1
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘