Mengejar Cinta Pertama

Mengejar Cinta Pertama
27. Jalan-jalan


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan sekitar dua puluh menit akhirnya mereka pun sampai di rumah Puspa dan Rendra. Rumah itu lebih dekat dibandingkan dengan rumah Satria dari rumah Kinara. Kinara turun dari motornya Satria dan melepaskan helmnya.


" Ayo kita masuk " ucap Satria setelah melepas helmnya.


Kinara mengikuti Satria memasuki rumah itu yang memang tidak dikunci.


" Assalamualaikum " ucap Satria.


" Walaikumsalam " jawab Puspa menghampiri mereka.


" Kalian datang " ucap Puspa tersenyum.


Puspa pun memeluk Kinara.


" Ate Ara " teriak Rere yang baru keluar kamar dan melihat Kinara.


Rere pun berlari memeluk Kinara. Kinara dengan senang hati membalas peluk Rere.


" Ate Ara beneran dateng " ucap Rere senang.


" Iya dong, Ate kan udah janji sama Rere " jawab Kinara tersenyum.


" Sekarang gitu ya, udah ada Tante Ara jadi Om Satria dilupain. Om Satria gak dipeluk lagi " ucap Satria pura-pura merajuk.


Rere pun langsung memeluk Satria. " Rere peluk Om Satria juga kok. Jangan ngambek dong " ucap Rere yang melihat wajah cemberut Satria.


Satria tersenyum dan memeluk keponakan kesayangannya itu.


Puspa pun mempersilahkan Kinara untuk duduk. Rere mengajak Satria dan Kinara untuk bermain bersamanya.


Tak lama, Rendra datang setelah selesai bekerja.


" Wah, siapa ini yang datang " ucap Rendra saat melihat Satria dan Kinara.


" Baru pulang, Bang? " tanya Satria basa basi.


" Memang matamu gak liat ini. Udah tau baru pulang masih nanya " jawab Rendra.


" Ya ampun Bang, cuma basa basi kali " ucap Satria kesal.


Rendra ingin bergabung dengan mereka tapi Rere melarangnya.


" Papa gak boleh disini, Papa mandi aja sana sebelum mama marah " ucap Rere pada Rendra.


" Baiklah, sayangnya Papa " ucap Rendra mengecup puncak kepala Rere.


Setelah itu Rendra pun pergi meninggalkan mereka.


" Om, Ate, kita jalan-jalan yuk " ajak Rere pada Satria dan Kinara.


" Jalan-jalan kemana? " tanya Satria.


" Ke taman, Om " jawab Rere.


" Kita bakal jalan-jalan ke taman tapi izin dulu ya sama Mama " ucap Kinara pada Rere.


Saat Puspa kembali, Rere langsung meminta izin pergi jalan-jalan bersama Satria dan Kinara.


" Ma, Rere boleh ya jalan-jalan ke taman sama Om Satria sama Ate Ara " ucap Rere pada Puspa.

__ADS_1


" Iya boleh, Sayang " jawab Puspa.


" Ye, ayok berangkat om " ucap Rere senang menarik tangan Satria.


" Iya sabar, Re " jawab Satria berdiri dari duduknya diikuti oleh Kinara.


Mereka akan berangkat bertepatan dengan Rendra yang keluar dari kamarnya.


" Mau pada kemana? " tanya Rendra pada mereka.


" Ini Rere ngajak jalan-jalan ke taman " jawab Satria.


" Oh ya udah, sana pergi. Jadi Abang bisa mesra-mesraan sama kakak kamu " ucap Rendra memeluk Puspa.


" Ist, itu mah maunya abang. Awas aja kalo langsung jadi tu adeknya Rere, jangan suruh aku buat ngasuh lagi " ucap Satria pada Rendra.


" Kamu kan Om nya, jadi harus bantu ngasuh lah " ucap Rendra.


" Udahlah kita pergi sekarang yuk, Ra " ajak Satria.


" Kita berangkat dulu ya, Kak " ucap Kinara.


" Kalian hati-hati ya, kakak titip Rere " jawab Puspa.


Kinara pun menganggukkan kepalanya.


" Ayo Re " ucap Satria pada Rere.


Rere pun menggandeng tangan Satria.


" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara.


" Walaikumsalam " jawab Rendra dan Puspa.


Sesampainya di taman, mereka melihat banyak sekali orang. Memang taman itu terdapat tempat bermain anak sehingga banyak orang tua yang mengajak anaknya ke sana.


" Ate, Rere mau main ayunan " ucap Rere menarik tangan Kinara.


Satria mengikuti Kinara dan Rere dari belakang.


" Kalian duduk aja biar aku yang dorong " ucap Satria.


" Enggak ah, biar aku aja yang dorong ayunan Rere " tolak Kinara.


" Udah duduk aja " ucap Satria menyuruh Kinara duduk di ayunan.


Kemudian Satria mengangkat Rere untuk duduk di ayunan lalu Satria mendorong ayunan itu bergantian.


" Yee " teriak Rere saat Satria mendorong ayunan itu.


" Lebih kenceng, Om " lanjut Rere.


" Jangan kenceng-kenceng sayang. Nanti kamu jatuh " ucap Kinara pada keponakan Satria itu.


Setelah puas bermain ayunan, Rere mengajak Satria dan Kinara untuk bermain pasir.


" Nanti kamu dimarahin mama lo main kotor-kotoran " ucap Satria pada Rere.


" Enggak om " jawab Rere.

__ADS_1


Akhirnya Satria dan Kinara pun menemani Rere bermain pasir.


" Om, aku mau es krim " ucap Rere setelah selesai bermain pasir.


" Oke, kalian tunggu di bangku sana " jawab Satria menunjuk sebuah bangku taman.


Kinara mengajak Rere untuk mencuci tangannya di wastafel yang ada di tempat cuci tangan yang ada di tempat itu.


" Kita cuci tangan dulu ya " ucap Kinara.


Kinara dengan telaten membantu Rere untuk mencuci tangannya dan membersihkan pasir di baju Rere.


" Ayo kita ke sana, nanti Om Satria nyariin kita " ucap Kinara setelah selesai.


Kinara menggandeng tangan Rere menuju bangku yang tadi ditunjuk Satria.


Tak lama kemudian Satria pun kembali dengan membawa tiga cup es krim di tangannya.


" Ini buat Rere dan ini buat Tante Ara " ucap Satria memberikan es krim pada Kinara dan Rere.


" Makasih " ucap Kinara menerima es krim dari Satria.


" Makasih Om Satria " ucap Rere.


" Sama-sama kesayangan-kesayangan Satria " jawab Satria.


Kemudian Satria duduk di samping Kinara sehingga Kinara berada di tengah. Mereka menikmati es krim yang Satria beli.


Saat sedang menikmati es krimnya, Satria melihat sepasang suami istri dengan anak yang masih balita. Sang ayah membantunya untuk belajar berjalan.


" Ra " panggil Satria.


" Kenapa? " tanya Kinara.


" Liat deh suami istri di sana " ucap Satria menunjuk sepasang suami istri yang ia lihat tadi.


Kinara pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh Satria.


" Kenapa mereka? " tanya Kinara.


" Aku jadi pengen cepet-cepet nikah sama kamu. Jadi keluarga yang harmonis dan punya anak yang lucu kayak mereka. Pasti bahagia banget deh " ucap Satria tersenyum membayangkan membangun keluarga dan memiliki anak bersama Kinara.


" Kamu ini, Sat. Kita masih SMA lho tapi kamu udah ngomongin nikah terus " ucap Kinara.


" Jujur aja ya, Ra. Kalo kamu mau, aku udah siap nikahin kamu setelah kita lulus SMA. Aku bakal tetep izinin kamu kuliah kok " ucap Satria.


" Aku gak peduli kalau aku gak ada di hati kamu. Aku gak papa kalau kamu gak cinta sama aku. Cukup aku yang cinta sama kamu. Aku bakal ada dan selalu jaga kamu Ra " lanjut Satria serius.


" Aku belum siap nikah muda, Sat. Aku belum siap menghadapi setiap masalah yang akan muncul nantinya di saat aku belum bisa bersikap dewasa. Membangun rumah tangga bukan hal yang mudah " jawab Kinara.


" Terus perasaan kamu ke aku sekarang gimana, Ra? " tanya Satria menatap Kinara.


" Jujur aku nyaman banget sama kamu, Sat. Aku bisa jadi diri aku sendiri saat sama kamu. Aku juga gak sering keinget lagi tentang Fajar sejak kamu ada. Tapi aku gak tau perasaan aku ke kamu gimana. Aku mau mastiin perasaan ini dulu " jawab Kinara menunduk.


" Gak papa, Ra. Aku siap kok nunggu kamu " ucap Satria tersenyum.


Karena sudah semakin sore, Satria dan Kinara pun mengantarkan Rere pulang. Baru setelah itu Satria mengantar Kinara pulang ke rumahnya. Walaupun harus bolak-balik tapi Satria senang harinya ia habiskan bersama Kinara.


Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘

__ADS_1


Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏


Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘


__ADS_2