
Pada sore harinya, Satria dan Kinara segera pergi ke rumah Papa Lukman dan Mama Santi. Mereka membawa barang-barang penting yang akan mereka bawa ke Paris untuk bulan madu, termasuk lingerie pemberian Elsa. Kinara memang ingin memberikan kejutan pada suaminya itu setelah ia bersih sesuai janjinya.
Setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, akhirnya Satria dan Kinara sampai di rumah kedua orang tua Kinara. Di teras rumah ada Rendi yang sedang memainkan ponselnya. Rendi akan kembali ke Kalimantan besok pagi, sedangkan kedua orang tuanya sudah kembali tadi bersama dengan keluarga yang lain.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara bersamaan saat memasuki teras.
" Walaikumsalam " jawab Rendi yang langsung berdiri dari duduknya.
" Aduh pengantin baru, seger amat tu muka. Oh iya pasti lah, kan baru unboxing " ucap Rendi menggoda Satria dan Kinara.
Rendi tidak tahu saja jika Kinara sedang palang merah dan Satria hari bersabar untuk mengunboxing istrinya itu.
" Apaan sih, Ren " ucap Kinara dengan wajah merah.
" Aku masuk duluan, Mas " lanjut Kinara agar Rendi tidak terus menggodanya nanti.
Satria pun menganggukkan kepalanya dan Kinara langsung masuk ke dalam rumah untuk menemui kedua orang tuanya.
" Jadi gimana unboxingnya? Berhasil kan? Bagi-bagi ilmu sama gue biar gue punya pengalaman juga nanti pas udah kawin, eh nikah " tanya Rendi pada Satria setelah Kinara masuk ke dalam rumah.
" Unboxing apaan, Ara aja lagi palang " ucap Satria menghela napasnya.
Tawa Rendi langsung pecah setelah mendengar ucapan sahabat sekaligus suami dari sepupunya itu. Ia tidak menyangka jika ternyata Satria dan Kinara belum melakukan malam pertama karena Kinara sedang kedatangan tamu bulanannya.
" Puas-puasin aja ketawa, Ren. Nanti gue kasih ponakan yang lucu-lucu baru tau rasa " ucap Satria menatap sebal Rendi yang masih tertawa.
" Aamiin, itu yang gue harapin " jawab Rendi dengan tawanya.
Satria memilih masuk ke dalam rumah dari pada terus ditertawakan oleh Rendi, lagipula ia harus menemui kedua mertuanya.
" Eh tunggu kali, Sat. Masa gue ditinggalin sendiri " ucap Rendi saat ditinggal Satria masuk ke dalam rumah.
Di dalam rumah, Kinara yang sedang membantu Mama Santi memasak langsung menoleh saat melihat kedatangan suaminya dan disusul dengan Rendi dibelakangnya. Satria langsung menyalami Mama Santi dan Papa Lukman yang kebetulan juga baru masuk dapur.
Papa Lukman mengajak Satria untuk mengobrol di ruang keluarga bersama dengan Rendi juga. Kinara dan Mama Santi serta Alina juga ikut bergabung bersama mereka.
" Begini Pa, Ma, kedatangan Satria sama Ara ke sini sekalian mau pamitan karena besok pagi kami akan pergi ke Paris untuk bulan madu " ucap Satria pada kedua mertuanya.
__ADS_1
" Berapa lama? " tanya Papa Lukman.
" Sekitar dua minggu, Pa " jawab Satria.
" Pergilah, baik-baik kalian di sana " ucap Papa Lukman.
" Kalian hati-hati dan juga bersenang-senanglah di sana. Nikmati waktu berdua kalian " tambah Mama Santi.
" Iya Pa, Ma " jawab Satria dan Kinara.
Papa Lukman dan Mama Santi hanya bisa mendoakan untuk keselamatan mereka selama perjalanan hingga nanti kembali lagi ke Indonesia.
" Jangan lupa kasih kabar baik nanti habis balik bulan madu. Gue butuh ponakan nih " ucap Rendi yang ikut nimbrung dalam obrolan itu.
" Benar apa yang dibilang Rendi, Papa juga ingin segera gendong cucu sendiri " tambah Papa Lukman yang ingin segera memiliki cucu dari Satria dan Kinara.
" Doakan saja, Pa " jawab Satria tersenyum.
" Tapi kalian gak ada niat buat nunda momongan kan? " tanya Mama Santi pada anak dan menantunya itu.
Satria melirik ke arah Kinara dan meminta Kinara untuk menjawabnya. Ia memang tidak ingin menundanya tetapi ia tidak bisa memaksakan itu kepada Kinara jika istrinya itu belum siap, lagipula Kinara yang akan mengandung dan melahirkan nantinya.
Kinara tidak memiliki niatan untuk menunda memiliki anak karena ia merasa sudah cukup siap untuk menjadi seorang ibu. Ia juga tidak ingin jarak usianya dengan anaknya terlalu jauh.
Setelah itu mereka pun lanjut mengobrol hingga suara azan magrib pun terdengar. Papa Lukman mengajak Satria dan Rendi untuk pergi ke masjid dan para wanita melaksanakan sholat magrib di rumah.
***
Setelah makan malam bersama, Satria dan Kinara pun langsung pamit dan pergi ke rumah kedua orang tua Satria agar mereka tiba di sana tidak terlalu malam.
" Assalamualaikum " ucap Satria dan Kinara saat memasuki rumah.
" Walaikumsalam " jawab Ayah Arif dan Bunda Wulan yang menghampiri mereka.
Satria dan Kinara mencium tangan Ayah Arif dan Bunda Wulan. Bunda Wulan juga memeluk menantunya itu.
Kemudian Bunda Wulan mengajak Kinara ke ruang keluarga untuk mereka mengobrol sebelum pergi beristirahat.
__ADS_1
" Jam berapa penerbangan kalian besok? " tanya Ayah Arif pada Satria.
Ayah Arif dan Bunda Wulan memang sudah mengetahui rencana Satria dan Kinara yang akan bulan madu di Paris.
" Jam tujuh, Yah " jawab Satria sembari memakan cemilan dari dalam toples.
" Jangan lupa beliin jam tangan keluaran terbaru itu buat ayah sebagai oleh-oleh " ucap Ayah Arif.
Ayah Arif memang sedang menginginkan jam tangan keluaran terbaru dari sebuah brand kesukaannya dan sekarang hanya ada di Paris. Ia bisa saja memesannya sendiri tapi jika meminta pada Satria maka ia tidak perlu mengeluarkan uang sepeser pun.
" Ayah beli sendiri aja, itu mahal. Uang aku udah buat bayar pesawat " tolak Satria yang mengetahui jam tangan yang Ayah Arif inginkan itu lumayan menguras dompetnya.
" Iya Yah. Ayah kan bisa pesan sendiri " tambah Bunda Wulan tidak ingin suaminya itu mengganggu Satria dan Kinara dengan mencari jam tangan yang limited edition itu.
" Kalau pesen sendiri lebih mahal, Bun. Lagian sekalian Satria ke Paris jadi gak perlu bayar ongkos kirim " ucap Ayah Arif.
" Gak mau, pokoknya aku gak mau. Aku tu mau bulan madu, bukan mau cari-cari jam tangan buat Ayah " tolak Satria.
Ayah Arif pun mencebikkan bibirnya karena putranya itu tetap menolak untuk membelikan sebuah jam tangan yang ia inginkan.
" Ayo Sayang kita ke kamar aja, daripada di sini malah nanti Ayah mengerek kayak anak kecil " ucap Satria pada istrinya yang dari tadi hanya diam.
" Eh, dasar anak sholeh " ucap Ayah Arif kesal tapi ia tetap mengatakan hal yang baik untuk putranya.
Satria menarik tangan Kinara dan membawanya untuk pergi ke kamarnya di lantai atas.
" Mulai sekarang ini kamar kamu juga, kamar kita " ucap Satria saat mereka sudah berada di dalam kamar.
Ini adalah pertama kalinya ia masuk ke dalam kamar Satria dan sepertinya kamar itu sudah dipersiapkan untuk dirinya juga. Terbukti dengan meja rias lengkap dengan skincare dan make up yang biasa ia pakai, tidak mungkin kan itu ada sejak lama.
Di sana juga ada beberapa koper yang kemungkinan besar itu adalah koper yang sudah disiapkan Satria untuk mereka pergi ke Paris.
Setelah itu Satria dan Kinara segera membasuh wajahnya dan mencuci kaki serta tangan. Mereka juga mengganti pakaian mereka dengan piyama, baru setelah itu mereka bersiap untuk tidur.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘