
Keesokan harinya, Kinara benar-benar tidak akan pergi kemana pun selama seharian karena ia sudah dalam masa dipingit sebelum hari pernikahan. Ia hanya merasa beruntung karena ponselnya tidak di sita oleh kedua orang tuanya sehingga ia masih bisa berhubungan dengan Satria. Sedangkan Satria akan dipingit tiga hari sebelum hari pernikahan karena ia masih memiliki pekerjaan dan hanya bisa cuti saat itu.
Pagi itu, Kinara sedang melakukan panggilan telepon dengan Satria yang akan berangkat bekerja.
" Aku berangkat kerja dulu ya, Sayang " pamit Satria melalui sambungan telepon itu.
" Iya Mas, kamu hati-hati ya di jalan " ucap Kinara.
" Iya Sayang " jawab Satria.
" Assalamualaikum " ucap Satria sebelum menutup panggilan telepon itu.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Setelah itu panggilan telepon itu pun terputus.
Kinara keluar dari kamarnya karena sebentar lagi pasti kedua orang tuanya juga akan berangkat ke toko kue. Sedangkan adiknya yang sudah SMP sudah berangkat ke sekolah dengan sepedanya.
" Papa sama Mama udah mau berangkat? " tanya Kinara saat melihat kedua orang tuanya sudah rapi.
" Iya Sayang " jawab Mama Santi.
" Kamu jangan kemana-mana dan tetap berada di rumah " ucap Papa Lukman pada Kinara.
" Iya Pa " jawab Kinara.
" Kalau begitu Papa sama Mama berangkat dulu " pamit Papa Lukman.
" Iya Pa " jawab Kinara.
Kinara pun mencium tangan Papa Lukman dan Mama Santi.
" Assalamualaikum " ucap Papa Lukman dan Mama Santi bersamaan.
" Walaikumsalam " jawab Kinara.
Setelah itu Papa Lukman dan Mama Santi pergi meninggalkan rumah dengan menggunakan motor. Kinara juga langsung masuk ke dalam rumah dan menutup pintu rumah kembali. Ia akan membereskan rumah daripada ia hanya berdiam diri saja.
***
Pada sore harinya, Kinara sibuk memasak untuk makan malam di dapur. Ia memasak capcay, tempe orak-arik dan juga ayam goreng mentega. Kinara memasak menu itu sesuai permintaan adiknya sebelum pergi ke sekolah tadi pagi.
__ADS_1
" Sudah beres semua " ucap Kinara tersenyum puas saat melihat masakan sudah tersaji di meja makan.
Tiba-tiba terdengar suara seseorang mengetuk pintu utama.
" Siapa ya yang bertamu? " ucap Kinara pada dirinya sendiri.
Kinara segera menutup masakannya dengan tudung saji dan melepaskan celemek di tubuhnya. Tak lupa juga Kinara memakai jilbab instan miliknya terlebih dahulu. Lalu Kinara pergi ke depan untuk melihat siapa yang datang.
Ceklek.
Kinara membuka pintu dan terlihat Raka dan Elsa di sana. Ternyata kedua sahabatnya itu yang berkunjung ke rumah. Raka dan Elsa pun mengucapkan salam dan langsung di jawab oleh Kinara. Kinara cukup terkejut dengan kedatangan mereka yang tiba-tiba dan cukup heran saat melihat wajah mereka yang terlihat sangat khawatir.
Kinara pun mengajak Raka dan Elsa masuk ke dalam rumah lalu mempersilahkan mereka untuk duduk di sofa yang ada di ruang tamu
" Kalian kok datang gak ngasih kabar dulu " ucap Kinara pada Raka dan Elsa.
" Gak inget, Ra. Soalnya kita khawatir banget sama lo " jawab Raka.
Kinara mengerutkan keningnya karena ia bingung apa yang harus dikhawatirkan pada dirinya.
" Khawatir? Emang gue kenapa? " tanya Kinara bingung.
Terlihat Raka dan Elsa saling berpandangan dan tiba-tiba saja Kinara memiliki firasat buruk.
Kinara menjawabnya dengan gelengan kepala karena memang ia tidak mengetahui gosip apapun hari ini.
" Emang apa sih? Terus kenapa muka kalian keliatan khawatir banget? " tanya Kinara semakin penasaran.
Elsa segera mengambil ponselnya dan memperlihatkan sesuatu kepada Kinara. Seketika mata Kinara membola saat melihat sebuah artikel dari lambe turah yang mengatakan jika dirinya yang merupakan calon istri dari Satria notabene seorang polisi dan pewaris salah satu perusahaan besar selingkuh dengan pria lain. Di sana juga disertakan foto Kinara yang sedang berpelukan dengan seorang pria. Pria itu adalah pria aneh yang tiba-tiba memeluk Kinara kemarin di depan sekolah.
" Gosip ini gak bener " ucap Kinara menggelengkan kepalanya.
Kinara harus tetap berusaha tenang karena gosip itu memang tidaklah benar.
" Kita juga mikir gitu, Ra. Kita gak percaya kalau lo selingkuh dari Satria " ucap Raka karena memang ia tidak mempercayai gosip itu.
Kinara tidak menyangka jika kejadian kemarin ada yang memotretnya dan memasukkan ke akun sosial media lambe turah.
" Tapi gimana kamu bisa pelukan sama laki-laki itu, Ra? Itu beneran kamu kan? " tanya Elsa karena ia bisa melihat jika foto itu bukanlah editan.
" Iya, itu memang aku. Tapi aku sama sekali gak kenal sama laki-laki itu dan dia tiba-tiba aja peluk aku " jawab Kinara.
__ADS_1
Kinara pun menceritakan kejadian saat dirinya tiba-tiba dipeluk seorang pria pada Raka dan Elsa.
" Ini mah kayaknya ada yang jebak lo, Ra. Orang itu mau gagalin pernikahan lo sama Satria dan buat lo kelihatan bener-bener selingkuh dari Satria " ucap Raka setelah mendengar cerita dari Kinara.
" Gue juga berpikir sama " sambung Elsa setuju dengan apa yang dikatakan oleh Raka.
" Tapi siapa yang lakuin semua ini? " ucap Kinara menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Mereka pun mulai berpikir siapa yang melakukan itu semua pada Kinara.
" Jangan-jangan Riko, dia kan suka sama lo Ra " ucap Raka curiga pada Riko.
" Gak mungkin deh, soalnya Kak Riko gak pernah ganggu Kinara lagi " ucap Elsa yang tidak setuju dengan Raka.
" Gue rasa juga gitu. Kak Riko gak pernah berbuat hal yang gak baik walaupun gue udah tolak dia " tambah Kinara.
" Terus siapa? " tanya Raka.
" Atau mungkin Rena ya " ucap Kinara karena terakhir kali mereka bertemu, terjadi keributan.
" Bisa aja sih " jawab Elsa.
" Pokoknya kita harus cari tau secepatnya. Pernikahan kalian kurang dari seminggu lagi " ucap Raka pada Kinara dan Elsa.
Kinara pun menganggukkan kepalanya.
Yang Kinara takutkan saat ini hanya jika Satria melihat gosip itu dan mempercayai. Kinara pun memutuskan untuk pergi menemui Satria walaupun ia dilarang pergi oleh kedua orang tuanya. Kinara juga sudah berusaha menghubungi Satria tapi tidak kunjung dijawab.
" Kalian temenin aku nemuin Satria ya " ucap Kinara pada Raka dan Elsa.
Kinara merasa tidak bisa pergi sendiri karena pikirannya sedang kacau sekarang dan ia takut akan bahaya jika pergi sendiri.
" Iya Ra " jawab Raka dan Elsa.
Kinara segera bersiap-siap untuk pergi menemui Satria yang kemungkinan besar sudah pulang kerja saat jam seperti ini.
Setelah itu Kinara langsung pergi bersama dengan Raka dan Elsa. Sebelum itu, Kinara juga mengirimkan pesan kepada Mama Santi dan meminta izin jika ia pergi.
Mohon bantuan vote, like dan komentarnya ya 😊 Terima kasih 😊🙏 Tetap dukung saya ya 😘
Jangan lupa mampir ke karya saya yang lain di akun yang lain 😊 Cari aja di kolom pencarian " Cinta Si Gadis Lumpuh " dan " Pria Kulkasku " 😊🙏
__ADS_1
Ada juga karya baru saya " Menikahi Ayah Nadia dan Suamiku Seorang Bodyguard " 😘
Tolong follow ig saya juga ya @tyaningrum_05😘