
Keesokkan harinya, Satria benar-benar datang ke rumah keluarga Kinara bersama keluarganya untuk melamar Kinara secara resmi. Satria juga meminta Raka dan Jeki untuk ikut hadir dalam acara itu. Tidak ketinggalan juga Elsa tetapi Elsa datang lebih dulu untuk menemani Kinara.
Papa Lukman dan Mama Santi langsung mempersilahkan Satria keluarganya untuk masuk ke dalam rumah.
" Silahkan duduk " ucap Papa Lukman setelah mereka berada di ruang tamu.
Mereka semua pun duduk di sofa yang sudah ditambahkan dengan beberapa kursi untuk yang lainnya. Satria dan Kinara hanya mengadakan acara lamaran sederhana dan tidak ada perta pertunangan. Biarlah nanti di hari pernikahan saja mereka akan mengadakannya dengan meriah.
" Begini Man, sepertinya yang sudah kalian tahu, kami datang sekeluarga dengan niat ingin melamar putri kamu Kinara untuk dijadikan istri oleh putraku Satria. Kami berharap kalian dan Kinara bisa menerima lamaran ini yang akan mempererat tali kekeluargaan kita " ucap Ayah Arif pada Papa Lukman dan keluarga Kinara.
" Alhamdulillah, saya sekeluarga sangat senang dengan niat baik dari Mas Arif sekeluarga. Kami sekeluarga dengan senang hati menerima lamaran dari Satria untuk menjadikan putri kami Kinara sebagai istrinya. Tapi sebaiknya untuk jawabannya kita tanyakan sama Kinara saja " jawab Papa Lukman ingin Kinara yang menjawabnya.
Papa Lukman meminta Alina memanggil Kinara yang sebelumnya menunggu di dalam kamar bersama dengan Elsa.
Semua pasang mata tertuju pada Kinara yang berjalan mendekat dengan Elsa di sampingnya. Kinara terlihat sangat cantik walaupun hanya menggunakan sebuah dress simpel dan make up natural.
" Jangan dipandang lama-lama, belum tentu diterima " ucap Rendra menggoda Satria karena Satria sampai tidak berkedip menatap Kinara.
Satria yang tertangkap basah menatap Kinara yang begitu cantik pun langsung menundukkan kepalanya dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Sedangkan Kinara menundukkan kepalanya dan tentu saja dengan wajah yang memerah. Semua orang tertawa kecil melihat pasangan yang menjadi bintang utamanya hari ini.
Kinara berdiri di tengah-tengah kedua orang tuanya tanpa berani mengangkat wajahnya.
" Sayang, kamu pasti sudah tau maksud kedatangan kami ke sini. Jadi bagaimana jawaban kamu? Apa kamu bersedia menjadi istri Satria dan bagian dari keluarga kami? " tanya Bunda Wulan pada Kinara.
Kinara menarik napasnya panjang lalu menghembuskannya secara perlahan. Jujur saja ia merasa sangat gugup saat ini.
" Bismillahirrahmanirrahim, jika memang semua sudah mengizinkan dan memberikan restu kepada kami untuk melangkah ke jenjang pernikahan maka Ara bersedia untuk menjadi istri dari Mas Satria dan bagian dari keluarga Bunda " jawab Kinara tersenyum.
" Alhamdulillah " ucap mereka semua setelah mendengar jawaban Kinara.
Setelah itu Satria dan Kinara harus memasangkan cincin sebagai tanda mereka telah ada yang memiliki. Satria dan Kinara malu-malu saat diminta untuk memakaikan cincin di jari masing-masing.
" Aduh, gak gak usah malu-malu kali " ucap Raka melihat kedua sahabatnya itu.
" Bener, udah langsung pasang aja " tambah Jeki.
Bukannya berkurang, sekarang mereka pun jadi bertambah malu karena Raka dan Jeki.
__ADS_1
" Bunda aja yang pasangkan cincinnya di jari kami " ucap Satria memberikan kotak berisi cincin pada Bunda Wulan.
Daripada tidak segera terpasang cincin itu di jari mereka, akhirnya Bunda Wulan yang memasangkannya. Walaupun godaan-godaan terus dilayangkan oleh Rendra dan sahabat-sahabat Satria dan Kinara. Bahkan Ayah Arif turut menggoda putra dan calon menantunya itu.
Bunda Wulan memasang cincin di jari manis Kinara terlebih dahulu, baru setelah itu Satria.
Setelah itu mereka kembali duduk di tempat masing-masing karena para orang tua ingin membicarakan hal penting.
" Jadi untuk pernikahannya bagaimana? " tanya Papa Lukman pada keluarga Satria.
" Kalau kami ikut bagaimana baiknya tapi bukankah lebih baik secepatnya " jawab Ayah Arif.
" Saya setuju. Memang lebih cepat lebih baik " ucap Mama Santi karena ia akan lebih tenang jika Kinara segera menikah dengan Satria.
" Satria sama Ara gimana? " tanya Bunda Wulan pada mereka berdua.
" Satria dan Ara juga setuju kalau dilakukan secepatnya. Tapi Satria menginginkan dua bulan lagi di saat hari ulang tahun kami " jawab Satria.
" Ara juga setuju dengan Mas Satria " sambung Kinara.
Akhirnya disepakati jika pernikahan Satria dan Kinara akan dilaksanakan dua bulan lagi di hari ulang tahun mereka berdua.
" Makasih ya, Sa. Aku doain kamu secepatnya nyusul " ucap Kinara tersenyum.
" Nanti dulu deh, aku tunggu selesai kuliah kayak kamu biar tenang dulu pikiran " jawab Elsa yang tidak ingin menikah sebelum kuliahnya selesai.
Raka, Jeki dan Rendi juga tidak mau ketinggalan untuk mengucapkan selamat kepada Satria dan Kinara.
" Selamat buat kalian berdua. Semoga dilancarkan sampai hari pernikahan " ucap Jeki pada Satria dan Kinara.
" Aamiin " jawab Satria dan Kinara bersamaan.
" Inget bro, jangan pernah lo sakitin sepupu gue paling cantik ini " ucap Rendi menepuk pundak Satria.
" Gue gak akan nyakitin Ara " jawab Satria yakin.
" Gak nyangka ya kalian mau nikah aja. Gue pacar aja belum punya " ucap Raka memasang wajah sedih.
__ADS_1
" Tinggal lo pacarin aja tu Elsa " ucap Jeki melirik Elsa.
Elsa yang mendengar namanya disebut pun langsung melotot kan matanya.
" Dih, ogah " tolak Elsa dengan cepat.
" Ya ampun, Sa. Gue aja belum nyatain perasaan gue ke lo, udah di tolak aja " ucap Raka pada Elsa.
" Bodo amat " jawab Elsa tidak peduli.
Sepertinya biasa yang lain hanya bisa menggelengkan kepala melihat Raka dan Elsa.
" Nah sekarang waktunya ambil foto " ucap Rendi mengambil sebuah kamera.
Semuanya pun mulai mengatur posisi untuk berfoto bersama di acara lamaran Satria dan Kinara itu. Baru setelah itu, mereka membiarkan Satria dan Kinara untuk foto berdua.
" Tangannya ditunjukin dong " ucap Elsa pada Satria dan Kinara.
Elsa bertugas untuk mengarahkan gaya pasangan itu karena mereka terlihat sedikit kaku. Mungkin ada orang tua yang sedang melihat mereka.
" Gini? " tanya Kinara mengangkat tangannya yang ada cincinnya.
" Iya bagus. Terus Satria deketan deh " jawab Elsa mengarahkan gaya mereka.
Satria pun bergeser agar lebih dekat dengan Kinara dan mereka pun tersenyum.
" Satu, dua, tiga " Rendi memberikan aba-aba sebelum memotret mereka.
Cekrek.
Satria dan Kinara mengambil foto cukup banyak karena Elsa terus mengarahkan berbagai gaya pada mereka.
Setelah itu acara dilanjutkan dengan makan siang bersama dan diselingi dengan obrolan-obrolan ringan.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘