
Dor dor dor.
Setelah suara tembakan itu terdengar, Tuan Bahadur merasakan ada sesuatu yang mengenai punggungnya beberapa kali lalu ia merasakan ada sesuatu yang mengalir. Tangan Tuan Bahadur melepaskan pegangannya pada Ayla dan menoleh ke belakang.
Di sana ada Satria yang baru saja berhasil menembakan peluru ke punggungnya beberapa kali. Komandan Anton membuat fokus Tuan Bahadur beralih pada Pak Agus yang akan menembaknya dan rekan-rekannya sehingga ia tidak menyadari saat Satria berada di belakangnya.
" Bedebah " umpat Tuan Bahadur merasa terkecoh oleh mereka.
Tetapi di saat seperti itu Tuan Bahadur belum mau menyerah juga.
" Kalau saya harus mati, salah satu dari kalian juga harus mati " ucap Tuan Bahadur lalu mengangkat senjata api di tangannya dan mengarahkannya kepada Ayla yang tadi ia jadikan tawanan.
Ayla hanya bisa memejamkan matanya dan berharap ia masih bisa untuk selamat. Satria pun segera berlari untuk menyelamatkan Ayla. Ia tidak bisa menggunakan senjata api di tangannya lagi karena ia sudah kehabisan peluru.
Dor.
Bunyi tembakan kembali terdengar tetapi bukan berasal dari Tuan Bahadur tetapi dari Sandi yang tepat mengenai dada Tuan Bahadur sebelum Tuan Bahadur berhasil menarik pelatuk senjata api di tangannya.
" Akh " pekik Tuan Bahadur memegang dadanya yang sudah banyak darah.
Tubuh Tuan Bahadur jatuh ke lantai dan tidak lama kemudian ia pun tidak sadarkan diri.
" Cepat amankan Tuan Bahadur. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit " perintah Komandan Anton kepada anggotanya.
Mereka pun langsung menghampiri Tuan Bahadur yang sudah jatuh ke lantai. Mereka segera membawa Tuan Bahadur keluar dan secepat mungkin mereka akan ke kota untuk membawa Tuan Bahadur ke rumah sakit.
" Bripda Satria, ikutlah bersama kami. Kamu harus segera mendapatkan penanganan " ucap Komandan Anton yang melihat wajah Satria semakin pucat karena kehilangan darah.
__ADS_1
Sebenarnya Satria merasakan tubuhnya sudah sangat lemah tetapi ia harus berusaha untuk tetap kuat.
" Saya tidak apa-apa, Ndan " jawab Satria tetapi malah tubuhnya terhuyung hendak jatuh.
Beruntung Sandi segera menghampiri Satria dan menangkapnya agar tidak terjatuh.
" Bener kata Komandan Anton, lo harus cepet ke rumah sakit atau lo bakal kritis lagi " ucap Sandi khawatir dengan keadaan Satria apalagi Satria sempat mendapatkan tendangan di dadanya yang terkena tusukan.
Sandi segera memapah Satria yang sudah sangat lemas keluar dari dalam balai desa, tetapi mereka berhenti saat berada di depan Ayla dan kedua orang tuanya.
" Ayla, kamu tidak apa-apa? " tanya Sandi pada Ayla yang terlihat masih memeluk ayahnya.
" Aku tidak apa-apa " jawab Ayla dengan suara yang lemah karena ia masih ketakutan.
" Terima kasih banyak Bripda Satria dan Bripda Sandi sudah menyelamatkan putri saya " ucap Pak Agus pada mereka berdua.
Satria hanya menganggukkan kepalanya karena ia merasa kesadarannya hampir hilang.
Setelah itu Satria dan Sandi serta rekan-rekan mereka yang terluka naik ke dalam bus yang akan membawa mereka ke kota karena mereka harus mendapatkan penanganan secepatnya. Tuan Bahadur juga sudah berangkat menggunakan mobil lain bersama dengan Komandan Anton. Sedangkan anggota mereka yang tidak terluka akan tetap berada di desa untuk memastikan keadaan desa dan mengurus para anak buah Tuan Bahadur. Walaupun mereka sudah membantu untuk bekerja sama tetap saja mereka akan mendapatkan hukuman meski akan lebih ringan.
Di dalam bus, para tenaga medis dengan segera mengobati mereka semua yang terluka termasuk Satria dan Sandi. Tetapi darah dari dada Satria terus mengalir sehingga para tenaga medis hanya bisa menahan darah itu sementara, untuk tindakan selanjutnya harus dilakukan dokter di rumah sakit. Mungkin karena tendangan yang terlalu kuat dan tusukan yang terlalu dalam sehingga luka yang sudah sangat lama itu bisa terbuka kembali. Sedangkan Sandi terus membuat Satria tersadar sembari dirinya diobati. Sandi takut jika Satria akan mengalami masa kritis lagi seperti dua tahun yang lalu.
" Sat, lo harus tetap sadar " ucap Sandi menepuk pipi Satria yang sudah hampir memejamkan matanya.
Satria sebenarnya sudah berusaha untuk tetap sadar tetapi ia merasa tubuhnya semakin lemah. Tetapi sekarang ia merasa lega karena kasus Tuan Bahadur yang hampir memakan waktu dua tahun lebih ini selesai walaupun ia harus terluka lagi. Setidaknya Tuan Bahadur sudah tertangkap walaupun entah bagaimana keadaannya nanti setelah peluru mengenai dadanya. Warga desa juga akan aman dan tidak akan tertekan lagi oleh Tuan Bahadur.
Satria sangat bahagia berhasil menyelesaikan tugasnya itu. Ia hanya berharap keadaannya baik-baik saja sehingga segera kembali ke Jakarta dan menepati janjinya pada Kinara. Ia ingin segera menjadikan Kinara miliknya seutuhnya dengan menikahinya.
__ADS_1
" Ya Allah, tolong kuatkan hamba sekali lagi. Hamba harus baik-baik saja dan menepati janji hamba kepada Kinara " doa Satria dalam hati.
Kemudian Satria menoleh pada Sandi yang terlihat sangat khawatir kepadanya dan ia pun tersenyum.
" San, mata gue udah gak kuat lagi. Pokoknya nanti lo harus bangunin gue lagi karena harus gue cepet balik ke Jakarta. Gue harus nepatin janji gue ke Kinara. Ini saat yang gue tunggu dari lama dan kita udah berhasil selesaikan tugas kita " ucap Satria pada Sandi dengan suara lemah.
" Lo harus tetep bangun, Sat " ucap Sandi menepuk pipi Satria lagi saat Satria mulai memejamkan matanya
" Gue udah gak kuat, San " ucap Satria sebelum benar-benar menutup matanya.
Sandi pun panik dan memanggil tenaga medis yang sedang mengobati anggota yang lain.
" Maaf Bripda Sandi, tetapi kita tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain menahan pendarahan di dada Bripda Satria hingga kita sampai di rumah sakit. Kita hanya bisa berharap Bripda Satria masih bertahan walaupun sudah cukup banyak kehilangan darah hingga kita sampai di rumah sakit " ucap tenaga medis yang memeriksa Satria.
Sandi mengusap wajahnya kasar dan melihat Satria yang sudah tidak sadarkan diri. Ia hanya berharap dan berdoa dalam hati agar sahabatnya itu bisa bertahan dan baik-baik saja.
" Lo harus kuat, Sat " ucap Sandi penuh harap.
Selama perjalanan Sandi terus menjaga Satria dan memastikan jika Satria masih bernapas karena jujur saja ia masih trauma saat Satria dinyatakan meninggal setelah menyelamatkan dirinya.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1