
Satu bulan kemudian.
Satria dan Kinara sudah memulai aktivitas mereka lagi. Satria akan mulai masuk kuliah hari ini sesuai dengan rencananya sebelumya. Anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kini dapat melanjutkan pendidikan sarjana sambil berdinas. Hal tersebut merupakan salah satu upaya polri dalam meningkatkan kemampuan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pendidikan dan pelatihan, baik secara formal maupun informal bagi anggotanya. Satria akan mengambil program studi Ilmu Hukum yang berkaitan dengan profesinya sekarang.
Sedangkan Kinara juga akan melanjutkan program magisternya di universitas yang sama dengan program studi Pendidikan Matematika dan Edukasi agar ia bisa memperluas ilmunya dan menjadi seorang guru yang lebih baik.
" Aduh, gantengnya suami aku. Sekarang jadi anak kuliahan ya " ucap Kinara pada Satria yang sedang menyisir rambutnya di depan meja rias.
" Jelas dong. Suami kamu ini emang selalu ganteng, bukan cuma sekarang saat jadi anak kuliahan " jawab Satria tersenyum dengan gayanya narsisnya seperti biasa.
Kinara hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya karena suaminya itu memang selalu narsis.
Setelah itu Kinara duduk di meja rias karena ia harus make up sebelum pergi mengajar. Ia memang memiliki jadwal mengajar hari ini dan beruntung tidak bertabrakan dengan jadwal kuliahnya.
" Kenapa ditutupin sih, kan kamu pakai hijab juga " ucap Satria menahan tangan Kinara yang akan menutupi tanda kepemilikan karyanya dengan foundation.
Tanda kepemilikan itu baru ia buat tadi malam saat mengarungi surga dunia bersama sang istri.
" Baiklah, gak akan aku tutupi " jawab Kinara menutup kembali foundation itu.
" Bagus, lagipula kamu jadi lebih cantik dengan tanda-tanda merah karya aku itu " ucap Satria tersenyum.
Setelah itu Kinara melanjutkan kegiatannya, sedangkan Satria juga menyiapkan segala sesuatu yang akan ia bawa ke kampus.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah siap dan akan segera berangkat. Satria dan Kinara sudah sarapan sebelum mereka bersiap tadi. Mereka berdua pun langsung keluar dari kamar itu dan menuruni tangga untuk mencapai lantai bawah.
" Mbok, saya dan suami saya berangkat dulu. Titip rumah ya " ucap Kinara saat berpapasan dengan asisten rumah tangganya.
Mbok Iyem adalah orang yang dipekerjakan Satria dan Kinara untuk membantu Kinara mengurus rumah itu. Mbok Iyem sudah sangat berpengalaman dan berusia lebih dari lima puluh tahun.
" Baik, Non " jawab Mbok Iyem.
Setelah itu Satria dan Kinara langsung keluar dari rumah dan masuk ke dalam mobil. Satria melajukan mobil itu meninggalkan rumah dan menuju ke sekolah tempat Kinara mengajar karena Satria harus mengantarkan istrinya itu.
Tidak sampai dua puluh menit, Satria dan Kinara sudah sampai di sekolah tempat Kinara mengajar.
" Aku keluar dulu ya, Mas " pamit Kinara pada suaminya itu.
__ADS_1
" Iya Sayang. Nanti kabarin aku kalau sudah selesai " jawab Satria.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
Kinara meraih tangan Satria dan menciumnya sebagai tanda baktinya kepada sang suami lalu Satria mencium kening Kinara.
" Sebelum keluar kasih vitamin dulu " ucap Satria menunjuk bibirnya.
Kinara langsung mengecup bibir sang suami karena hampir setiap mereka akan berpisah Satria selalu meminta seperti itu. Tapi saat Kinara ingin menjauhkan wajahnya, Satria menahannya dan malah memperdalam ciuman mereka.
" Kamu tuh kebiasaan deh, Mas. Lipstik aku pasti luntur ini " ucap Kinara setelah Satria melepaskan ciuman mereka.
" Kan bisa kamu pakai lagi lipstiknya, Sayang " jawab Satria tersenyum puas karena berhasil menikmati bibir sang istri sebelum berpisah.
Kinara pun segera memoleskan lipstik kembali di bibirnya yang hilang karena ulah Satria.
" Aku keluar dulu. Assalamualaikum " ucap Kinara pada Satria.
" Walaikumsalam " jawab Satria.
Kemudian Satria melajukan mobilnya kembali menuju ke kampus yang tidak terlalu jauh di sana.
Sesampainya di kampus, Satria langsung turun dari mobil. Satria melihat Sandi yang kebetulan sedang mengantar Ayla dan segera menghampirinya.
" Woy, baru sampai juga " ucap Satria saat sudah berada di dekat Sandi dan Ayla.
" Iya nih " jawab Sandi.
Tapi tiba-tiba mata Sandi menangkap sesuatu yang aneh pada wajah Satria dan ternyata ada bekas lipstik tepat di bibir sahabatnya itu. Sandi pun tertawa karena ia mengerti apa yang dilakukan sahabatnya itu hingga ada bekas lipstik di bibirnya.
" Lo kenapa ketawa? " tanya Satria karena tiba-tiba Sandi tertawa.
" Iya Dan, kamu kenapa sih? " tambah Ayla heran.
Sandi pun masih tertawa karena itu menurutnya sangat lucu hingga membuat Satria dan Ayla heran.
" Eh Sat, lo kalau abis ******* sama Kinara tu liat-liat. Tu ada bekas lipstik di bibir lo " ucap Sandi setelah menghentikan tawanya.
__ADS_1
Satria pun langsung terkejut karena ia tidak mengira jika bekas lipstik Kinara masih tertinggal di bibirnya.
" Serius lo? " tanya Satria memastikan.
" Serius lah, coba aja ngaca " jawab Sandi.
Satria pun langsung mengarahkan kaca spion motor Sandi ke arahnya dan benar saja ada bekas lipstik Kinara di bibirnya.
" Kenapa harus nempel sih ni lipstik? " ucap Satria dalam hati sambil menghapus bekas lipstik itu.
Jujur saja Satria merasa malu karena itu dilihat oleh Sandi dan Ayla, tapi ia juga langsung tersenyum saat mengingat ciumannya dengan sang istri hingga meninggalkan bekas lipstik seperti itu.
" Nih, buat ilanginnya " ucap Ayla memberikan tisu basah pada Satria.
" Terima kasih ya, Ayla " ucap Satria menerima tisu basah itu.
Satria membersihkan bekas lipstik di bibirnya dan memastikannya tidak tersisa. Ia tidak ingin menahan malu jika orang lain melihatnya.
" Lain kali kalau abis ******* sama Kinara ngaca dulu, Sat. Biar gak ada bekas lipstik gitu lagi " ucap Sandi menggoda Satria.
" Iya. Soalnya tadi enak banget sih, jadi gak inget " jawab Satria.
Sandi mengeleng-gelengkan kepalanya karena sahabatnya itu jujur sekali mengatakan itu.
Sedangkan Ayla hanya diam dan wajahnya berubah setelah melihat bekas lipstik Kinara di bibir Satria. Seharusnya ia sudah menduga itu karena memang gak wajar yang dilakukan oleh suami istri.
" Kamu gak boleh sakit hati, Ayla. Mereka suami istri dan kamu itu siapa harus sakit hati segala " ucap Ayla dalam hati pada dirinya sendiri.
Setelah itu Satria dan Ayla pergi ke gedung fakultas masing-masing karena mata kuliah mereka akan dimulai, sedangkan Sandi pergi berangkat bekerja karena ia harus apel pagi hari itu.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia, Suamiku Seorang Bodyguard dan Malam Panas Dengan Kak Aska " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘
__ADS_1